Ganjar Pranowo: Sekolah Kedokteran Jangan Dibuat Mahal

Suara Bestie

Senin, 18 September 2023 | 12:05 WIB
Ganjar Pranowo: Sekolah Kedokteran Jangan Dibuat Mahal
Gubernur Jawa Tengah sekaligus Bakal Calon Presiden RI Ganjar Pranowo di Rakernas Apeksi, Kota Makassar

Bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo memaparkan tujuh program “kunci” untuk membangun Indonesia, mulai dari sektor ekonomi, kesejahteraan sosial, hingga pemberantasan korupsi.

"Dalam hal kemakmuran perlu ada peningkatan PDB per kapita menjadi dua kali lipat dan aspek kesehatan, satu desa harus ada satu puskesmas dan satu dokter. Karena itu perlu banyak dokter, sehingga sekolah kedokteran jangan dibuat mahal," kata Ganjar melalui keterangannya di Jakarta, Senin 18 September 2023.

Hal itu dikatakannya dalam acara bertajuk "Ganjar Jawab Tantangan Masa Depan Indonesia" di Jakarta, Minggu (17/9) malam.

Ganjar menjelaskan bahwa visi-misi itu akan disokong tiga pondasi program utama, yakni pelipatgandaan anggaran, digitalisasi pemerintahan, dan pemberantasan korupsi.

Menurut dia, turunan dari ketiga pondasi itu dirumuskan dalam tujuh program kunci. Pertama adalah membangun sumber daya manusia yang produktif.

Terkait hal itu, Ganjar berencana membuka akses pendidikan seluas-luasnya tanpa membeda-bedakan gender atau tingkat kesejahteraan. Dia berharap program itu bisa menekan angka pengangguran nasional hingga sekitar 4 persen pada tahun 2029.

"Penting untuk mempersiapkan talenta. Karena itu, akses pendidikan perlu diberikan seluas-luasnya, memberikan 1 dari 4 mahasiswa untuk gratis kuliah. Dalam membangun SDM, saya ingin adil antara laki-laki dan perempuan, begitu juga perkotaan dan pedesaan," ujarnya.

Program kedua menurut dia, menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok dengan tiga strategi untuk merealisasikannya, yaitu mengakselerasi kinerja birokrasi untuk memantau ketersediaan suplai dan permintaan, menggenjot sentra produksi bahan pokok, dan menyeimbangkan neraca ekspor-impor pangan.

"Dalam hal ini, saya rasa perlu diverifikasi pangan agar tidak bertumpu pada beras," katanya.

baca juga

Ganjar menjelaskan program ketiga adalah menghapus kemiskinan, dirinya ingin mengurai kemiskinan yang belum selesai melalui intervensi-intervensi program pemerintah yang fokus pada investasi keluarga.

Program keempat menurut dia, memperkuat jaringan pengaman sosial, dirinya ingin memperbaiki data penerima program jaring pengaman sosial yang saat ini masih belum rapi.

Setelah itu dia berencana memperluas jangkauan BPJS, anggaran jaring pengaman sosial akan ditambah dari semula Rp166 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp300 triliun pada 2029.

"Saya dorong satu data Indonesia yang hari ini belum selesai, saya kemarin ngobrol, 'Wah, masih terjadi ego sektoral'. Menurut saya, kalau sektor ini sama sektor ini tidak mau (kerja sama), ya sudah, teken saja. Tunjuk ini (instansi). Kamu perintah dari top leader harus selesai besok," katanya.

Ganjar mengatakan program kelima adalah mendorong hilirisasi menuju pabrik kelas dunia, sehingga dirinya menargetkan mengakselerasi perkembangan sektor-sektor penopang PDB. Dia akan mendorong pertumbuhan di sektor pertanian hingga naik 2,25 persen, pertambangan dan penggilingan naik sekitar 4,38 persen.

"Lalu, industri pengolahan naik sebesar 4,89 persen, perdagangan dan reparasi sebesar 5,52 persen, transportasi dan pergudangan 19,87 persen, dan sektor digital sebesar 19 persen," ujarnya.

Program keenam menurut dia, akselerasi nilai tambah pembangunan infrastruktur, dirinya ingin beragam proyek infrastruktur yang telah dibangun pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) diakselerasi agar merangsang kegiatan ekonomi.

Ganjar mencontohkan bandara dan pelabuhan yang dibangun nantinya disesuaikan dengan keunggulan wilayah. Selain itu, gerbang-gerbang menuju jalan tol bakal dimodifikasi supaya dekat dengan tempat tinggal dan kerja.

"Infrastruktur sumber daya air yang lebih produktif, kereta api berteknologi modern, menciptakan 40 persen bauran energi baru terbarukan, perumahan yang berkualitas dan membangun banyak kawasan industri dan ekonomi yang berorientasi pada hilirisasi," kata dia.

Program ketujuh menurut dia, memulihkan kondisi alam Indonesia. Ada sejumlah rencana untuk itu, seperti mengurangi emisi karbon, mencetak talenta untuk inovasi, serta mendorong ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Terkait ekonomi biru, dia ingin mendorong perikanan Indonesia tidak lagi bertumpu pada perikanan tangkap, melainkan budidaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kritik Ganjar Soal Polusi Jakarta: Banyak yang Kena ISPA tapi Tetap Naik Kendaraan Bermotor

Kritik Ganjar Soal Polusi Jakarta: Banyak yang Kena ISPA tapi Tetap Naik Kendaraan Bermotor

News | Senin, 18 September 2023 | 11:30 WIB

Ganjar di Kuliah Kebangsaan UI: Pemimpin Bukan Malaikat, Tidak Ada Itu!

Ganjar di Kuliah Kebangsaan UI: Pemimpin Bukan Malaikat, Tidak Ada Itu!

Kotak Suara | Senin, 18 September 2023 | 10:33 WIB

Ungkit Anies, Ganjar Duga Diundang Isi Kuliah di UI karena Hasil Survei: Saya Cuma Pejabat Kampung

Ungkit Anies, Ganjar Duga Diundang Isi Kuliah di UI karena Hasil Survei: Saya Cuma Pejabat Kampung

Kotak Suara | Senin, 18 September 2023 | 10:19 WIB

Terkini

Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih

Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih

Jawa Tengah | Senin, 22 Juni 2026 | 13:58 WIB

3 Pilihan Smartwatch Baterai Awet 2 Minggu Penggunaan Reguler, Cocok untuk Lari dan Harian

3 Pilihan Smartwatch Baterai Awet 2 Minggu Penggunaan Reguler, Cocok untuk Lari dan Harian

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 13:57 WIB

Nyaris Liburan, Zico Kini Jadi Pahlawan Mesir di Piala Dunia 2026

Nyaris Liburan, Zico Kini Jadi Pahlawan Mesir di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 13:57 WIB

5 Sepatu Lari Nike Termurah di Sports Station, Harga Mulai Rp400 Ribuan

5 Sepatu Lari Nike Termurah di Sports Station, Harga Mulai Rp400 Ribuan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 13:56 WIB

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:55 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Uang Palsu Beredar di Lombok, Ini Wajah Pelaku yang Ditangkap

Uang Palsu Beredar di Lombok, Ini Wajah Pelaku yang Ditangkap

Bali | Senin, 22 Juni 2026 | 13:52 WIB

Cerita Jeda Babak Pertama Mesir yang Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

Cerita Jeda Babak Pertama Mesir yang Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 13:52 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB