Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Memadukan Kearifan Lokal dan Go Green dalam Bisnis Nasi Liboet

Doddy Rosadi

Senin, 08 September 2014 | 12:00 WIB
Memadukan Kearifan Lokal dan Go Green dalam Bisnis Nasi Liboet
Nasi liboet. (dok pribadi)

Suara.com - Tiga belas tahun menjadi wartawan di salah satu media online di Jakarta, Eko Hendrawan (38 tahun) akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Eko meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan pada April 2014. Dia memutuskan untuk membantu bisnis sang istri yang tinggal di Bandung yaitu menjual nasi liwet.

“Saya baru sadar ternyata saya itu punya bakat dagang. Sejak SD, saya sudah membantu ibu saya jualan kacang, makanya saya sering dipanggil Eko kacang. Jadi saya mutusin untuk berhenti bekerja dan membuka usaha sendiri,” katanya.

Usaha nasi liwet yang dijalankan Eko bersama sang istri, Tuti diberi nama nasi liboet. Dia memilih nama itu karena unik dan membuat orang ingin bertanya. Liboet sendiri sebenarnya singkatan dari liwet bunda Tuti.

Resep nasi liwetnya ini didapat dari tante istrinya yang jago membuat nasi liwet. Ketika itu, Eko dan sang istri mengajak tantenya itu untuk membuka usaha nasi liwet. Namun, tantenya itu tidak mau dengan alasan umurnya sudah tua.

“Akhirnya istri saya minta diajarin untuk bikin nasi liwet dan hanya dalam waktu satu hari istri saya bisa membuat nasi liwet sendiri,” jelasnya.

Eko mengaku tidak mengeluarkan modal saat pertama kali memulai bisnis nasi liwetnya ini. Semua bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan nasi liwet diambil dari warung di depan rumah dengan cara “ngutang.” Ketika pemesan nasi liwet sudah mengambil pesanannya, baru utang itu dibayar.

“Jadi, kalau ada yang tanya berapa modal awal usaha ini, saya sih bilangnya gak ada. Modal awalnya hanya keberanian,” kata Eko sambil tertawa.

Perbedaan nasi liboet dengan nasi liwet lainnya adalah dari bahan dan juga cara penyajian. Nasi liboet menggunakan mentega dan tidak memakai santan sehingga lebih gurih. Bumbu yang dipakai juga bumbu tradisional.

Selain itu, nasi liboet disajikan dengan menggunakan citel atau tempat makan yang dilapisi kain batik. Citel terbuat dari alumunium dengan alasan agar ramah lingkungan. Di atas nasi liboet ditabur petai dan ikan jambal.

“Kenapa citelnya dilapisi kain batik, karena batik itu kan budaya Indonesia jadi saya ingin menggabungkan kearifan lokal yaitu bumbu tradisional dengan budaya lokal yaitu batik dalam menyajikan nasi liboet. Selain itu, saya juga memasukkan unsur ramah lingkungan yaitu menggunakan alas daun sebagai pelapis wadah nasi liboet. Sehingga tidak perlu lagi piring itu dicuci dengan air,” jelasnya.

Melalui promosi dari mulut ke mulut, nasi liboet buatan Eko dan sang istri menjadi buah bibir. Semakin banyak konsumen yang ingin menikmati nasi liboet buatan mereka. Berbeda dengan nasi liwet lainnya, pemesanan nasi liboet ini minimal untuk 10 porsi.

“Kenapa 10 porsi, karena kami memakai konsep ngabotram yaitu budaya makan bersama yang sering dilakukan di sawah di mana setiap orang bawa lauk masing-masing lalu makan bersama-sama,” katanya.

Eko hanya menerima pesanan antar alias tidak bisa makan di tempat. Karena, mereka memang belum mempunyai tempat sendiri. Pemesanan harus dilakukan satu hari sebelumnya. Makin banyaknya pesanan membuat Eko dan sang istri sudah mulai merekrut empat karyawan.

Eko menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mempromosikan nasi liboetnya. Namun, diakuinya, yang paling efektif adalah promosi dari mulut ke mulut. Seiring dengan perjalanan waktu, omset nasi liboetnya terus meningkat dari hari ke hari.

Juli lalu, omsetnya mencapain15 jutaan per bulan dan pada Agustus naik pesat menjadi 25 jutaan per bulan.

“Alhamdulillah, sejak saya meluncurkan program nasi liboet berbagai sedekah, omset terus naik. Jadi dengan program nasi liboet berbagi sedekah itu, setiap keuntungan yang saya terima 2,5 persennya akan saya sedekahkan. Program itu baru diluncurkan bulan puasa yang lalu dan Alhamdulillah pesanan makin banyak,” ujarnya.

Ketika usaha nasi liboetnya mulai dikenal banyak orang, Eko sempat bertekad untuk membuka rumah makan sebagai etalase untuk bisnisnya itu. Namun, setelah berkonsultasi dengan sejumlah orang, Eko disarankan untuk tidak terburu-buru untuk membuka rumah makan.

“Mereka bilang, bisnis yang saya lakukan ini unik dan sayang kalau buru-buru buka rumah makan, karena perlu modal yang gede. Jadi, saya disarankan untuk meneruskan usaha ini melalui delivery order dan kalau sudah mempunyai modal yang cukup baru membuka rumah makan sendiri,” ungkapnya.

Harga nasi liboet relatif terjangkau yaitu Rp12.500-Rp32.500.  Porsi termahal dilengkapi empal dan tembe bacam plus lalapan. Eko juga melayani pesanan dari luar Jakarta dengan pemesanan minimal 100 porsi. Selain ingin membuka rumah makan sendiri, Eko juga masih punya keinginan lainnya.

“Saya ingin membuat franchise untuk nasi liboet ini. Tetapi sekarang ilmu saya belum cukup makanya saya harus banyak belajar dulu. Saya juga rencananya akan mempatenkan nama nasi liboet ini ke Kemenhukham,” pungkasnya.

Bagi anda yang tertarik untuk merasakan nasi liboet, bisa memesan lewat nomor telepon 085222272075 atau di akun twitter @nasiliboet76 dan bisa juga lewat surat elektronik ke alamat [email protected].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:12 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Inspiratif, Kisah Mantan TKI Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung

Inspiratif, Kisah Mantan TKI Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia

Kisah Ratna Wirahadikusumah, Perempuan di Balik Pembangunan 250 Gerai Restoran di Indonesia

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 16:10 WIB

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:40 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:00 WIB

Bye-bye Polusi! Kisah Inspiratif Pak Zaki yang Pilih Lari 4 KM ke Sekolah Demi Efisiensi Bensin

Bye-bye Polusi! Kisah Inspiratif Pak Zaki yang Pilih Lari 4 KM ke Sekolah Demi Efisiensi Bensin

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 17:50 WIB

Kisah Inspiratif Mengejar Mimpi ke Negeri Kanguru Bersama Neng Koala

Kisah Inspiratif Mengejar Mimpi ke Negeri Kanguru Bersama Neng Koala

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:45 WIB

Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI

Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

×