Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Beras Petani Hingga 4,5 Juta Ton

Laban Laisila

Selasa, 07 April 2015 | 03:15 WIB
Jokowi Perintahkan Bulog Beli Beras Petani Hingga 4,5 Juta Ton
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR Setya Novanto di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Senin (6/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perum Bulog untuk meningkatkan daya serap gabah dan beras dari petani yang semula target mencapai 2,7 juta ton menjadi empat 4,5 juta ton.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, permintaan peningkatan daya serap Bulog itu menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat terbatas yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta, Senin malam (6/4/2015).

"Inti masalahnya, Presiden ingin mengetahui tingkat produktivitas padi sejauh ini. Mentan melaporkan tentang produktivitas padi sampai dengan awal April. Kenyataannya, panen raya baru benar-benar panen raya mulai April ini. Kedua, bagaimana tingkat pengadaan pengadaan oleh Bulog. Kemampuan Bulog menyerap, padi atau beras dari panen ini," kata Sofyan.

Daya serap yang belum banyak ini, kata Sofyan, antara lain disebabkan dalam Instruksi Presiden ditetapkan sejumlah persyaratan seperti tingkat kadar air gabah kering yang tidak boleh terlalu tinggi dan juga tingkat "broken" pada beras.

"Akibatnya Bulog sampai sekarang itu pengadaannya masih terbatas. Target pengadaan Bulog sejauh ini adalah 2,7 juta ton yang sesuai dengan inpres, kemudian Presiden mengatakan, Bulog harus meningkatkan pengadaannya. Sisa yang dari 2,7 juta ton diharapkan Bulog akan mengadakan nanti sampai dengan angka 4-4,5 juta ton," katanya.

Penyerapan 2,7 juta ton tesebut, kata Sofyan merupakan target 2015, hingga saat ini menurut dia baru mencapai ratusan ribu ton.

"Tapi ini baru mulai musim panen. Karena panen raya itu terjadi penundaan, baru terjadi bulan April oleh sebab itu perintah Presiden kepada Bulog bersiap-siap untuk menyerap gabah pada musim panen saat in," katanya.

Sofyan menambahkan, target Bulog sesuai dengan inpres yaitu 2,7 juta ton, tetapi Jokowi menginginkan Bulog menyerap maksimum empat 4,5 juta ton. 

Selain pembelian melalui petani, Bulog juga, kata Sofyan dapat melakukan pengadaan komersial.

"Dengan dananya Bulog. Bulog menggunakan dana komersial untuk membeli dari petani, kemudian digunakan untuk operasi pasar. Diharapkan Bulog jadi pemain di pasar, kalau harga mahal, mereka jual, bila harga murah mereka beli," paparnya.

Dengan berbagai langka itu, kata Menko Perekonomian, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasional sehingga tidak perlu melakukan impor beras. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Beras yang Terlalu Putih

Waspadai Beras yang Terlalu Putih

Lifestyle | Kamis, 02 April 2015 | 06:16 WIB

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Bisnis | Rabu, 01 April 2015 | 06:15 WIB

Presiden: Menteri  Jangan Hanya Pantau Harga Bahan Pokok

Presiden: Menteri Jangan Hanya Pantau Harga Bahan Pokok

Bisnis | Senin, 30 Maret 2015 | 14:44 WIB

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2015 | 16:37 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×