Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Harga Minyak Dunia Turun Tajam Lagi

Ririn Indriani

Sabtu, 12 Desember 2015 | 08:49 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Tajam Lagi
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak turun tajam lagi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah Badan Energi Internasional (IEA)  memperkirakan kelebihan pasokan minyak global akan terus memburuk sampai akhir 2016.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 1,14 dolar AS atau 3,1 persen, menjadi berakhir di 35,62 dolar AS per barel, tingkat terendah sejak Februari 2009.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk Januari, patokan global, turun 1,80 dolar AS (4,5 persen) menjadi ditutup pada 37,93 dolar AS per barel di London, tingkat yang terakhir terlihat di tengah krisis keuangan global 2008.

WTI telah merosot hampir 11 persen dalam sepekan terakhir dan Brent jatuh hampir 12 persen.

"Pasar terus mencari titik terbawahnya," kata Gene McGillian dari Tradition Energy.

"Keputusan minggu lalu oleh OPEC tidak mengubah kebijakan dan terus memompa minyak sebanyak yang mereka bisa dalam sebuah gambaran fundamental yang suram, terus mendorong harga yang lebih rendah."

Dalam laporan bulanannya, IEA memperingatkan pada Jumat bahwa persediaan global "akan terus bertambah setidaknya sampai akhir 2016." Badan itu mengatakan produksi minyak mentah OPEC yang sedikit lebih tinggi menyumbang terhadap sebagian besar peningkatan pasokan minyak dunia pada November, sementara pasokan non-OPEC tidak berubah dan pertumbuhan permintaan tahunan melambat.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memproduksi sekitar 40 persen dari pasokan minyak global, berusaha untuk mengusir produsen-produsen berbiaya lebih tinggi dari pasar.

"Ada bukti strategi yang dipimpin Saudi mulai bekerja," kata IEA, menambahkan bahwa mereka memperkirakan pasokan non-OPEC turun 600.000 barel per hari pada tahun depan, karena penurunan produksi minyak serpih dari Amerika Utara.

"Komentar dari IEA telah ... membuat WTI dan Brent jatuh secara agresif, setelah mereka menunjukkan bahwa pasokan tak henti-hentinya akan melihat harga minyak lebih rendah memasuki tahun baru," kata analis James Hughes dari perusahaan perdagangan GKFX. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Mulai Naik di Perdagangan Asia

Harga Minyak Mulai Naik di Perdagangan Asia

Bisnis | Rabu, 09 Desember 2015 | 22:48 WIB

Harga Minyak Dunia Merosot ke Posisi Terendah

Harga Minyak Dunia Merosot ke Posisi Terendah

Bisnis | Rabu, 09 Desember 2015 | 06:00 WIB

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Dunia Alami Penurunan

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Dunia Alami Penurunan

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2015 | 07:41 WIB

Harga Minyak Dunia Berakhir Turun Pada Jumat

Harga Minyak Dunia Berakhir Turun Pada Jumat

Bisnis | Sabtu, 28 November 2015 | 08:06 WIB

Terkini

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB