Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penjualan Rumah di Triwulan II Turun 32 Persen

Doddy Rosadi

Selasa, 02 September 2014 | 10:51 WIB
Penjualan Rumah di Triwulan II Turun 32 Persen
Warga melihat maket rumah. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Penjualan rumah di Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 32,36 persen dibandingkan pada triwulan sebelumnya, yaitu 46,24 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah V Jateng-DIY Sutikno mengatakan, meski pertumbuhan penjualan menurun namun indeks harga properti residensial (IHPR) masih naik tipis sebesar 0,08 persen ke level 168,19.

Hasil survei tersebut tidak jauh berbeda dengan yang ekspektasi sebelumnya yaitu 168,23, katanya dan menambahkan kenaikan IHPR Jawa Tengah tersebut masih sejalan dengan IHPR nasional yang juga tumbuh 1,69 persen menjadi 176,32.

Menurut dia, indeks untuk rumah tipe menengah dan rumah tipe kecil masing-masing tumbuh 1,15 persen dan 0,37 persen, sedangkan indeks untuk rumah tipe besar tumbuh negatif atau mengalami penurunan 0,75 penurunan.

Sutikno mengatakan secara tahunan pertumbuhan IHPR Jawa Tengah terus menunjukkan tren perlambatan, pada triwulan II tahun ini IHPR tercatat tumbuh 3,5 persen atau lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan I sebesar 4,67 persen dan 5,45 persen pada triwulan IV tahun 2013.

Tren perlambatan pertumbuhan indeks diprediksi masih akan terus berlanjut di triwulan III mendatang dengan perkiraan pertumbuhan 2,49 persen.

"Kecenderungan meningkatnya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) bank umum tampaknya telah menahan laju permintaan rumah hunian," jelasnya.

Faktor lain, yaitu diterapkannya kebijakan pembatasan uang muka atau loan to value (LTV) pada September 2013 juga turut menahan gelembung peningkatan harga properti di Jawa Tengah sehingga laju pertumbuhan indeks cenderung melambat.

"Perlambatan pertumbuhan harga properti ini diharapkan dapat turut mengerem laju inflasi Jawa Tengah khususnya dari sektor properti," jelasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Diminta Berikan Subsidi untuk Uang Muka Rumah

Pemerintah Diminta Berikan Subsidi untuk Uang Muka Rumah

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 07:12 WIB

Jokowi-JK Fokus Bangun Perumahan Rakyat

Jokowi-JK Fokus Bangun Perumahan Rakyat

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2014 | 13:33 WIB

Kondisi Perumahan Rakyat di Era Orde Baru Lebih Baik

Kondisi Perumahan Rakyat di Era Orde Baru Lebih Baik

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2014 | 09:49 WIB

 Harga Semakin Mahal, Masyarakat Berat Beli Rumah di Jabodetabek

Harga Semakin Mahal, Masyarakat Berat Beli Rumah di Jabodetabek

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2014 | 00:26 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×