- Pelajar Indonesia bernama Anindya Marvella Hermione Rasyid meraih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026.
- Acara tersebut diselenggarakan pada 18 hingga 19 Juli 2026 di Harris Hotel and Convention Serpong, Tangerang Selatan.
- Prestasi tersebut mengantarkan Hermione memperoleh beasiswa untuk mengikuti ajang Asia World Model United Nations 2026 di Bali.
Suara.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Anindya Marvella Hermione Rasyid (15) berhasil meraih penghargaan The Best Delegate dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) BSD Chapter 2026, sekaligus mengantarkannya memperoleh beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) 2026 di Bali.
AYIMUN BSD Chapter 2026 digelar pada 18–19 Juli 2026 di Harris Hotel & Convention Serpong, Tangerang Selatan, dan diikuti 270 pelajar serta mahasiswa dari 165 sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam kompetisi ini, setiap peserta berperan sebagai delegasi yang mewakili suatu negara dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seluruh proses berlangsung menggunakan bahasa Inggris dan menuntut kemampuan berpikir kritis, diplomasi, negosiasi, public speaking, hingga kerja sama lintas negara.
Selama konferensi, para delegasi diminta menyampaikan pidato resmi, mempertahankan posisi negara yang diwakili, berdebat mengenai isu global, membangun konsensus, hingga menyusun rancangan resolusi bersama.
Penghargaan The Best Delegate menjadi penghargaan tertinggi dalam konferensi tersebut. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan berbicara di depan publik, penguasaan materi, kualitas argumentasi, kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, kontribusi dalam penyusunan resolusi, serta etika selama mengikuti konferensi.
Berkat pencapaian tersebut, siswi SMA Labschool Jakarta itu berhak memperoleh beasiswa mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) yang akan berlangsung di Bali pada 2–5 Oktober 2026.
AWMUN merupakan konferensi Model United Nations berskala internasional yang mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara untuk berdiskusi dan merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan global. Beasiswa ini menjadi kesempatan bagi Hermione untuk mengembangkan pengalaman diplomasi di level yang lebih tinggi sekaligus memperluas jejaring internasional.
Hermione mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari persiapan yang dilakukan jauh sebelum kompetisi berlangsung.
"Alhamdulillah saya mempersiapkan ini semua jauh sebelum kompetisi. Selama konferensi, saya berusaha aktif berdiplomasi, membangun kerja sama dengan delegasi lain, mendengarkan pendapat mereka, dan tetap percaya diri. Penghargaan ini menjadi motivasi buat saya untuk terus belajar," ujarnya.
Ibunda Hermione, Naomi Susan, juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putri sulungnya. Ia menilai beasiswa menuju AWMUN menjadi langkah penting bagi Hermione untuk terus berkembang dan mengasah kemampuan di forum internasional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia AYIMUN, para mentor, coach, sekolah, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan Hermione. Beasiswa menuju AWMUN menjadi motivasi besar bagi Hermione untuk terus berkembang di tingkat internasional," katanya.
Sementara itu, ayah Hermione, dr. Yusfa Rasyid, SpOG, MARS, menilai penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang selama ini ditunjukkan putrinya.
Bagi Hermione, pengalaman mengikuti Model United Nations bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan untuk belajar memahami berbagai persoalan dunia sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.
Ia berharap pencapaiannya dapat menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk berani mengikuti kompetisi internasional, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta aktif berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai isu global.
Keberhasilan meraih beasiswa menuju AWMUN 2026 menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di forum internasional. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan pendidikan, semakin banyak generasi muda diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global serta kemampuan diplomasi yang kuat.