Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Membuat Perempuan Bertubuh 'Xtra' Makin 'Pede'

Doddy Rosadi, admin

Senin, 20 Oktober 2014 | 12:00 WIB
Membuat Perempuan Bertubuh 'Xtra' Makin 'Pede'
Susan Subijanto. (suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Suzanne Subijanto – akrab dipanggil Susan - tidak menyangka akan kesulitan untuk mencari baju yang hendak dikenakannya ketika baru pulang dari Seattle, Amerika Serikat pada 2002 lalu. Hampir semua baju yang dijual di toko busana yang dikunjunginya di mal-mal ukurannya kecil, termasuk baju dengan ukuran paling besar yaitu XL.

“Tiap ke toko tidak ada ukuran, cari ke toko lain juga sama. Kalau pun ada ukuran XL tapi juga kecil bukan XL yang ‘normal’. Kalau pun ada baju yang pas di badan modelnya ‘emak-emak’ dan bukan model yang up to date,” katanya kepada suara.com, akhir pekan lalu.

Susan langsung muncul keinginan membuka toko busana untuk perempuan yang bertubuh besar. Kebetulan, sang ibu mempunyai toko di ITC Kuningan yang harus segera diisi agar tidak didenda. Toko itulah yang dijadikan cikal bakal outlet pertama My Size. Sebelum resmi membuka toko, Susan harus mencari supplier terlebih dahulu. Ternyata, tidak mudah untuk bisa mencari supplier untuk baju perempuan berukuran besar.

“Ketika awal-awal kita belum jahit sendiri jadi harus mencari supplier dulu, itu susah, karena mereka tidak punya meja potong untuk ukuran baju yang besar. Tapi lama-lama ada satu yang mau sampai akhirnya terus berlanjut,” jelasnya.



Susan (40 tahun) menggandeng sang adik Francisca Subijanto (39 tahun) untuk menjalankan toko My Size. Modal awal yang disiapkan mereka sekitar Rp50 juta. Nama My Size dipilih karena dianggap lebih mudah untuk diingat.

“Kalau kita pakai nama Xtra Large itu terlalu offensive itu perempuan bertubuh besar. Nama Jumbo juga begitu. Makanya diputuskan untuk memakai nama My Size, karena nama ini mudah diingat,” kata Sisca.

Saat toko pertama My Size sudah beroperasi di ITC Kuningan, Sisca dan Suzanne harus menerima kenyataan bahwa sulit untuk mencari konsumen yang berbelanja di tokonya itu. Susan juga sempat muncul rasa kekhawatiran terkait model baju yang dipajang di tokonya itu tidak sesuai dengan selera konsumen khususnya perempuan yang berukuran besar.

“Ketika itu mungkin jumlah perempuan yang berukuran besar tidak sebanyak seperti sekarang. Jadi ketika hari pertama ada satu pelanggan yang belanja, hari kedua ada dua konsumen dan begitu seterusnya. Terkadang ada perempuan yang merasa tersinggung ketika kami kasih brosur tentang baju-baju yang dijual di toko saya. Tetapi ada juga yang justru merasa senang ketika mereka memasuki toko kami. Ada yang mengucapkan terima kasih karena akhirnya ada toko yang menjual baju-baju dengan ukuran besar,” kenang Susan.

My Size memang bukan toko busana pertama yang menjual baju untuk perempuan berukuran besar. Pada 2003, aktris Dewi Hughes juga sudah lebih dulu membuka toko yang sama. Namun, hanya My Size yang bisa tetap bertahan ‘hidup.’ Seiring dengan perjalanan waktu, penjualan busana produksi My Size di ITC Kuningan terus meningkat.

Meski tidak menyiapkan dana khusus untuk promosi, Sisca mengungkapkan word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh para konsumen justru sangat efektif. Ini yang membuat Sisca dan Suzanne memutuskan untuk membuka toko kedua di ITC Fatmawati pada pertengahan 2004.



“Saat itu kami berpikir kalau hanya punya satu toko maka stok busana yang bisa dipajang hanya sedikit. Akhirnya kami putuskan untuk buka toko kedua di ITC Fatmawati sehingga bisa lebih banyak lagi model baju yang bisa ditampilkan kepada konsumen,” ujar Susan.

Saat pertama kali membuka toko di ITC Kuningan, Sisca dan Suzanne belum mempunyai perancang khusus. Mereka biasanya melihat model dari internet atau ketika tengah jalan-jalan dan memberikan model itu kepada perancang untuk dibuatkan baju. Kini, mereka sudah menyewa perancang khusus untuk semua baju yang dijual di toko My Size.

Dalam menjalankan bisnisnya, Sisca dan Suzanne kerap menerima masukan dari para pelanggan setianya. Salah satu usulan dari pelanggan yang mereka penuhi adalah membuat produk busana ukuran besar untuk laki-laki. Pada 2009, My Size resmi menjual baju ukuran besar untuk laki-laki. Jadi, kaum lelaki yang mau mencari ukuran 2L hingga 8L bisa langsung mendatangi toko My Size yang kini sudah mempunyai 16 outlet di 9 kota di Indonesia.

Soal harga, Susan mengungkapkan tidak ada perbedaan antara harga busana ukuran 2L hingga 8L. Jadi, baju dengan motif tertentu dengan ukuran 2L dijual sama dengan baju yang sama untuk ukuran 8L.

“Ini biar perempuan yang bertubuh lebih besar tidak merasa mengalami diskriminasi. Kami membuat harga yang sama meski bahan yang diperlukan untuk 8L itu bisa dua kali lipat dibandingkan baju dengan ukuran 2L,” jelas Susan.

Semakin pesatnya perkembangan media sosial membuat Susan mulai aktif mempromosikan produk buatannya lewat Facebook, Twitter dan Instagram. Selain itu, My Size juga mempunyai laman sendiri yaitu www.mysizestore.com. Untuk memudahkan pelanggan mendapatkan produk My Size, bisa juga memesan secara online.

“Omset yang didapat dari penjualan online juga lumayan hampir sama dengan satu toko konvensional. Pelanggan yang memesan baju secara online tetapi ukurannya tidak cocok juga bisa menukarkan barang itu dengan produk yang sama tetapi ongkos pengiriman ditanggung oleh pembeli,” jelas Susan.



Harga baju yang dijual di My Size juga tidak terlalu memberatkan kantong, mulai dari Rp185 ribu hingga Rp450 ribu. Selama berkecimpung di bisnis baju berukuran besar, ada satu hal yang paling berkesan bagi Susan.

“Ketika awal-awal para pelanggan banyak yang tidak percaya diri karena tubuhnya yang besar. Tetapi, setelah memakai baju buatan My Size, mereka justru semakin percaya diri. Bahkan ada pelanggan yang minta dibuatkan baju yang agak seksi seperti sedikit terbuka di bagian dada. Ada juga yang sudah berani untuk pakai hot pants. Mereka juga sudah berani untuk memakai baju dengan warna yang terang dan tidak hanya hitam. Salah satu pelanggan kami juga ada yang sudah over confidence,” kata Susan sambil tertawa.

Setelah sukses membuka cabang di 9 toko, Sisca dan Suzanne masih punya satu keinginan lagi yaitu membuat produk My Size untuk anak-anak.
“Saya punya mimpi My Size dijual di satu gedung dengan tiga laintai di mana lantai pertama My Size perempuan di lantai dua My Size laki-laki dan di lantai tiga My Size anak-anak,” jelasnya.

Selama lebih dari satu dekade, My Size bukan hanya memanjakan perempuan bertubuh besar dengan busana yang modis, tetapi juga telah mampu memberikan kepercayaan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:05 WIB

Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi

Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:21 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:30 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan

Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:10 WIB

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Bukan Sekadar Buku Nasihat, Ini Alasan "4 You, Ladies" Berasa Seperti 'Teman Ngobrol' Sehari-hari

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:12 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×