Festival Erau merupakan salah satu festival budaya yang paling besar dan paling meriah di Kutai Kartanegara.
Salah satu prosesi yang wajib dilakukan dan menarik untuk diikuti dalam festival Erau adalah Beseprah.
Beseprah berasal dari bahasa Kutai yang berarti makan bersama sambil duduk bersila di atas tikar.
Dalam acara Erau, seluruh masyarakat setempat biasanya berbondong-bondong untuk datang dari warga biasa hingga para keluarga Sultan.
Dikutip dari laman Budaya Indonesia, tradisi makan Beseprah memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi.
Prosesi Beseprah begitu kental dengan makna filosofis yang intinya menekankan pentingnya kebersamaan, keramahtamahan, kesetiakawanan sosial, serta persaudaraan.
Dalam tradisi ini, biasanya ada beraneka macam makanan yang disajikan secara gratis di atas hamparan kain sepanjang kurang lebih 1 km dan
Prosesi Beseprah ini juga biasanya dilakukan di pagi hari sehingga disebut juga sebagai sarapan massal.
Adapun hidangan yang disajikan berupa bermacam kue dan makanan khas Kutai Kartanegara.
Baca Juga: Berbeda dengan Pilpres 2019, Kini Prabowo Disukai Masyarakat karena Lebih Cair dan Fleksibel
Biasanya ada aneka jajanan khas Kutai seperti Serabai, Untuk-Untuk, Apam, Putu Labu, Roti Gembong.
Sementara, untuk makanan beratnya ada nasi kuning, nasi kebuli, nasi putih lengkap dengan pirik cabek atau sambel, gence ruan atau ikan gabus goreng yang dilumuri sambel, semor dan sebagainya.
Dalam prosesi ini supaya lebih meriah juga biasanya terdengar iringan musik dan syair lagu-lagu melayu, arab dan berjoget bersama antara masyarakat dan pemimpin daerah.