Dirut Pertamina Mundur, Mafia Migas Mulai 'Dipinggirkan'

Doddy Rosadi

Senin, 29 Desember 2014 | 07:32 WIB
Dirut Pertamina Mundur, Mafia Migas Mulai 'Dipinggirkan'
Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan (kiri). [Antara/Andika Wahyu]

Suara.com - Industri migas khususnya minyak mengalami masa-masa suram di sepanjang 2014. Harga minyak dunia terus turun dan sempat di bawah 60 dolar Amerika. Melimpahnya stok minyak serta menurunnya permintaan menjadi pemicu anjloknya harga minyak dunia. Penolakan Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak memuat harga terus turun.

Kejadian lain yang menarik menjadi catatan dari sektor migas adalah mundurnya Dirut PT Pertamina Karena Agustiawan. Karen adalah perempuan pertama yang dipercaya menjadi orang nomor satu di BUMN Migas tersebut. Di bawah kepemimpinan Karen, kinerja PT Pertamia terus membaik.

Inilah sejumlah peristiwa di sektor migas yang layak menjadi highlight pada 2014:

Dirut Pertamina Mengundurkan Diri

Pada 18 Agustus, PT Pertamina membenarkan isu tentang mundurnya Karen Agustiawan dari kursi  Direktur Utama. Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir membenarkan Dirut Karen Agustiawan sudah mengajukan surat permohonan diri kepada perusahaan dan juga Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) per 13 Agustus lalu.

Menurut dia, pengunduran diri Karen murni alasan pribadi. Dia juga membantah Karen mundur karena adanya persoalan politik atau tentang kenaikan harga elpiji non subsidi. Di bawah tangan dingin Karen, Pertamina berubah dari BUMN yang merugi menjadi BUMN yang menguntungkan. Pada 2009, laba Pertamina hanya 1,55 miliar dolar Amerika. Satu tahun menjadi Dirut, Karen meningkatkan laba Pertamina menjadi 1,8 miliar dolar Amerika dan 2,4 miliar dolar Amerika pada 2011.

Sukses memimpin Pertamina membuat Karen masuk dalam daftar Asia's 50 Power Businesswomen" yang disusun majalah Forbes. Bukan itu saja, Karen juga membawa Pertamina menembus posisi 122 dalam daftar 500 perusahaan terbaik dunia yang disusun dalam daftar Fortune Global 2013. Prestasi itu berhasil dipertahankan pada tahun berikutnya.

Harga BBM Subsidi Naik

Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi pada hari Minggu (17/11/2014) pukul 21.00 WIB. Harga dua jenis BBM Bersubsidi naik sebesar Rp2.000 dari harga semula. Harga Premium ditetapkan dari Rp6.500 menjadi Rp8.500, harga solar ditetapkan dari Rp5.500 menjadi Rp 7.500.

Ini merupakan kali pertama kenaikan harga BBM subsidi disampaikan langsung oleh Presiden. Saat mengumumkan kenaikan harga tersebut, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan juga sejumlah Menteri Kabinet Kerja. Tidak ada sesi tanya jawab setelah Jokowi mengumumkan harga baru BBM subsidi.

Sesi tanya jawab baru dilakukan oleh Menteri Perekomomian Sofyan Jalil dan Menteri ESDM, Sudirman Said. Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia merespon positif keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Pada sesi pembukaan perdagangan, Selasa (18/11/2014), IHSG dibuka menguat 23 poin ke level 5.077. Hanya selang beberapa menit, IHSG langsung melonjak ke posisi 5.088 atau naik 0,6 persen.

Harga Minyak Dunia Anjlok

Harga minyak telah jatuh sekitar 50 persen sejak Juni lalu. Para analis menyebut hal ini disebabkan persediaan yang berlimpah, menguatnya dolar serta melemahnya permintaan akibat pelambatan ekonomi global. Rendahnya permintaan menjadi faktor utama turunnya harga minyak mentah dunia.

Biasanya, ketika permintaan turun dan mempengaruhi harga minyak, negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC langsung mengurangi produksinya. Dimulai dengan Arab Saudi yang secara de facto adalah pemimpin kartel minyak.

Arab Saudi akan langsung mengurangi produksi minyaknya agar harga minyak tidak terus anjlok. Namun, kali ini hal tersebut tidak terjadi. Arab Saudi tidak mau kehilangan pangsa pasarnya dari negara non-OPEC yang juga memproduksi minyak seperti Amerika Serikat. Akibatnya, supply minyak di pasar berlebih sementara permintaan rendah dan membuat harga terjun bebas.

Komite untuk Memberantas Mafia Migas

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membentuk Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi. Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri ditunjuk sebagai ketua tim tersebut dengan anggota gabungan perwakilan pemerintahan dan masyarakat.

Tugas pokok tim tersebut yaitu, meninjau ulang, mengkaji seluruh proses perizinan dari hulu hingga hilir. Harapannya, kebijakan dan aturan yang teridentifikasi menyuburkan praktik mafia migas akan dihapus atau diubah. Selain itu,  Komite Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi  juga kan menata ulang kelembagaan, termasuk di dalammya memotong mata rantai birokrasi yang tidak efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Ferdy Sambo Hingga Teddy Minahasa Jadi Pukulan Berat Bagi Polri, Kapolri Minta Maaf ke Masyarakat

Kasus Ferdy Sambo Hingga Teddy Minahasa Jadi Pukulan Berat Bagi Polri, Kapolri Minta Maaf ke Masyarakat

News | Sabtu, 31 Desember 2022 | 19:57 WIB

Kaleidoskop 2022, IHSG Sempat Cetak Rekor Baru di Level 7.318

Kaleidoskop 2022, IHSG Sempat Cetak Rekor Baru di Level 7.318

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2022 | 17:15 WIB

Ancaman Resesi Ekonomi AS, Harga Minyak Anjlok 3 Persen

Ancaman Resesi Ekonomi AS, Harga Minyak Anjlok 3 Persen

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×