Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

10 Perusahaan Peraup Untung Terbesar dari Perang

Arsito Hidayatullah

Selasa, 11 Maret 2014 | 21:27 WIB
10 Perusahaan Peraup Untung Terbesar dari Perang
Helikopter Apache AH-64 produk Boeing, dengan teknologi persenjataan Lockheed Martin. (Reuters/Erik De Castro/file)

Suara.com - Belajar dari kisah Iron Man, di mana Tony Stark punya perusahaan besar yang sempat meraup untung dari peperangan (dengan memproduksi senjata), mungkin anak-anak pun kini sebenarnya sudah bisa tahu soal hubungan bisnis dan perang. Namun mungkin banyak juga yang belum paham, atau bahkan tak percaya soal ini. Yaitu bahwa perang akan selalu ada karena memang ada pihak-pihak yang meraih profit (dalam arti sebenarnya) dari hal tersebut.

Beberapa hari lalu, situs 24/7 Wall St pun telah merilis daftar 10 perusahaan (rata-rata di Amerika Serikat) yang paling banyak meraih untung dari perang. Lebih tepatnya, mereka mendapatkan banyak pemasukan dari bisnis yang berhubungan langsung dengan perang, seperti teknologi, persenjataan, logistik dan lain-lain.

Catatan ini sendiri sebenarnya berdasarkan pada pembukuan tahun 2012, yang juga menjadi poin penting karena dianggap sebagai salah satu titik menurunnya belanja militer AS khususnya. Proses penarikan pasukan AS dari Irak dan Afghanistan disebut sebagai salah satu faktor penurunan itu.

Dalam periode itu (2011-2012), belanja militer disebut menurun cukup signifian, dari 159 miliar dolar AS (Rp1.807 triliun) menjadi 115 miliar dolar AS (hampir Rp1.307 triliun). Walau demikian, berdasarkan data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), 100 produsen senjata dan kontraktor jasa militer terbesar AS justru mencatatkan rekor penjualan persenjataan tahun itu yang mencapai 395 miliar dolar AS (Rp4.489 triliun).

Daftar peringkat dari 24/7 Wall St ini dibuat dengan memperhitungkan data SIPRI tersebut, yang memasukkan elemen-elemen penjualan persenjataan mulai dari konsultasi, pesawat, kendaraan, hingga senjata, begitu pula dengan kontrak dengan pemerintah. Data memperhitungkan pula total penjualan dan laba masing-masing perusahaan, jumlah karyawannya, dibandingkan dengan data belanja militer AS.

Berikut daftarnya berdasarkan urutan:

10. L-3 Communications
-Penjualan persenjataan 2012: 10,8 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 13,1 miliar dolar AS
-Laba 2012: 782 juta dolar AS
-Karyawan pada 2012: 51.000 orang
L-3 Communications Holdings Inc (kode NYSE: LLL) mencatatkan angka penjualan persenjataan yang menurun pada 2012, yaitu total 10,8 miliar dolar AS, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 12,5 miliar dolar. Namun tetap saja, penjualan persenjataan menguasai 82 persen angka total penjualan L-3 di 2012. Empat unit bisnis utama L-3 adalah komunikasi keamanan, sistem elektronik, solusi platform dan logistik, serta solusi keamanan nasional.

9. Finmeccanica
-Penjualan persenjataan 2012: 12,5 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 22,1 miliar dolar AS
-Laba 2012: -1 miliar dolar AS (rugi)
-Karyawan pada 2012: 67.408 orang
Penyelidikan kasus korupsi yang berlanjut termasuk menggoyang raksasa bidang pertahanan dan ruang angkasa Italia ini. Pada 2012, Finmeccanica mencatatkan penjualan persenjataan lebih rendah 2 miliar dolar AS dibanding tahun sebelumnya, yaitu 12,5 miliar dolar, sementara juga melaporkan kerugian bersih senilai 1 miliar dolar di tahun itu. Penangkapan CEO Giuseppe Orsi dalam kasus suap pada awal 2013, yang diikuti pengunduran dirinya, juga berdampak pada tertundanya pembayaran dalam jumlah besar dari India.

8. United Technologies
-Penjualan persenjataan 2012: 13,5 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 62,2 miliar dolar AS
-Laba 2012: 5,2 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 218.300 orang
United Technologies Corp's (NYSE: UTX) mencatatkan penjualan persenjataan yang meningkat pada 2012, satu-satunya yang mengalami itu dari daftar 10 besar ini. Laba total perusahaan itu pada 2012 mencapai 5,2 miliar dolar AS, atau terbesar ketiga di antara perusahaan persenjataan lainnya. Divisi Sikorsky miliknya, yang dikenal terutama lewat helikopter Black Hawk dan Seahawk, menyumbang 4,5 miliar dolar AS dari nilai penjualan tahun itu. Belum lagi dari divisi Pratt & Whitney yang memproduksi mesin pesawat.

7. EADS
-Penjualan persenjataan 2012: 15,4 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 72,6 miliar dolar AS
-Laba 2012: 1,6 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 140.000 orang
European Aeronautic Defence and Space Company atau EADS sempat hendak merger dengan BAE pada 2012, namun harus terganjal persetujuan para pemimpin Eropa, terutama terkait undang-undang antimonopoli. Total penjualan persenjataan EADS pada 2012 sendiri sebenarnya dilaporkan menurun 1 miliar dolar AS dibanding tahun sebelumnya, namun tetap membuatnya bertahan di posisi ketujuh. Pada 2014, guna merefleksikan kontribusi besar bisnis pesawat komersial Airbus dalam perusahaan itu, mereka pun memutuskan mulai menggunakan nama Airbus Group.

6. Northrop Grumman
-Penjualan persenjataan 2012: 19,4 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 25,2 miliar dolar AS
-Laba 2012: 2 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 68.100 orang
Northrop Grumman Corp (NYSE: NOC) adalah perusahaan yang berbasis di Virginia, dengan spesialisasi pada sistem (persenjataan) tanpa awak, radar pertahanan rudal, serta sistem respons situasi kritis.

5. General Dynamics
-Penjualan persenjataan 2012: 20,9 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 31,5 miliar dolar AS
-Laba 2012: -332 juta dolar AS
-Karyawan pada 2012: 92.200 orang
Ini adalah perusahaan besar lainnya yang juga berbasis di Virginia. Mulai 2012, General Dynamics Corp (NYSE: GD) sebenarnya juga merasakan penurunan dalam angka penjualan persenjataan mereka, namun tetap saja masih bisa masuk dalam daftar lima besar. Unit usaha sistem pertempuran mereka adalah salah satu yang diandalkan, dengan US Army sebagai pelanggan utama.

4. Raytheon
-Penjualan persenjataan 2012: 22,5 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 24,4 miliar dolar AS
-Laba 2012: 1,9 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 67.800 orang
Sama seperti kebanyakan perusahaan lainnya, Raytheon Co (NYSE: RTN) juga mencatatkan angka penjualan persenjataan yang sedikit menurun pada 2012 dibanding tahun sebelumnya. Memiliki sejarah panjang sejak 1922, Raytheon sudah dikenal sebagai pihak yang berada di belakang militer AS di berbagai peperangan, bahkan termasuk juga dalam pendaratan Apollo 11 di bulan. Penurunan belanja militer AS tidak terlalu mempengaruhi mereka karena belakangan ekspor senjatanya ke luar negeri jauh meningkat.

3. BAE Systems
-Penjualan persenjataan 2012: 26,9 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 28,3 miliar dolar AS
-Laba 2012: 2,6 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 88.200 orang
Ini adalah kontraktor alias perusahaan persenjataan yang terbesar di luar AS. Angka penjualan persenjataannya pada 2012 mencapai 26,9 miliar dolar AS, yang merupakan 95 persen dari total angka penjualan perusahaan itu. Namun, kontraktor terbesar bagi militer Inggris Raya itu sempat harus terpukul oleh pemotongan anggaran belanja besar-bearan di Kementerian Pertahanan Inggris, plus gagalnya merger dengan EADS pada 2012.

2. Boeing
-Penjualan persenjataan 2012: 27,6 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 81,7 miliar dolar AS
-Laba 2012: 3,9 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 174.400 orang
Kendati penjualan persenjataan hanya berkontribusi 34 persen dalam penghasilan Boeing Co (NYSE: BA) pada 2012, namun mereka tetap bertahan sebagai kontraktor militer terbesar kedua sejagad tahun ini. Segmen bisnis pesawat komersialnya berkontribusi besar, mencapai 49,1 miliar dolar AS angka penghasilan pada 2012.

1. Lockheed Martin
-Penjualan persenjataan 2012: 36 miliar dolar AS
-Total penjualan 2012: 47,2 miliar dolar AS
-Laba 2012: 2,7 miliar dolar AS
-Karyawan pada 2012: 120.000 orang
Kendati Lockheed Martin Corp (NYSE: LMT) juga termasuk yang merasakan penurunan dalam angka penjualan persenjataan pada 2012, mereka tetap bisa bertahan sebagai yang terbesar di dunia. Perusahaan yang berbasis di Maryland ini memiliki spesialisasi di bidang luar angkasa, keamanan global, serta sistem teknologi informasi bagi militer. Pesawat transportasi militer terbesar di dunia, C-5 Galaxy Class, merupakan juga salah satu produk mereka. Dari pemerintah AS sendiri, perusahaan tercatat sudah 19 tahun dipercaya sebagai penerima kontrak terbesar, belum lagi kemudian bisnis internasionalnya yang terus berkembang. (247wallst.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Boeing Ikut Cari Pesawat Malaysia Airlines

Boeing Ikut Cari Pesawat Malaysia Airlines

News | Selasa, 11 Maret 2014 | 07:16 WIB

Kandang Boeing 787

Kandang Boeing 787

Foto | Minggu, 09 Maret 2014 | 12:30 WIB

Kapal Perang AS Makin Dekati Krimea

Kapal Perang AS Makin Dekati Krimea

News | Sabtu, 08 Maret 2014 | 04:09 WIB

Terkini

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Jogja | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:32 WIB

×