Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Hemat 1,5 Juta Dengan Mengatur Keuangan Pribadi, Mau?

Angelina Donna

Senin, 28 Desember 2015 | 08:00 WIB
Hemat 1,5 Juta Dengan Mengatur Keuangan Pribadi, Mau?
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan dalam menghemat pengeluaran bulanan anda, salah satunya adalah dengan cara mengatur anggaran keuangan pribadi Anda. Barangkali tak pernah terpikirkan oleh anda untuk membuat anggaran pengeluaran rutin setiap bulannya, atau bisa jadi Anda telah terbiasa melakukannya, namun tidak menemukan formula yang pas dalam melakukan penghematan terhadap pos-pos pengeluaran Anda.

Sangat sayang bukan, bila ternyata di dalam pengeluaran rutin bulanan anda ada banyak pos yang bisa dihemat sedemikian rupa sehingga Anda dapat menekan pengeluaran hingga Rp.1.5 juta rupiah tiap bulannya.

Anggaran pribadi dapat dibuat dengan cara yang mudah, jadi Anda tidak perlu khawatir dengan segala kesulitan dan kerepotan yang mungkin akan Anda temukan nantinya. Bila membuatnya dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel pada komputer atau laptop terasa menyulitkan bagi Anda, maka Anda bisa membuatnya dengan cara melakukan pencatatan yang sederhana pada sebuah buku tulis saja.

Setiap orang tentu memiliki standar yang berbeda dalam cara mengatur anggaran keuangan mereka, namun pada akhirnya semua anggaran tersebut dimaksudkan untuk tujuan yang sama, yaitu sebagai gambaran dari siklus keuangan selama periode tertentu.

Untuk membuat anggaran keuangan pribadi yang efisien, cermati beberapa langkah di bawah ini:

1. Lakukan Pengelompokan untuk Berbagai Pengeluaran

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat pengelompokan terhadap seluruh pengeluaran tetap bulanan Anda. Tuliskan setiap kelompok pengeluaran utama bulanan Anda, seperti: pengeluaran untuk makan, pengeluaran untuk tempat tinggal (biaya sewa, kontrak, atau cicilan rumah), pengeluaran untuk trsnportasi, serta pengeluaran yang lainnya.

Setelah mengelompokkannya secara garis besar (pokok), buatlah penjabaran dari kelompok tersebut, contohnya: di dalam pengeluaran makan, Anda perlu menambahkan pengeluaran belanja kebutuhan dapur setiap bulannya, biaya makan di luar rumah, pengeluaran membeli air minum dan pengeluaran-pengeluaran lainnya.

2. Tandai Jenis Pengeluaran yang Sifatnya Wajib Dipenuhi

Anda harus membuat identifikasi terhadap setiap pengeluaran bulanan Anda, hal ini penting dilakukan untuk menentukan dan memisahkan pengeluaran yang wajib Anda keluarkan setiap bulannya, seperti: biaya sewa atau cicilan rumah, biaya makan dan transportasi. Hal ini juga penting untuk menandai dan membatasi Anda dalam melakukan pengeluaran yang tidak wajib, seperti: biaya untuk rekreasi, biaya untuk makan di restoran dan biaya lainnya yang sifatnya bisa dihindari

3. Hitung Jumlah Pengeluaran Per Bulan

Buatlah perkiraan jumlah pengeluaran untuk setiap kelompok pengeluaran yang telah Anda tentukan berdasarkan pengalaman anda dari pengeluaran di bulan-bulan sebelumnya. Hal ini akan sangat membantu Anda untuk menentukan jumlah besaran pengeluaran dan penghematan yang dapat Anda lakukan setiap bulannya.

4. Hitung dan Sesuaikan Jumlah Penghasilan Per Bulan

Pada tahap ini Anda dapat menyesuaikan jumlah penghasilan dengan pengeluaran bulanan serta jumlah tabungan bulanan anda. Bila ternyata pengeluaran yang anda anggarkan terlalu besar bila dibandingkan dengan penghasilan bulanan Anda, maka Anda perlu mengurangi atau meniadakan sejumlah pengeluaran tidak wajib di dalam anggaran bulanan Anda, hal ini juga dapat dilakukan bila Anda menginginkan jumlah uang yang lebih besar untuk dimasukkan ke dalam tabungan bulanan Anda.

5. Hitung Pengeluaran Wajib dan Tidak Wajib Anda

Langkah ini dapat Anda lakukan dengan cara memisahkan dan menghitung jumlah pengeluaran wajib dan pengeluaran tidak wajib yang Anda keluarkan setiap bulannya. Ingatlah selalu bahwa pengeluaran tidak wajib adalah pengeluaran yang pada dasarnya dapat Anda hindari atau bahkan Anda tiadakan sekalipun, karena itu rasanya tidak akan sulit bagi Anda untuk setidaknya mengurangi jumlah pengeluaran tersebut. Pastikan jumlah pengeluaran tidak wajib Anda lebih kecil bila dibandingkan dengan pengeluaran wajib setiap bulannya.

Bila meniadakan pengeluaran tidak wajib terasa sulit bagi Anda, maka anda dapat mengurangi setengah dari jumlah pengeluaran tidak wajib tersebut, misalnya: bila pengeluaran wajib Anda sebesar Rp6 juta rupiah per bulan dan pengeluaran tidak wajib Anda sebesar Rp3 juta rupiah, maka Anda dapat memotong dan menghemat pengeluaran tidak wajib tersebut sebesar Rp1,5 juta rupiah setiap bulannya. Hal ini cukup mudah untuk dilakukan bukan?

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Pengertian dan Cara Kerja Phone Banking

15 Cara Liburan Murah nan Menyenangkan

8 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 06:50 WIB

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Bisnis | Rabu, 11 Desember 2024 | 17:14 WIB

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Foto | Selasa, 16 Mei 2023 | 19:21 WIB

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

Your Say | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB