Selain memiliki tujuan bagi arwah, ngaben juga memiliki tujuan bagi pihak keluarga, yakni menjadi simbolisasi bahwa pihak keluarga telah ikhlas, dan merelakan kepergian yang bersangkutan.
Jenis-jenis Upacara Ngaben
Upacara ngaben dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan kondisi jenazah yang akan dilakukan pembakaran. Tiga jenis ngaben tersebut adalah Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta.
1. Ngaben Sawa Wedana
Ngaben Sawa Wedana paling lumrah ditemukan, karena upacara pembakaran dilakukan sesaat setelah jenazah meninggal dunia.
2. Ngaben Asti Wedana
Ngaben Asti Wedana adalah upacara ngaben dimana jenazah orang yang akan diaben, ditanam atau dikubur terlebih dahulu, sebelum kemudian tulang-belulalangnya diangkut lagi untuk diaben.
3. Ngaben Swasta
Swasta merupakan upacara ngaben tanpa melibatkan jenazah maupun kerangka mayat. Upacara jenis ini biasanya dilakukan karena beberapa hal, seperti: meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah tidak ditemukan, dll.
Baca Juga: Warisan Majapahit, Ini Asal Usul Ayam Betutu Khas Bali
Pada upacara ini jenazah biasanya digantikan dengan kayu cendana yang akan dilukis dan diisi aksara magis sebagai badan dari orang yang akan dilakukan upacaranya.
4. Ngelungah
Upacara jenis ini biasanya digunakan untuk anak yang belum tanggal gigi.
5. Warak Kruron
Warak Kruron biasanya digunakan sebagai upacara ngaben untuk bayi.
Prosesi Upacara Ngaben