Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil

Ririn Indriani

Minggu, 30 Agustus 2015 | 11:09 WIB
Ekspor Kerajinan Bali ke Prancis Stabil
Ilustrasi kerajinan khas Indonesia. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Perdagangan aneka barang kerajinan buatan masyarakat Bali ke Perancis cukup stabil, karena konsumen di negeri itu menyenangi barang jenis unik dan antik.

Ni Nyoman Kusuma, pengusaha aneka kerajinan Bali di Gianyar, Minggu mengatakan, beberapa jenis barang yang lancar pengepalannya ke Prancis dan negara Eropa lainnya seperti aneka barang perabotan rumah tangga, yang dibuat berbahan baku kayu, berbagai jenis pakaian jadi bukan rajutan, kerajinan berbahan baku batu padas dan sebagainya.

Nyoman Kusuma mengatakan, lancar perdagangan aneka barang kerajinan ke Perancis tentu berkat berkembangkan sektor pariwisata, karena semakin lancar transportasi udara, wisatawan asing asal Perancis dan Eropa lainnya akan semakin ramai ke Pulau Dewata.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali melaporkan, cukup stabil perolehan devisa aneka kerajinan dari Prancis selama 2015 hingga Juni mencapai 10,7 juta dolar AS bertambah lima persen jika dibandingkan periode yang sama 2014 hanya 10,1 juta dolar.

Masyarakat Prancis yang memiliki kesenangan terhadap aneka kerajinan jenis antik dari Bali mengimpor sekitar 10,35 persen pakaian bukan rajutan buatan masyarakat daerah ini menyusul patung batu padas sekitar sebelas persen dari yang diekspor selama Juni.

Di samping itu sekitar 6,69 persen perabotan rumah tangga yang diperdagangkan ke mancanegara selama Juni, dikapalkan dan memasuki pasar Perancis, serta sekitar 3,35 persen kerajinan berbahan baku kulit seperti sandal, baju dan tas dibeli konsumen Perancis.

Banyak pengusaha luar negeri membeli aneka barang kerajinan khas Bali untuk dijual kembali di negerinya, ujar pengusaha usia muda itu sambil menyebutkan konsumen Perancis membeli terbanyak aksesoeri asal Pulau Dewata di antara 26 negara pembeli di kawasan Eropa.

Konsumen asal Spanyol ada diurutan kedua pembeli terbanyak di kawasan Eropa, barang kerajinan Bali dan nonmigas lainnya ke negeri itu seharga 9,3 juta dolar selama Januari-Juni 2015, kemudian Belanda dan Inggris masing-masing bernilai 7,4 juta dan 7 juta dolar.

Ramai masyarakat Eropa melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata, dapat dipastikan akan berpengaruh besar terhadap perdagangan luar negeri Bali ke kawasan itu terutama barang cinderamata dan hasil pertanian lainnya.

Turis Eropa yang datang berlibur ke Pulau Dewata cukup ramai dan meningkat dari sekitar 65,749 orang selama Juni 2015 menjadi 97.802 orang bulan berikutnya dan secara keseluruhan yakni Januari-Juli tercatat sebanyak 452.313 orang atau 19,61 persen dari seluruh turis asing ke Bali 2,2 juta orang. (Antara)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Permudah Ekspor Furnitur dan Kerajinan ke Eropa

Pemerintah Permudah Ekspor Furnitur dan Kerajinan ke Eropa

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 18:27 WIB

Ekspor Indonesia Turun 2,1 miliar dolar AS

Ekspor Indonesia Turun 2,1 miliar dolar AS

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2015 | 12:46 WIB

Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2015 | 09:25 WIB

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Devisa Hasil Kerajinan Bali Turun 13 Persen

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 09:45 WIB

Terkini

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:46 WIB

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:44 WIB

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

×