Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Perusahaan Asing Hengkang, KSPI Bantah Buruh Batam Pernah Sandera

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 09 Juli 2015 | 14:46 WIB
Perusahaan Asing Hengkang, KSPI Bantah Buruh Batam Pernah Sandera
Puluhan ribu buruh dari berbagai penjuru kota di Jabodetabek dan sekitarnya melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka Jakarta, Jumat, (1/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Said Iqbal menilai isu unjuk rasa buruh di Kota Batam menyandera manajemen perusahaan sengaja dibesar-besarkan untuk kepentingan tertentu. Hal tersebut kemudian dikait-kaitkan dengan hengkangnya beberapa perusahaan asing dari Batam.

“Nggak, itu berita hanya dibesar-besarkan saja. Nggak ada buruh yang sampai menyandera pihak manajemen perusahaan. Mereka kan kalau mau demo minta izin ke Disnaker, izinnya aksi damai nggak mungkin ada sampai menyandera,” kata Iqbal kepada Suara.com, Kamis (9/7/2015).

Menurut Iqbal aksi buruh sering dimanfaatkan agar mereka terkesan menyandera petinggi-petinggi di perusahaannya. Iqbal mengatakan kasus tersebut sering terjadi tak hanya di Batam.

“Jadi gini, kalau buruh menggelar demo itu mereka dihitung nggak masuk kerja. Ada dalam undang-undangnya, kalau buruh nggak masuk dalam lima hari maka mereka dinyatakan mengundurkan diri. Nah, para buruh ini biar nggak dianggap menggundurkan diri, mereka memaksa untuk masuk. Namun, ketika mau masuk pintu dikunci sama satpam dan sengaja nggak boleh masuk, terus digembok. Ini kan jadi terkesan mereka dikunci buruh, padahal nggak,” ujarnya.

Iqbal menambahkan setiap aksi buruh selalu dikawal polisi, jadi mustahil mereka sampai menyandera manajemen perusahaan karena polisi pasti cepat bertindak.

“Kalau memang disandera, polisinya dimana, masa enggak bertindak. Kan kalau demo selalu diawasi oleh polisi. Ini kan melebih-lebihkan. Buruh ini selalu menjadi tameng bagi mereka-mereka yang haus kekuasaan untuk disalahkan,” katanya.

Iqbal sangat tidak setuju dengan pernyataan Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepulauan Riau yang mengatakan hengkangnya perusahaan asing di Kota Batam akibat sering didemo buruh.

“Buruh itu hanya dijadikan tameng sama APINDO. Mereka juga enggak peduli apa yang sebenarnya diinginkan oleh buruh. Orang buruh demo aja mereka nggak peduli, ini kenyataan loh yang saya rasakan di lapangan. Saya kemarin kan ke Batam juga. Itu hanya menjadikan buruh sebagai tameng saja. Akui saja kalau memang Batam sudah tidak menarik lagi bagi investor. Kenyataannya seperti itu,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 13:42 WIB

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 12:41 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB