Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat

Dinda Rachmawati

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Risiko Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat
Pekerja Garmen Didominasi Perempuan, Kesadaran Kanker dan Deteksi Dini Perlu Diperkuat (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • MAS Arya Indonesia menyelenggarakan program Aloka sejak 2019 guna meningkatkan kesadaran pekerja perempuan terhadap risiko kanker.
  • Sejak 2024, kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal menyediakan edukasi, pelatihan pemeriksaan mandiri, dan layanan skrining kesehatan.
  • Inisiatif pencegahan kanker di tempat kerja tersebut telah berhasil memfasilitasi total 2.907 karyawan perempuan hingga saat ini.

Suara.com - Bekerja di industri garmen sering kali identik dengan aktivitas yang padat dan ritme kerja yang cepat. Di balik proses produksi yang berlangsung setiap hari, terdapat banyak pekerja perempuan yang menjadi bagian penting dalam menopang industri tersebut. 

Namun, di tengah kesibukan bekerja dan memenuhi tanggung jawab keluarga, perhatian terhadap kesehatan pribadi tidak jarang terabaikan.

Salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah kanker, terutama kanker payudara dan kanker serviks. Kedua jenis kanker tersebut menjadi penyakit yang penting diwaspadai perempuan karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. 

Kondisi ini membuat pemeriksaan dan deteksi dini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. Apalagi, pada pekerja perempuan di industri garmen, tantangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat semakin kompleks. 

Keterbatasan pengetahuan mengenai tanda-tanda awal kanker, stigma terhadap penyakit, hingga akses terhadap layanan skrining rutin dapat membuat sebagian perempuan memilih menunda pemeriksaan.

Padahal, deteksi dini dapat membantu menemukan adanya kelainan lebih cepat sehingga seseorang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang sesuai. 

Kesadaran untuk mengenali perubahan pada tubuh dan melakukan pemeriksaan secara berkala pun menjadi langkah yang tidak kalah penting.

Melihat kebutuhan tersebut, lingkungan kerja dapat menjadi salah satu ruang untuk meningkatkan literasi kesehatan. Informasi mengenai kanker tidak harus selalu disampaikan dalam suasana medis yang formal. 

Edukasi yang dilakukan secara terbuka dan mudah dipahami justru dapat membantu mengurangi rasa takut maupun stigma yang masih melekat.

baca juga

Upaya inilah yang dilakukan MAS Arya Indonesia melalui program Aloka yang diperkenalkan sejak 2019. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai risiko kanker, mengenali tanda-tanda peringatan sejak dini, sekaligus membuka akses terhadap layanan skrining dan perawatan preventif.

Sejak 2024, pelaksanaan program dilakukan melalui kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal. Kegiatannya mencakup sesi edukasi, pembelajaran praktis mengenai pemeriksaan mandiri, akses skrining, hingga diskusi interaktif mengenai kesehatan dan kesejahteraan.

Dengan membawa edukasi kesehatan ke tempat kerja, pembahasan mengenai kanker diharapkan menjadi lebih terbuka dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. 

Pendekatan tersebut juga memungkinkan pekerja memperoleh informasi dan akses pemeriksaan dengan lebih mudah di tengah rutinitas mereka.

“Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Melalui Aloka, kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka,” ujar Francisca Vina Oktavia, Assistant Manager Human Resources, MAS Arya Indonesia.

Sejak diterapkan, program tersebut telah memfasilitasi 2.907 karyawan dan jumlahnya terus bertambah. Inisiatif ini juga telah menjangkau seluruh karyawan perempuan di perusahaan melalui berbagai kegiatan peningkatan kesadaran dan keterlibatan karyawan.

Bagi pekerja perempuan, perhatian terhadap kesehatan seharusnya tidak menunggu munculnya keluhan. Mengenali kondisi tubuh, memahami faktor risiko, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menemukan perubahan yang tidak biasa merupakan bagian dari langkah preventif.

Pada akhirnya, membangun kesadaran mengenai kanker bukan hanya tentang pemeriksaan. Lebih dari itu, diperlukan lingkungan yang membuat perempuan merasa aman untuk bertanya, mendapatkan informasi yang benar, dan mengambil keputusan terkait kesehatannya.

“Meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan bukan hanya merupakan langkah yang tepat bagi karyawan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh,” tutup Rajitha Kamalchandra, Chief Executive Officer, MAS Arya Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Health | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Terkini

HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti

HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Tanggapan Menhut Raja Juli Terkait Uang Amplop dari Suhardiman Amby

Tanggapan Menhut Raja Juli Terkait Uang Amplop dari Suhardiman Amby

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Bambang Harymurti Usul RUU Perampasan Aset Beri Perlindungan bagi Harta Bersama Suami-Istri

Bambang Harymurti Usul RUU Perampasan Aset Beri Perlindungan bagi Harta Bersama Suami-Istri

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Shokz OpenDots 2 Resmi Masuk Indonesia, Bawa Dolby Audio dalam Desain Open-Ear Fashion

Shokz OpenDots 2 Resmi Masuk Indonesia, Bawa Dolby Audio dalam Desain Open-Ear Fashion

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:54 WIB

4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan

4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Sleman Siaga Karhutla, Lereng dan Hutan Gunung Merapi Jadi Perhatian

Sleman Siaga Karhutla, Lereng dan Hutan Gunung Merapi Jadi Perhatian

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:45 WIB

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Destry, Berpeluang Jadi Wanita Pertama Pimpin BI

DPR Jadwalkan Fit and Proper Test Destry, Berpeluang Jadi Wanita Pertama Pimpin BI

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20 Persen, Uangnya Paling Banyak Berputar di Sektor Ini

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20 Persen, Uangnya Paling Banyak Berputar di Sektor Ini

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar

Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38 WIB

×