8 Prosesi Ritual Pernikahan Adat Bali

Suara Bestie

Selasa, 05 September 2023 | 14:36 WIB
8 Prosesi Ritual Pernikahan Adat Bali
Pengantin Bali ([Tangkapan Layar])

Pernikahan menjadi momen terindah di dalam hidup. Tak heran jika setiap orang yang akan menikah selalu mempersiapkan dengan sedemikian rupa.

Terlebih jika pernikahan tersebut masih harus dipadukan dengan tradisi yang begitu banyak prosesnya. 

Seperti di Bali, pernikahan adat Bali haruslah melewati prosesi yang begitu banyak, mulai dari menentukan hari baik hingga upacara penutupan. Berikut beberapa ritual yang harus dilakukan menjelang hari pernikahan:

1.       Menentukan Hari Baik

Menggelar momen besar seperti pernikahan, harus dilakukan dengan berbagai persiapan. Bukan saja memilih baju, peralatan hingga dekorasi terbaik, waktu pun harus diperhitungkan secara matang.

Mengutip dari fifthbloom.com, masyarakat Bali harus memilih hari baik sesuai dengan kalender Hindu untuk menggelar pernikahan. Pemilihan hari baik untuk nikah adat Bali ini diyakini akan mempengaruhi kehidupan berumahtangga calon pengantin.

Jika mereka menggelar perkawinan di hari baik, maka diyakini kehidupan pernikahan mereka akan baik dan lancar.

2.       Upacara Ngekeb 

Upacara ngekeb dalam perkawinan adat Bali dilakukan dengan cara memandikan serta mencuci rambut calon mempelai wanita. Ia juga akan memakai lulur khusus yang dibuat dari campuran bunga kenanga, kunyit, beras dan daun merak yang telah ditumbuk dan dihaluskan.

baca juga

Kemudian calon pengantin perempuan akan masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan sesajen. 

Ia tak diperbolehkan keluar hingga calon mempelai pria datang dan menjemputnya. Ketika pengantin pria datang, mempelai wanita harus ditutupi dengan selembar kain tipis warna kuning dari ujung kaki hingga kepala.

Makna di balik upacara ini adalah pengantin wanita telah mengubur masa lalu dan siap meniti hidup baru dengan suaminya. Upacara ini juga menjadi tanda bahwa sang calon pengantin perempuan telah berubah dari gadis menjadi wanita dewasa. Dia juga sudah siap menjadi istri yang setia kepada suaminya.

3.       Ngungkap Lawang

Ngungkap lawang atau membuka pintu, merupakan upacara penjemputan pengantin wanita yang dilakukan oleh pengantin pria.

Keduanya akan melakukan Sembilan prosesi yakni, Pejati dan suci alit, Peras pengambean, Caru ayam brumbun asoroh, Bayekawonan, Prayascita, Pangulapan, Segehan panca warna, Segehan seliwang atanding, dan Segehan agung.

Sebelum menjalani prosesi tersebut, pengantin laki-laki akan mengucapkan syair Weda, yang juga akan dibalas dengan syair Weda oleh mempelai perempuan. Selanjutnya mereka akan melempar daun betel atau daun siri. Tujuannya untuk melawan kekuatan jahat yang mungkin saja menghadang selama prosesi pernikahan adat Bali berlangsung.

Upacara ini juga bertujuan sebagai penghormatan bagi keluarga mempelai wanita. Sekaligus sebagai harapan agar kehidupan pernikahan mempelai lancar.

4.       Upacara Medagang-dagang

Medagang-dagang memiliki arti berdagang. Dalam upacara ini, pengantin perempuan dan pria akan melakukan tawar-menawar barang dagangan hingga mencapai kesepakatn harga.

5.       Metegen-tegenan dan Suun-suunan

Dalam prosesi ini metegen-tegenan akan dipikul pengantin pria dan sun-suunan djunjung oleh pengantin perempuan. Keduanya pun akan mengelilingi api suci (sanggah surya) sebanyak tujuh kali.

Pengantin perempuan dan pria akan melantunkan doa setiap langkahnya. Upacara ini adalah simbol awal dari kehidupan baru kedua mempelai.

6.       Natab Pawetonan

Natab pawetonan adalah upacara yang dilakukan salam sistem perkawinan mepadik. Prosesi ini dilakukan di atas tempat tidur dengan cara memberikan seserahan pernikahan adat Bali.

Seserahan yang berisi berbagai barang berharga seperti seperangkat perhiasan dan pakaian akan diserahkan oleh pengantin laki-laki kepada ibu dari pengantin perempuan.

Barang-barang yang diberikan tersebut adalah simbol pengganti air susu ibu. Dengan kata lain, ini menjadi tanda bahwa tanggung jawab seorang ibu untuk membesarkan dan melindungi anaknya telah usai.

7.       Bekal Tadtadan

Prosesi ini dilakukan dengan cara memberikan seperangkat perhiasan atau pun pakaian ibadah dari ibu kepada putrinya.

Ritual ini mengandung harapan agar sang putri selalu mengingat kasih sayang dan jasa ibunya. Di sisi lain, pemberian pakaian ibadah merupakan harapan agar si anak selalu mengingat Tuhan dan rajin beribadah.

8.       Upacara Mejaya-jaya

Prosesi terakhir dari pernikahan adat Bali adalah Mejaya-jaya. Ritual ini dilakukan setelah pengantin resmi menyandang status suami istri. Upacara mejaya-jaya mengandung harapan agar pasangan mendapat kemudahan dan bimbingan Tuhan.

Setelah menjalani ritual mejaya-jaya, pasangan suami istri tak boleh keluar atau melakukan perjalanan selama tiga hari. Pada masa ini keduanya juga harus menjalani kewajiban sebagai suami istri. Hal ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keintiman antara pasangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masuk dalam Tari Kolosal, Ini Gerak dan Pola Lantai Tari Kecak

Masuk dalam Tari Kolosal, Ini Gerak dan Pola Lantai Tari Kecak

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:30 WIB

Berawal dari Seruan Kata Cak-cak-cak, Ini Sejarah Tari Kecak Bali

Berawal dari Seruan Kata Cak-cak-cak, Ini Sejarah Tari Kecak Bali

Bestie | Kamis, 17 Agustus 2023 | 06:25 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB