Dolar AS Bervariasi Setelah Naik Tajam

Ririn Indriani

Kamis, 25 Juni 2015 | 06:44 WIB
Dolar AS Bervariasi Setelah Naik Tajam
Ilustrasi Dolar. (Shutterstock)

Suara.com -
Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah melonjak ke tingkat tertinggi dalam lebih dari dua minggu di sesi sebelumnya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 1,21 persen menjadi 95,468 pada akhir perdagangan Selasa, tingkat tertinggi sejak 8 Juni karena serangkaian data positif baru-baru ini telah memperkuat ekspektasi pasar kenaikan suku bunga tahun ini.

Indeks mengalami penurunan 0,10 persen menjadi 95,340 pada akhir perdagangan Rabu.

Di sisi ekonomi, Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Rabu bahwa angka akhir kuartal pertama produk domestik bruto (PDB) menurun pada tingkat tahunan 0,2 persen, di atas perkiraan sebelumnya kontraksi 0,7 persen dan sesuai dengan harapan.

Investor juga terus mengawasi situasi utang Yunani. Presiden Eurogroup Jeroen Dijsselbloem mengatakan pada Rabu bahwa pembicaraan Yunani dan zona euro tidak mencapai kesepakatan dan diatur untuk dimulai kembali pada Kamis.

Para analis mengatakan waktu berjalan keluar untuk Yunani dan para kreditor untuk mencapai kesepakatan sebelum negara itu membayar utang 1,6 miliar euro kepada IMF pada akhir bulan ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1202 dolar dari 1,1169 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5699 dolar dari 1,5715 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7707 dolar dari 0,7729 dolar.

Dolar AS dibeli 123,84 yen Jepang, lebih rendah dari 123,96 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS beringsut turun ke 0,9343 franc Swiss dari 0,9352 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2392 dolar Kanada dari 1,2336 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Terus Menguat

Dolar AS Terus Menguat

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2015 | 07:17 WIB

Dolar AS Menguat Lagi Pagi Ini

Dolar AS Menguat Lagi Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2015 | 07:33 WIB

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Dolar AS Menguat Didukung Laporan Pengangguran Positif

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2015 | 07:35 WIB

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Dolar Bervariasi karena Data Ekonomi AS Lemah

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2015 | 07:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×