"Karena di sini rata-rata berprofesi petani sargasum," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Adat di Desa Tolotangga Kecamatan Monta, Sahrawadin menerangkan bawa penggalian kuburan yang dilakukan warga baru pertama terjadi di desanya.
Selama ini, ketika warga sudah dinyatakan meninggal tidak ada dibongkar kali untuk memastikan kedua kalinya.
"Kita selaku lembaga adat ini, pada intinya disini tidak pernah dari jaman penjajahan hingga kemerdekaan tidak pernah dilakukan demikian. itupun digali hanya untuk menghindari mudarat yang lebih besar," ujarnya.
Karena penggalian kubur hanya untuk memastikan dan meyakinkan keluarga bahwa jenazah Ahmad benar-benar sudah meninggal.
Ditegaskan, jika ada warga yang memimpikan bahwa orang mati hidup kembali hanya bunga tidur dan jangan dianggap sebagai kenyataan.
"Tidak usah dipercaya itu hanya bunga tidur dan secara agama bahwa kita ini memiliki keyakinan bahwa kalau sudah meninggal mustahil hidup kembali," ucapnya.
Dari kejadian tersebut, warga bisa mengambil hikmah bawah tidak semua mimpi menjadi kenyataan.
"Karena mimpi dan apa yang mereka dengarkan itu godaan iblis," tutupnya.
Baca Juga: Web Resmi Pemkot Mataram Sempat Dikuasai Situs Judi Online, Kok Bisa?