Faisal Basri: Ekonomi Indonesia 2016 Bisa Tumbuh 5,4 Persen

Arsito Hidayatullah

Kamis, 17 September 2015 | 02:46 WIB
Faisal Basri: Ekonomi Indonesia 2016 Bisa Tumbuh 5,4 Persen
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi

Suara.com - Ahli ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri memperkirakan ekonomi Indonesia dapat terakselerasi hingga 5,4 persen pada 2016, meskipun tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global diyakini belum mereda sepenuhnya.

Dalam diskusi yang diselenggarakan sebuah radio di Jakarta, Rabu malam, Faisal mengatakan aliran investasi yang diperkirakan tumbuh hingga 6,0 persen pada 2016 akan menjadi pendorong terbesar pertumbuhan.

"Dampak dari deregulasi izin investasi akan sangat terasa tahun depan," kata dia.

Faisal menyambut baik rencana pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja anggaran pemerintah. Namun, menurut dia, di sisa waktu 2015 yang tinggal tiga bulan lagi, stimulus dari realisasi anggaran pemerintah tidak akan membantu perekonomian secara signifikan.

"Kita belum bisa lepas dari investasi swasta, makanya deregulasi itu harus serius," ujarnya.

Selain investasi, kata Faisal, konsumsi rumah tangga juga akan menopang pertumbuhan 2016. Dengan catatan, pemerintah mampu memulihkan daya beli masyarakat dan mengangkat konsumsi rumah tangga ke atas 5,0 persen, setelah turun ke 4,9 persen pada triwulan II 2015.

Faisal menuturkan salah satu kebijakan efektif untuk memulihkan daya beli adalah dengan penurunan bahan bakar premium. Di sisi lain, tren harga minyak dunia terus menurun.

Adapun menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, pertumbuhan ekonomi pada 2016 dapat mencapai asumsi sementara di Rancangan APBN 2016 sebesar 5,5 persen, asalkan konsumsi dan iklim investasi terjaga dengan baik.

Selain itu, pemerintah harus mampu mengeksekusi dengan baik anggaran fiskal dan menyusun program dan kebijakan yang tepat, seperti memulihkan daya beli masyarakat.

"Investasi dan konsumsi akan sangat terlihat transmisinya, khususnya juga berkaitan dengan stabilitas rupiah. Jika rupiah tidak stabil maka motif investasi jadi semakin rendah, lalu bila daya beli rendah dan pasar dalam negeri tertekan maka investasi tentu akan susah masuk, karena tidak ada permintaan," kata Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Kementerian PPN Bambang Prijambodo dalam kesempatan terpisah. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Genjot Perekonomian, Jokowi Harus Prioritaskan Indonesia Timur

Genjot Perekonomian, Jokowi Harus Prioritaskan Indonesia Timur

News | Minggu, 16 Agustus 2015 | 01:26 WIB

Ini Pidato Lengkap Jokowi Sampaikan RAPBN 2016

Ini Pidato Lengkap Jokowi Sampaikan RAPBN 2016

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 15:43 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×