Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Mac Ho, Bangkit dari Kebangkrutan dan Sukses Berkat Cinta

Doddy Rosadi

Jum'at, 13 Maret 2015 | 12:00 WIB
Mac Ho, Bangkit dari Kebangkrutan dan Sukses Berkat Cinta
Mac Ho dan Eliza. (AsiaOne)

Suara.com - Cinta bisa bekerja secara misterius. Mac Ho menjadi salah satu saksi hidup dari misteri cinta. Pada 1997, di usia 39 tahun, dia mengalami masa-masa paling sulit. Gagal dalam bisnis menjahit membuat dia merugi 200 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2 miliar.

Bukan itu saja, Mac Ho juga terlilit utang sebesar 60 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp60 juta. Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga. Ayah mertuanya mengusir Mac Ho dari rumah karena dianggap sebagai pecundang.

Di titik terendah dalam hidupnya itu, Mac ambil bagian dalam paduan suara yang digelar di kuil di Waterloo Street. Di sana, dia bertemu dengan seorang akuntan bernama Eliza Yap.

“Setelah melakukan latihan di malam pertama, kami pergi untuk makan malam dan mulai berbicara. Kami kemudian makan malam bersama lagi pada dua malam berikutnya dan terus mengobrol. Pada malam ketiga, kami mulai berbicara tentang pernikahan,” katanya.

Pada malam keempat, Mac Ho menikah dengan Eliza. Keputusan mereka untuk menikah mengejutkan banyak orang. Mac Ho adalah laki-laki yang di ambang kebangkrutan sedangkan Eliza adalah akuntan dengan gelar MBA dari University of Hull dan menerima gaji besar dari perusahaan multinasional.

“Saya single dan tidak punya uang serta rumah, dia single dan akuntan. Dia sangat sempurna buat saya,” ujar Mac yang kini berusia 57 tahun.

Eliza (50 tahun) mengatakan,”Kami hanya berbicara tentang banyak hal. Meski dia tengah terpuruk, dia tidak memperlihatkan hal itu. Saya bekerja di perusahaan asing dengan ribuan karyawan dan saya sangat jarang melihat antusiasme seperti itu. Saya yakin bahwa orang dengan semangat seperti tidak bisa gagal selamanya,” kata Eliza.

Dengan bantuan dan dukungan Eliza, Mac Ho memulai lagi usahanya dari bawah. Dia pergi ke London untuk belajar menjadi ahli menjahit. Hari ini, dia dan istrinya mempunyai Raffles Tailor dan Raffles Suit Tailor di Marina Bay Link Mall.

Klien mereka berasal dari kalangan menengah ke atas termasuk konglomerat dari Rusia, Cina, India dan juga perusahaan besar di Shenton Way. Mac Ho adalah anak kelima dari delapan bersaudara.

Sejak usia muda, Mac Ho sudah rewel soal busana.

“Ibu saya tidak bisa menangani kami semua, jadi kami belajar untuk mengurus diri sendiri. Saya mencuci dan menggosok seragam sendiri,” katanya.

Mac juga kerap bergaul dengan temannya yang punya toko tekstil. Di usia 16 tahun, ketika duduk di kelas 3 SMA, dia memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah.

“Saya ingin mencari uang. Saya membayangkan kalau terus sekolah perlu waktu beberapa tahun sebelum saya bisa menghasilkan uang sendiri. Akan lebih cepat kalau saya tinggalkan sekolah dan memulai bisnis,” jelasnya.

Namun, niatnya itu tidak berjala sesuai rencana. Dia sempat membentuk grup musik dan tidak memulai bisnis. Setelah sempat mengikuti wajib militer, Mac mulai mendirikan toko penjahit di Katong Shopping Centre pada 1980.  Bisnis berjalan dengan lambat.

Dia tidak merugi dan hanya cukup untuk balik modal.  Mac pindah ke The Concourse di Beach Road untuk bisa meningkatkan bisnisnya. Apa lacur, keputusan itu merupakan sesuatu yang terburuk dalam hidup Mac. Bisnis jahitnya semakin terpuruk. Saat masa kontrak gedung habis pada 1997, dia menjadi lebih miskin Rp2 miliar dan punya utang Rp60 juta.

Saat itulah, Mac bertemu dengan Eliza yang menjadi ibu dari anak kembarnya. Berkat bantuan dan dorongan Eliza, Mac mampu mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang penjahit yang sukses.

“Dia mungkin tidak berpendidikan tinggi. Tetapi saya tahu dia akan menjadi sangat sukses karena dia mempunyai visi atas apa yang akan dilakukannya,” kata Eliza.

Cinta yang dicurahkan Eliza ternyata mampu membuat Mac bangkit dari kebangkrutan dan menjadi salah satu penjahit paling sukses di Singapura. (AsiaOne)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB