bestie

Mengenal Upacara Kelahiran Adat Lawas Ala Masyarakat Kutai Kedang Ipil di Kaltim

Suara Bestie Suara.Com
Rabu, 16 Agustus 2023 | 11:25 WIB
Mengenal Upacara Kelahiran Adat Lawas Ala Masyarakat Kutai Kedang Ipil di Kaltim
Ilustrasi warga asli Kaltim yang memakai kostum tarian. [Ist] (Ist)

Masyarakat Kutai di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dikenal dengan budaya adatnya yang masih kental.

Salah satu budaya yang terkenal dari masyarakat Kutai adalah adanya upacara menyambut kelahiran seorang bayi.

Dikutip dari website Kemendikbud, upacara kelahiran ini masih erat kaitannya dengan upacara kehamilan. 

Upacara kehamilan sendiri berisi rangkaian acara yang telah dimulai dari kandungan berusia 3 bulan, 5 bulan dan 7 bulan. 

Berbeda dengan upacara kehamilan yang sudah jarang dilaksanakan lagi, upacara kelahiran masih sering diselenggarakan oleh masyarakat Kutai di Kedang Ipil. 

Menurut adat lawas, upacara kelahiran berlangsung selama 15 hari dengan beberapa tahapan.

Di antaranya tahapan memberi nama pada saat bayi lahir, lengsang sanderan dan tawar bentan di hari ke-4, serta pelas ulin di hari ke-16.

Menjelang kelahiran, suami atau pihak keluarga yang akan menyambut kelahiran akan menyiapkan peralatan untuk upacara.

Di zaman dahulu, proses kelahiran dibantu oleh dukun beranak sambil terus menerus mengucapkan memang atau doa. 

Baca Juga: Ini 3 Oleh-oleh Khas Kaltim yang Murah Meriah dan Banyak Digemari

Begitu bayi lahir, dukun beranak segera memotong ari-ari dan membersihkan bayi tersebut. 

Untuk menjaga ibu dan bayi dari pengaruh roh jahat yang dapat mencelakakan mereka dinyalakan suluh selama 15 malam, yang diletakkan di ruangan tempat ibu dan bayi tidur. 

Selama 3 hari 3 malam, di tempat tidur ibu dipasang papan dengan kemiringan tertentu sebagai sandaran tidur agar si ibu yang masih lemah dapat cepat pulih tenaganya.

Setelah 3 hari berlalu dilakukan lengsang sanderan, yaitu melepaskan sandaran tidur si ibu lalu dilanjutkan dengan Upacara Tawar Bentan untuk memohon keselamatan bagi ibu yang baru saja melahirkan supaya tidak diganggu oleh roh jahat dan ucapan bersyukur atas kelahiran bayinya. 

Pada upacara ini, si ibu dibawa ke sungai dan saat turun ke sungai si ibu membawa tombak yang diikat dengan kain putih yang berisi sesajian untuk penunggu sungai berupa keripit, pinang, beras dan rokok. 

Tombak akan ditancapkan di pinggir sungai hingga berlangsungnya luput jegaan, yaitu upacara pemadaman suluh dan pengambilan tombak sebagai tanda penjagaan terhadap ibu dan bayi telah selesai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI