Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Sepekan Puasa, Penukaran Uang di Solo Capai Rp844,9 Miliar

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 26 Juni 2015 | 02:15 WIB
Sepekan Puasa, Penukaran Uang di Solo Capai Rp844,9 Miliar
Mata uang Rupiah. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Meski baru memasuki pekan pertama puasa, namun jumlah pecahan uang baru yang ditukarkan masyarakat Solo ternyata sudah cukup tinggi. Yakni mencapai Rp844,9 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Ismet Inono mengatakan jumlah yang sudah ditukarkan oleh masyarakat mencapai 31 persen dari total nominal yang disiapkan sebesar Rp2,9 triliun.

Dari jumlah tersebut terdiri dari pecahan Rp100 ribu sebesar Rp388,2 miliar, Rp50 ribu telah sebesar Rp278 miliar, Rp20 ribu sebesar Rp60,5 miliar, Rp10 ribu penukarannya mencapai Rp57,2 miliar, Rp5 ribu sebeaar Rp43,2 miliar, serta sisanya merupakan pecahan Rp2.000, Rp1.000

"Serapannya cukup besar karena tahun ini penukaran uang tidak hanya dilayani BI tapi juga lima bank umum," jelasnya di Solo, Kamis (25/6/2015).

Dengan menggandeng lima bank besar, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank Jateng, lanjutnya, terbukti mengurangi panjang antrean masyarakat yang akan menukarkan uang di Bank Indonesia.

Ismet menuturkan tahun lalu masih menemui antrean panjang. Bahkan masyarakat sudah mengantre sejak pukul 02.00 WIB.

“Saat ini, antrian di BI tidak terlalu panjang. Kalau dulu, masyarakat sampai ada yang menunggu mulai jam 02.00 WIB atau Subuh. Selain itu, antrean juga lebih manusiawi. Mereka tidak lagi harus berpanas-panasan karena semuanya masih tertampung di tenda dan juga kita sediakan kursi,” ungkap Ismet.

Karena itu, pihaknya pun memberikan alokasi tambahan jika ada bank yang menginginkan. Sejauh ini sudah ada dua bank yang mengajukan penambahan kuota. Sementara, didistribusikan ke bank umum masing-masing dijatah Rp4,7 miliar.

"Dengan adanya lima bank yang membantu tidak hanya antrean yang berkurang tapi juga efektif mengurangi kegiatan jual beli rupiah di kalangan masyarakat. Sebab ada potensi mereka menjadi korban penipuan uang palsu," ujarnya.

Berkurangnya antrean juga disebabkan karena diberlakukannya aturan baru. Masyarakat wajib menyerahkan fotocopy untuk dimasukkan jaringan data. Satu orang, hanya diizinkan satu kali penukaran dalam seminggu. Sehingga dalam satu bulan maksimal hanya bisa empat kali.

"Tahun ini, diperkirakan ada 19 ribu masyarakat yang akan menukarkan uang pecahan kecil. Atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 13 ribu orang. Untuk setiap orang, dibatasi maksimal Rp3,9 juta saat penukaran dengan nominal uang bervariasi," paparnya.

Terpisah, Kepala kantor BRI Cabang Sudirman Solo Darwani mengemukakan, animo masyarakat dalam menukar uang baru cukup tinggi. Bahkan ada masyarakat yang rela menunggu sejak jam 02.00 WIB dan habis sahur. Padahal, jam penukaran baru dimulai pukul 07.30 WIB hingga 09.30 WIB. Setiap penukaran yang dilaksanakan pada Selasa dan Kamis, antrian dibatasi hingga 100 nomor. Sesuai aturan BI, penukaran maksimal Rp3,9 juta.

“Kami siapkan ruang khusus untuk penukaran, serta tenda dan kursi agar tidak panas,” terang Darwani. (Wijayanti Putri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mudik, Honda Angkut 2.400 Pemotor Pakai Kereta Api dan Bus

Mudik, Honda Angkut 2.400 Pemotor Pakai Kereta Api dan Bus

Otomotif | Kamis, 25 Juni 2015 | 20:55 WIB

Pos Kesehatan PMI Mulai Berdiri H-7 Lebaran

Pos Kesehatan PMI Mulai Berdiri H-7 Lebaran

Ramadan | Kamis, 25 Juni 2015 | 21:01 WIB

Ahok Larang PNS DKI Mudik Gunakan Mobil Dinas

Ahok Larang PNS DKI Mudik Gunakan Mobil Dinas

Ramadan | Kamis, 25 Juni 2015 | 18:28 WIB

Begini Cara Menjaga Kesehatan Selama Puasa

Begini Cara Menjaga Kesehatan Selama Puasa

Ramadan | Kamis, 25 Juni 2015 | 16:29 WIB

Jelang Arus Mudik, Pentolan-pentolan Preman Bakal Disikat

Jelang Arus Mudik, Pentolan-pentolan Preman Bakal Disikat

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 16:01 WIB

Penukaran Uang Receh

Penukaran Uang Receh

Foto | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:27 WIB

Beli Sembako Murah di Jakarta, Datang Saja ke Parkiran Kemendag

Beli Sembako Murah di Jakarta, Datang Saja ke Parkiran Kemendag

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2015 | 13:17 WIB

Hindari Minum Minuman Dingin Saat Berbuka

Hindari Minum Minuman Dingin Saat Berbuka

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2015 | 14:01 WIB

Pemprov DKI Beri Polda Metro Anggaran untuk Amankan Lebaran

Pemprov DKI Beri Polda Metro Anggaran untuk Amankan Lebaran

News | Kamis, 25 Juni 2015 | 12:26 WIB

Agar Harga Tak Mahal Selama Puasa, Pemerintah Lepas Operasi Pasar

Agar Harga Tak Mahal Selama Puasa, Pemerintah Lepas Operasi Pasar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2015 | 11:34 WIB

Terkini

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB