Satwa endemik Indonesia, burung Jalak Bali memiliki keunikan yang tidak sulit ditemukan pada burung di daerah lainnya.
Selain fisiknya dan suaranya yang menawan, burung ini memiliki keunikan ketika mencari makan, yaitu menggunakan paruhnya untung menggali tanah gembur di habitatnya.
Tujuan dari penggalian tanah tersebut adalah mencari makanan berupa cacing, serangga dan larva.
Biasanya Jalak Bali mencari makanan di lokasi terbuka seperti permukaan tanah, padang rumput, serta semak-semak. Pola makannya juga cukup unik, yakni hanya makan satu kali dalam sehari.
Dalam mencari makan burung ini melakukannya secara berkelompok, disamping itu Jalak Bali juga membuat formasi saat terbang agar memudahkan mereka menembus angin dan hujan.
Suaranya yang merdu tentu sudah tidak diragukan, kicauannya khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat dan suara lengkingan.
Selain itu ada keistimewaan lain pada Burung Jalak Bali ini, kelopak matanya berwarna biru yang membedakannya dengan burung kebanyakan.
Burung yang hidup berkelompok atau komunal ini akan merubah kebiasaannya ketika telah memasuki musim kawin dan menemukan pasangannya.
Jalak Bali jantan dan betina akan hidup berdua dan membuat sarang di pohon dengan ketinggan sekitar 175 cm atau kurang dari 2 meter.
Baca Juga: Putri Anne Curhat Soal Tak Mau Menahan Orang yang Tak Mau Tinggal, Arya Saloka?
Musim kawin tersebut biasanya terjadi pada bulan basah atau musim penghujan antara November hingga Mei.
Setelah melakukan perkawinan, burung betina akan menghasilkan telur berbentuk oval memanjang dan berwarna biru. Proses pengeraman memerlukan waktu 17 hingga telur menetas.