Burung Jalak Bali memiliki suara khas yang merdu. Burung ini dianggap istimewa, saking istimewanya sampai menjadi gambar uang logam 200 rupiah.
Salah satu keunikan burung jalak ini adalah bentuk tubuhnya yang menawan serta kicauannya yang indah.
Burung Jalak Bali paling banyak tersebar di daerah Bubunan-Buleleng hingga ke Gilimanuk. Habitat aslinya sangat terbatas, yaitu di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di wilayah Semenanjung Tanjung Gelap Pahlengkong dan Prapat Agung.
Di habitatnya, jalak endemik Bali ini menyukai tipe ekosistem berupa hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutanan sabana dan hutan musim dataran rendah serta hidup di kawasan dengan ketinggian 210 mdpl sampai 1.144 mdpl.
Selain di daerah Taman Nasional Bali Barat, beberapa ekor burung ini juga dapat dijumpai di kawasan Lampu Merah, Teluk Brumbun, Tegal Bunder, Batu Gondang dan Batu Licin.
Sama seperti burung pada umumnya, burung asli Bali ini berkembang biak dengan cara bertelur. Warna telurnya juga unik, yakni hijau kebiruan, berbentuk oval dan berukuran sekitar 3 cm.
Tak hanya itu, fakta lain soal Jalak Bali yang tak kalah menarik adalah setia dengan satu pasangan. Wah, manusia aja kalah kayaknya yaa..
Iya, Jalak bali bereproduksi secara monogai alias hanya berkembangbiak dengan satu pasangan. Jalak bali umumnya kawin di musim hujan.
Jalak bali jantan akan menarik perhatian betina yang ia suka dengan cara menganggukkan kepala sembari berkicau.
Baca Juga: Hanya Ada 2 di Dunia, Simak Keunikan Wisata Alam Danau Kakaban di Kaltim
Nah, setelah itu Jalak Bali jantan akan menghampiri betina dan jambulnya akan mekar. Apabila Jalak Bali betina tertarik, ia akan mengangguk dengan posisi berhadapan.
Setelah sudah kawin, dua sejoli ini akan membuat sarang. Mereka termasuk pasangan yang menjaga privasi.
Tak hanya itu, Jalak Bali jantan juga tak segan mengusir siapapun yang mengganggu teritorinya. Pasalnya, disana ada pasangan dan anak-anaknya.
Selain setia, Jalak Bali juga dikenal kompak dalam membesarkan anak. Mereka akan bekerja bersama membuat sarang dan bergantian ketika mencari makan dan mengerami telur.