Solar Subsidi Dibatasi, Nelayan Merugi Rp500 Juta per Bulan

Doddy Rosadi
Solar Subsidi Dibatasi, Nelayan Merugi Rp500 Juta per Bulan
Sejumlah nelayan membenahi jaring di atas perahu. (Antara/Dedhez Anggara)

Nelayan lebih memilih harga solar subsidi dinaikkan daripada dibatasi.

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk mengurangi jatah solar subsidi sebanyak 20 persen membuat pendapatan nelayan berkurang. Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan, Winarno Thohir mengatakan, potensi kerugian yang dialami nelayan akibat dikuranginya jatah solar subsidi sekitar Rp500 juta per bulan.

Karena itu, kata dia, para nelayan meminta pemerintah untuk menaikkan harga jual solar subsidi daripada harus membatasi distribusi. Menurut dia, nelayan tidak keberatan apabila harga solar subsidi dinaikkan Rp500-Rp1.000 per liter.

“Kalau jatah solar dibatasi, nelayan tidak leluasa lagi untuk melaut. Selama ini jatah solar subsidi untuk nelayan kan 25 kilo liter per hari, karena dikurangi 20 persen maka jatahnya tinggal 20 kilo liter per hari. Nah, kalau jatah itu sudah habis, mau tidak mau nelayan akan memilih untuk tidak melaut. Mereka tidak mau membeli solar non subsidi karena harganya sangat mahal,” kata Winarno kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (8/8/2014).

Winarno menambahkan, nelayan tidak keberatan harga solar susidi naik asalakan fasilitas yang diberikan pemerintah kepada nelayan diperbaiki. Misalnya, ada ruang pendingin untuk menyimpan ikan serta memperbaiki tata niaga perikanan sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan.

Mulai minggu ini, pemerintah mengurangi jatah solar subsidi kepada nelayan sebanyak 20 persen. Pengurangan ini seiring dengan keputusan pembatasan penjualan BBM subsidi di sejumlah daerah. Kebijakan ini untuk menjaga agar konsumsi BBM subsidi hingga akhir tetap tetap 46 juta kilo liter.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS