Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta

Doddy Rosadi

Kamis, 12 Maret 2015 | 08:19 WIB
Usaha Pencacah Sampah Bisa Hasilkan Uang Rp250 Juta
Petugas menyortir sampah kering. (Antara/Aswadi Hamid)

Suara.com - Usaha pencacahan sampah plastik yang dilakukan organisasi swadaya masyarakat Kelompok Bontang Lestari Peduli binaan PT Badak LNG cukup menjanjikan dengan omzet yang dihasilkan mencapai Rp250 juta setiap bulan.

"Alhamdulillah setiap bulan kami menghasilkan sampah plastik sekitar 25 ton per dengan nilai mencapai Rp250 juta, sehingga usaha ini cukup menjanjikan," ujar pengurus Kelompok Bontang Lestari Peduli, Heru Nataguna, saat menerima kunjungan wartawan bersama manajemen PT Badak LNG di Bontang, Rabu, (11/3/2015).

Didampingi Manager Media, CSR dan External Relations PT Badak LNG Busori Sunaryo, ia mengatakan usaha pengolahan sampah plastik itu bermula adanya inisiatif dari masyarakat lokal, karena terjadi konflik di kalangan pemulung.

Seorang tokoh masyarakat setempat yakni Haji Thamrin berinisiatif untuk menciptakan lokasi usaha pencacahan plastik guna menampung hasil kerja pemulung dan membentuk organisasi swadaya masyarakat bernama "Kelompok Bontang Lestari Peduli".

Ide yang berawal dari penyelesaian konflik itu ternyata memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Terbukti, setelah beroperasi selama setahun, usaha ini tidak hanya mampu memberdayakan pemulung, tetapi juga masyarakat sekitar lokasi pencacahan plastik.

Dalam perkembangannya, kegiatan ini juga telah membangun jaringan kerja di antara pemulung di Kota Bontang.

"Usaha ini kami geluti sejak tahun 2010 dan hasilnya lumayan. Bahkan, para karyawan ada yang bisa membeli tanah dan mencicil motor serta membiayai anak-anaknya sekolah," ujarnya.

Heru mengakui usaha yang digeluti ini memang masih terbilang langka di Bontang karena belum begitu diminati masyarakat.

"Dalam sehari, karyawan kami bisa mengumpulkan sampah plastik yang telah dipisahkan sebanyak 70 kilogram," kata Haru yang saat ini memiliki sebanyak 50 tenaga pencacah.
Ia menjelaskan sampah plastik yang telah dipisahkan dan dicuci, kemudian dipilah antara yang keras dan lembut sebelum dimasukkan dalam mesin penggiling. Sampah plastik yang sudah diolah dikirim kepada pembeli di Surabaya, Jawa Timur.

"Hasil cacahan sampah plastik dibeli pemborong sehargaRp14.000 per kilogramnya, sedangkan bila memakai takaran ember dibeli dengan harga Rp6.000 per kilogram," paparnya.

Heru sangat berterima kasih kepada PT Badak LNG yang telah memberikan ruang dan bantuan, sehingga usaha yang digeluti saat ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan omzet yang cukup menjanjikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×