Premium Langka di Bogor

Ardi Mandiri

Jum'at, 02 Januari 2015 | 05:15 WIB
Premium Langka di Bogor
SPBU

Suara.com - Pascapenurun bahan bakar minyak premiun dari Rp8.500 per liter menjadi Rp7.600 per liter. Masyarakat Kabupaten Bogor, Jawa Barat kesulitan mendapatkan premium di SPBU.

"Saya sudah melalui tiga pom bensin dari Parung menuju Bogor, premiun habis," kata Fitra, pengendara sepeda motor di Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (1/1/2015).

Pihaknya terpaksa membeli pertamax lagi. Padahal mau irit beli premium. Malah jadi melilit kesulitan mendapatkan premium sejak harga premiun turun jadi Rp7.600 per liter.

"Sekarang premiun sulit sekali, yang ada hanya pertamax jadi pertamax deh yang dibeli," katanya.

Sementara itu, Rohman petugas SPBU 34-16303 pertamina, mengatakan, premiun habis sejak tadi pagi. Hingga malam ini, belum juga datang dari Pertamina pusat.

"Tetapi stok pertamax masih ada, silahkan kalau mau beli," katanya di Jampang, Parung, Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, sejak pertama kali premium turun harga jadi Rp7.600 per liter pertanggal 1 Januari 2015, premium kembali jadi primadona masyarakat Bogor hingga stok kosong di SPBU. Karena selisih harganya cukup banyak hingga Rp900 per liter.

Pantauan di jalan raya Parung-Bogor, SPBU 34-16303 Pertamina dan SPBU 34-16309 Pertamina stok premiun kosong. Sedangkan SPBU 34-16301 Pertamina di Kemang Bogor tutup total karena stok premiun dan solar habis.

Sebelumnya, ketika premiun pertama kali naik jadi Rp8.500 per liter. Masyarakat Bogor, kata Epik, warga Bogor di Kemang, banyak beralih memakai pertamax karena selisihnya sedikit. "Tetapi sulit juga mendapatkan pertamax ketika selisih sedikit dengan premium," katanya.

Dampak dari kenaikan premium pertama kali di masa pemerintahan Jokowi. Semua harga bahan kebutuhan pokok dan biaya transportsi naik hingga 100 persen lebih.

"Tetapi, ketika harga premium turun, tetap saja harga normal seperti premium Rp8.500 per liter," katanya.

Tetapi kata, Epik, SPBU 34-16304 premiun masih ada. Namun antrian cukup panjang di jalur pengisian premium khusus sepeda motor.

Sementara itu, biaya transportasi angkutan kota Parung-Bogor tetap normal seperti premium Rp8.500 perliter, kata Mantud sopir angkot Parung-Bogor di Parung.

"Kami belum menerima perintah dari organda untuk menurunkan tarif angkot," katanya.

Walaupun premiun sudah turun harga Rp7.600 per liter. Sopir angkot tetap kesulitan mendapatkan premiun pascapenurunan harga premium di Kabupaten Bogor.

Lain, lagi halnya dengan pedagang ayam potong di Kemang, harga ayam potong sekarang masih Rp22.000 per kilogram. Sejak harga premium premium turun harga ayam tetap normal. Bahkan, kata Dia, di pasar harga ayam bisa mencapai Rp25.000 per kg sejak tanggal 31 Desember 2014 hingga 1 Januari 2015 di Kabupaten Bogor.

"Turun naiknya premiun tidak berpengaruh besar kepada pedagang ayam potong," katanya. Tetapi, lanjutnya, yang menjadi harga ayam potong mahal di pasaran karena harga harga pakan yang terus naik per kilogramnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fraksi Demokrat Buka Peluang Dukung Interpelasi

Fraksi Demokrat Buka Peluang Dukung Interpelasi

News | Selasa, 02 Desember 2014 | 05:00 WIB

Terkini

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

×