UKP4: Indonesia Perlu Investasi Rp6.000 Triliun

Doddy Rosadi

Selasa, 07 Oktober 2014 | 16:35 WIB
UKP4: Indonesia Perlu Investasi Rp6.000 Triliun
Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto (kedua kanan). (Antara/Reno Esnir)

Suara.com - Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menyatakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus angka 7% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5%.  Kata Kuntoro, untuk merealisasikan hal tersebut, Indonesia memerlukan investasi sekitar Rp 6.000 triliun hingga 5 tahun ke depan. Investasi itu untuk membangun berbagai infrastruktur.

"Pertumbuhan ekonomi bisa 7%. Tapi diperlukan dana infrastruktur Rp 6.000 triliun," kata Kuntoro Mangkusubroto usai pertemuan tertutup bersama kepala daerah dan pejabat pemerintahan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (6/9/2014).

Kuntoro mengungkapkan, dana tersebut diperoleh dari sumber dari skema kerja sama pemerintah-swasta ( Public Private Partnership), alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan creative financing (obligasi pemerintah).

"Bisa 50% swasta, 20% dari APBN, dan 30% creative funding ," ungkapnya.

Dia menuturkan, dari dana tersebut nantinya dipakai untuk membiayai sektor infrastruktur seperti kilang minyak ( refinery ), komunikasi, jalan tol, pelabuhan, jalur kereta, hingga bandara, dan prioritas 5 tahun ke depan yaitu sektor transportasi dan telekomunikasi.

"Dana tersebut untuk membiayai berbagai infrastruktur dengan prioritas transportasi dan telekomunikasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bisa Tingkatkan Target Investasi

Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bisa Tingkatkan Target Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2014 | 16:00 WIB

Ini Alasan Investor Malas Berinvestasi di Indonesia

Ini Alasan Investor Malas Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2014 | 14:45 WIB

Papua, Provinsi dengan Pelayanan Investor Terbaik

Papua, Provinsi dengan Pelayanan Investor Terbaik

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2014 | 13:03 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×