Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Ririn Indriani

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 12:11 WIB
Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot
Perajin furnitur berbahan bambu. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Suara.com - Perdagangan aneka barang kerajinan berbahan baku bambu buatan masyarakat Bali ke pasaran eksor saat ini lesu dan kurang bergairah. Ini dikarenakan selain kondisi ekonomi global belum kondusif, juga bahan baku yang semakin langka.

"Cukup sepi pesanan aneka barang kerajinan berbahan baku bambu yang diterima dari konsumen luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat," tutur Made Sudanayasa, pengusaha dan pengrajin bambu di Gianyar Sabtu (10/10/2015).

Pengusaha luar negeri, lanjut dia, memang masih ada yang meminta aneka kerajinan bambu yang bentuknya sesuai gambar atau rancangan yang dibawa dari negaranya, tapi dalam jumlah terbatas dengan harga yang disepakati sebelumnya.

"Pesanan yang diterima seperti tempat tidur malas yang biasa dibuat menggunakan bahan kayu jati dan sejenisnya, kini bisa dibuat dengan bahan baku bambu," imbuh Made Sudanayasa.

Sementara bahan baku yang semakin terbatas di Bali disiasati dengan cara mendatangkan bambu dari Jawa dan lombok.

Soal ekspor kerajinan bambu dari Bali yang sedang lesu dibenarkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Made Suastika. Ia mengatakan bahwa perolehan devisa dari perdagangan aneka barang kerajinan berbahan baku bambu berkurang drastis periode tahun 2015 antara lain akibat ekonomi global yang lesu.

Sesuai catatan yang ada perolehan devisa dari aneka perdagangan kerajinan berbahan baku bambu hanya 5,8 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2015, hasil pengapalan sebanyak 4,3 juta pcs dengan tujuan utama ke Amerika Serikat, Jepang dan Australia.

Hasil perdagangan tersebut, menurut Made Suastika, melorot hingga 56,5 persen dalam perolehan devisanya jika dibandingkan perioda Januari-Agustus 2014 mencapai 13,5 juta dolar hasil pengapalan 5,3 juta pcs. Kerajinan bambu buatan Bali masih ada diekspor tetapi jumlahnya sedikit. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil

Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2015 | 11:09 WIB

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 09:45 WIB

Tas Perpaduan Rotan dan Kulit sudah Diekspor

Tas Perpaduan Rotan dan Kulit sudah Diekspor

Bisnis | Minggu, 16 November 2014 | 13:21 WIB

Bali Raup 32,32 Juta Dolar AS Ekspor Patung dan Cendera Mata

Bali Raup 32,32 Juta Dolar AS Ekspor Patung dan Cendera Mata

Bisnis | Minggu, 10 Agustus 2014 | 09:32 WIB

Separuh Hasil Kerajinan Patung Bali Diekspor ke Jepang

Separuh Hasil Kerajinan Patung Bali Diekspor ke Jepang

Bisnis | Rabu, 05 Maret 2014 | 10:59 WIB

Terkini

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB