"Utak-atik" Songket, Pengusaha Ini Raup Puluhan Juta per Bulan

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 12 Desember 2015 | 06:12 WIB
"Utak-atik" Songket, Pengusaha Ini Raup Puluhan Juta per Bulan
Usaha kain songket Mirzani. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Perkembangan zaman yang semakin modern menuntut para pelaku usaha untuk mengembangkan produk-produknya terutama dibidang fesyen agar bisa bersaing di pasar nasional, khususnya produk-produk yang menggunakan kain-kain nusantara.

Seperti yang dilakukan Mirzani, pengusaha kain songket asal Palembang ini, terinspirasi dari para pedagang batik yang menyulap kain dengan model yang lebih modern, ia pun menyulap kain songket Palembang menjadi model pakaian lebih terlihat fashionable dengan berbagai macam gaya. Tak hanya orang tua, remaja bahkan anak-anak pun kini senang menggunakan kain songket baik untuk dipakai sehari-hari maupun pada acara tertentu.

“Awalnya coba-coba saja. Tapi kan saya pikir lagi kalau modelnya gitu aja, hanya untuk acara adat pasarnya sedikit sekarang. Karena orang sudah jarang juga kalau menikah menggunakan ritual adat, sudah bernuansa modern. Nah untuk memperluas pangsa pasar, kita coba cari model buat kain songket, biar bisa dipakai kapan saja. Misalnya dibikin rok yang bisa dipakai segala usia,” kata Mirzani saat berbincang dengan suara.com.

Mirzani bercerita, untuk membesarkan usaha kain songket yang lebih fashionable tidak mudah. Pasalnya membutuhkan modal yang tidak sedikit. Mirzani harus merekrut beberapa karyawan yang bisa membuat model-model modern agar bisa diterima dimasyarakat.

“Kan saya yang buat kain songketnya. Terus untuk urusan jahit menjahit hingga menjadi pakaian jadi saya butuh karyawan juga. Sempat kekurangan modal, sempet putus asa juga. Akhirnya coba pinjam sana sini ternyata alhamdulilah sekarang sudah jalan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk memulai usaha kain songket ini dia hanya memiliki modal usaha Rp3 juta rupiah. Dengan modal tersebut, Mirzani memberanikan diri untuk menyewa sebuah kontrakan untuk memulai bisnisnya tersebut.

“Saya dulu hanya modal Rp 3 juta. Saya buat bayar kontrakan, terus beli bahan dan benang. Saya tenun sendiri semuanya. Terus saya juga beli peralatan segala macam untuk memulai usaha ini. kira-kira tahun 2009 yang lalu saya mulainya. Tapi modalnya ya masih kain gitu belum dimodelin,” katanya.

Setelah jadi satu kain songket, ia mulai memasarkan dan menjualnya. Namun, karena Mirzani belum memiliki konsumen, ia mulai menjualnya kepada warga sekitar yang tinggal di dekat kontrakannya tersebut. Dari situlah ia mulai ditolak, tapi ia berpantang surut.

Setahun kemudian, ternyata kerja kerasnya membuahkan hasil. Dimana, masyarakat mulai mengenal kain songket buatannya. Pembelinya kala itu tidak hanya masyarakat yang tinggal di Palembang, beberapa wisatawan asal Jawa dan Jakarta mulai berdatangan untuk membeli kain songket buatannya.

“Perlahan-lahan memang. Awalnya orang Palembang, terus mereka promosikan dari mulut ke mulut akhirnya banyak juga yang datang dari Jakarta, Yogyakarta datang,” katanya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ia berpikir untuk memperluas pangsa pasarnya yakni dengan mengubah kain songket menjadi pakaian yang modern. Ternyata, usahanya tak sia-sia, berkat idenya tersebut kini kain songket dengan gaya modern mampu membawa karyanya menembus pasar internasional.

“Alhamdululilah sekarang sudah bisa ekspor. Itu berkat ada wisatawan asing asal Malaysia dulu datang, terus dibawa ke sana ternyata teman-temannya pada suka. Akhirnya permintaan dari Malaysia semakin banyak. saya bisa ekspor kesana. Terus ke Vietman juga sama Jepang. Modelnya banyak, ada rok ada dress banyak bentuknya,” ujarnya.

Untuk harga kain songket yang dijual Mirzani, dibanderol mulai dari Rp200 ribu-Rp25 juta. “Kalau baju kisarannya Rp300 ribuan sampai Rp500 ribu. Kalau ekspor ada itung-itungannya, kan harus dimasukan anggaran cargonya,” ungkap Mirzani.

Kini, usahanya yang dirintis sejak 2009 silam, sudah mampu mengantongi omzet Rp50 juta per bulan. Dan ia sudah mampu mempekerjaan karyawan sebanyak 15 orang. Ia pun berharap, kain songket ini bisa memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya akan kebudayaan.

“Selain bisnis, saya juga berniat memperkenalkan kain songket dan Palembang ini kepada dunia kalau Indonesia ini sangat kaya sekali akan kebudayaannya, jadi bisa menarik wisatawan asing. Jadi menguntungkan semua pihak,” kata Mirzani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Jadinya Jika Songket Palembang Berpadu dengan Mawar

Ini Jadinya Jika Songket Palembang Berpadu dengan Mawar

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2015 | 13:46 WIB

Shafira Usung Songket Silungkang di Couture Fashion Week

Shafira Usung Songket Silungkang di Couture Fashion Week

Lifestyle | Rabu, 02 September 2015 | 19:50 WIB

Museum Tekstil Pamerkan Ratusan Songket Milik Kolektor

Museum Tekstil Pamerkan Ratusan Songket Milik Kolektor

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2015 | 17:36 WIB

Mengungkap Makna di Balik Songket

Mengungkap Makna di Balik Songket

Lifestyle | Sabtu, 20 Desember 2014 | 13:32 WIB

Terkini

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

×