Pura di Tanah Lot yang cukup terkenal yaitu yang berada ditengah laut. Pura tersebut akan terlihat mengambang di atas laut jika ombak sedang pasang tinggi.
Padahal, masih banyak beberapa pura di sekitar Pura Tanah Lot yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Jika kalian ingin pergi ke Tanah Lot, alangkah baiknya untuk mengenal Sejarah pura tanah lot dan beberapa pura yang memiliki daya tarik tanah lot bali yang bisa kalian kunjungi nantinya, berikut di antaranya:
1. Pura Penataran
Pura Penataran terletak di utara Pura Tanah Lot, Pura Penataran adalah tempat untuk berdoa kepada Dewa dan manifestasinya yang ada di Pura Tanah Lot untuk kesehatan dan kebahagiaan.
Disini kerap diadakan upacara yang disebut Upacara Pura Penataran yang memiliki dua hari upacara, hari pertama sama dengan Pura Tanah Lot yang diadakan setiap 210 hari di hari Rebo (Rabu) Wage, Wara Langkir, dan hari kedua adalah Rebo (Rabu) Wage, Wara Merakih, sesuai Kalender Bali.
2. Pura Penyawang
Pura Penyawang terletak di sisi barat Pura Penataran. Pura ini dibangun untuk berdoa kepada Dewa dan manifestasinya yang ada dan memiliki kuasa di Pura Tanah Lot sebagai dewa lautan.
Jika air laut sedang pasang, orang-orang Hindu tidak bisa berdoa ke Pura Tanah Lot, tetapi mereka bisa berdoa di Pura Penyawang.
3. Pura Pakendungan
Pura Pakendungan terletak di sisi barat di Tanah Lot, hanya 300 meter dari Pura Tanah Lot. Dibangun pada tahun Çaka 1330 tepatnya pada tahun 1408. Pura Pakendungan ini adalah satu kesatuan dengan Pura Tanah Lot dan bagian dari sejarah tanah lot.
Dalam sejarahnya, diceritakan ketika Dang Hyang Nirartha melanjutkan perjalanannya untuk menemukan Cahaya Kudus di Segara (Laut) Kidul Tanah Lot.
Ia melakukan meditasi atau bersemedi di hutan lebat di sisi barat Segara (laut) Kidul Tanah Lot untuk mendapatkan beberapa wangsit atau visi dari Dewa tentang terang Kudus. Nama hutan tersebut dikenal sebagai Hutan Kendung.
Tempat yang digunakan oleh Dang Hyang Nirartha bermeditasi di hutan itu dibangun sebuah kuil dan dikenal sebagai Pura Pakendungan. Pura Pakendungan juga merupakan tempat di mana keris sakti Ki Baru Gajah disimpan.
Keris kuno Ki Baru Gajah ini disimpan di Puri Kediri dan upacaranya diadakan sama dengan Upacara Kuil Pakendungan, yaitu setiap 210 hari di Sabtu Kliwon, Wara Kuningan, sesuai kalender Bali.
4. Pura Njung Galuh
Pura Enjung Galuh terletak di dekat Kuil Jero Kandang tepatnya di Enjung Galuh, “Njung” berarti batu yang menonjol ke laut.
Pura ini dibangun untuk berdoa kepada Dewi kemakmuran, yaitu Dewi Sri, sebagai kekuatan, yang disebut Shakti, dari Dewa Wisnu, Manifestasi Dewa pelindung.
Umat Hindu berdoa meminta kesuburan tanaman termasuk tanaman padi untuk mencapai kemakmuran dalam hidup mereka. Upacara Pura Enjung Galuh di adakan setiap Rabu (Rabu) Umanis, Wara Medangsia menurut kalender Bali.
5. Pura Batu Bolong
Pura Batu Bolong terletak 100 meter di sisi barat Pura Enjung Galuh, tepatnya di Enjung Batu Bolong, yang merupakan batu karang yang menjorok ke laut dan memiliki lubang. Pura Batu Bolong dibangun untuk berdoa kepada Dewa untuk kekudusan atau kesucian.
Daerah Enjung Batu Bolong adalah tempat yang selalu digunakan untuk menyelenggarakan Upacara Melasti dan Upacara Pakelem, di mana arti dari kedua Upacara adalah untuk memurnikan dunia.
Upacara Pura Batu Bolong dalam sejarah tanah lot diadakan setiap Rabu (Rabu) Upah, Wara Langkir sesuai kalender Bali.
6. Pura Batu Mejan
Pura Batu Mejan terletak 100 meter di sisi barat Pura Batu Bolong. Pura Batu Mejan juga dikenal sebagai Kuil Beji, “Beji” berarti tempat suci untuk mendapatkan air suci untuk upacara umat Hindu.
Pura Batu Mejan dibangun untuk penduduk desa sebagai tempat memohon belas kasihan dari Dewa melalui air suci. Upacara Pura Batu Mejan diadakan setiap Sabtu Kliwon, Wara Kuningan sesuai kalender Bali.
7. Pura Jero Kandang
Pura Jero Kandang terletak sekitar 100 meter di sisi barat Pura Penyawang. Pura Jero Kandang dibangun untuk penduduk desa di desa Beraban untuk meminta kesehatan hewan dan tumbuhan mereka dari segala penyakit.
Pura Jero Kandang adalah tempat untuk berdoa kepada Dewa dengan manifestasinya sebagai Dewa semua hewan dan tumbuhan dan juga tempat berdoa kepada Dewi Sri sebagai manifestasi Tuhan sebagai Dewi kemakmuran.
Upacara Pura Jero Kandang diadakan setiap hari Sabtu (Sabtu) Kliwon, Wara Uye atau Tumpek Kandang sesuai dengan kalender Bali.