Array

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Hingga 4,8 Persen

Selasa, 17 November 2015 | 20:10 WIB
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Hingga 4,8 Persen
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia memprediksikan pertumbuhan ekonomi pada 2015 berada dikisaran 4,7 hingga 4,8 persen. Hal tersebut lantaran masih ada sentimen global yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

"Jadi tadi berdasarkan hasil kajian BI, pertumbuhan ekonomi pada 2015 ini diperkirakan sekitar 4,7 persen sampai 5,1 persen. Tapi kalau didalami lagi mungkin sekitar 4,7 sampai 4,8 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat menggelar konferensi pers di gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).

Selain itu, lanjut dia, BI juga memprediksikan inflasi tahun ini berada dibawah tiga persen. Tapi pihaknya belum berani mematok angka tersebut.

"Kondisi inflasi kalau kita lihat sudah lebih rendah dan terjaga, kita prediksikan bisa dibawah 3 persen. Tapi kita lihat dulu sampai akhir November 2015," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI