Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS

Laban Laisila

Rabu, 26 Agustus 2015 | 10:37 WIB
Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS
Seorang perajin tempe mendinginkan kedelai impor. (Antara/Ari Bowo)

Suara.com - Pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar AS ternyata bukan hanya berdampak pada barang eletronik saja tetapi juga dirasakan oleh para pengrajin tempe yang memperoleh bahan baku kedelai impor.

Rubiyono, salah seorang pengrajin tempe asal Tegalsari, Wonosari, Yogyakarta, mengatakan, saat ini harga kedelai sudah mencapai Rp7.400 padahal biasanya harga kedelai perkilogramnya hanya Rp 7 ribu.

"Sampai hari ini harga kedelai masih terus merangkak naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah," kata Rubiyono saat ditemui suara.com, Rabu (26/8/2015).

Rubiyono menambahkan, kendati kenaikannya tak sebesar kenaikan harga daging maupun ayam, namun jika harga kedelai terus merangkak naik maka bisa dipastikan para pengrajin tempe lainnya akan mengalami kerugian.

”Memang sampai saat ini imbasnya belum begitu saya rasakan, tapi kalau terus dibiarkan harga kedelainya naik, ya maka lama-kelamaan usaha saya ini dipastikan bisa merugi, karena harga produksinya kan pasti akan semakin mahal,” ujar Rubiyono.

Meski harga produksi tempe naik, kata Rubiyono, harga jual tempe tak bisa ikut naik dan salah satu cara mensiasatinya adalah memperkecil ukuran tempe yang diproduksi.

”Ya lebih baik saya akan mengurangi ukurannya tempenya saja, daripada saya harus menaikan harga. Soalnya kalau harga tempenya saya naikan nanti yang ada konsumen pada lari ke produsen lainnya cari yang murah, saya bisa tambah rugi,” ujar Rubiyono.

Sementara itu, Rubiyono berharap pemerintah dapat segera mencari solusi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat segera stabil agar tak semakin berimbas terhadap usahanya sebagai pengrajin tempe.

”Harapan saya ya semoga saja hal ini tidak berlangsung lama, dan cepat pulih harga - harganya,” kata Rubiyono. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sesi Pembukaan Rabu, Rupiah Masih Lemah dan IHSG Turun Lagi

Sesi Pembukaan Rabu, Rupiah Masih Lemah dan IHSG Turun Lagi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 09:51 WIB

Ekonom: Pemerintah Harus Ajak Pengusaha Tarik Aset di Luar Negeri

Ekonom: Pemerintah Harus Ajak Pengusaha Tarik Aset di Luar Negeri

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 08:52 WIB

Dolar Tembus Rp14 Ribu Tak Disangka Bakal Terjadi Bulan Ini

Dolar Tembus Rp14 Ribu Tak Disangka Bakal Terjadi Bulan Ini

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 06:24 WIB

Terkini

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB