PT KAI: Tarif Sejumlah KA Turun 1 April 2016

Ardi Mandiri

Rabu, 30 Desember 2015 | 06:02 WIB
PT KAI: Tarif Sejumlah KA Turun 1 April 2016
Ilustrasi loket di stasiun kereta.

Suara.com -  PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi IV Semarang menyebutkan besaran tarif untuk sejumlah kereta api akan mengalami penurunan per 1 April 2016 dengan adanya subsidi pemerintah berupa "public service obligation (PSO)".

"Sebenarnya penurunan tarif KA ada dua tahap, pertama per 1 Januari 2016 khusus KA Kedungsepur relasi Stasiun Poncol Semarang-Stasiun Ngrombo Grobogan," kata Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) IV Semarang, Gatut Sutiyatmoko di Semarang, Selasa.

Untuk penurunan tarif per 1 April 2016, kata dia, dilakukan untuk beberapa KA, yakni KA Tegal Ekspres relasi Tegal-Jakarta dari Rp60-75 ribu menjadi Rp50 ribu, dan KA Maharani relasi Semarang-Surabaya dari Rp75-90 ribu menjadi Rp50 ribu/tempat duduk.

Penurunan tarif itu, kata dia, berdasarkan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik atau PSO (Public Service Obligation) Nomor PL.102/A.682/DJKA/12/15 dan HK.221/XII/53/Ka-2015 antara Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan PT KAI.

Dengan adanya kontrak PSO yang ditetapkan tanggal 22 Desember itu, kata dia, penurunan besaran tarif untuk KA-KA kelas ekonomi itu bisa dilakukan karena ada subsidi, apalagi okupansi KA-KA ekonomi tersebut selama ini memang relatif tinggi.

"Untuk KA Tegal Ekspres dan KA Maharani, okupansinya selama ini rata-rata memang di atas 50 persen. Dengan adanya penurunan tarif itu minat masyarakat kian tinggi sehingga dimungkinkan (tingkat keterisian penumpang, red.) bisa lebih tinggi lagi," katanya.

 Selain KA Tegal Ekspres dan KA Maharani, kata dia, penurunan tarif rencananya juga akan dilakukan untuk KA-KA ekonomi lainnya, seperti KA Kertajaya yang melayani jurusan Surabaya-Jakarta, KA Tegal Arum relasi Tegal-Jakarta, dan KA Tawang Jaya relasi Semarang-Jakarta.

Namun, kata dia, penentuan besaran tarif seiring adanya subsidi PSO untuk ketiga KA ekonomi itu, yakni KA Kertajaya, KA Tegal Arum, dan KA Tawang Jaya yang rencananya akan diterapkan mulai 1 April 2016 itu masih menunggu keputusan lebih lanjut.

"Sejauh ini, yang besaran tarifnya sudah ditentukan baru tiga KA, yakni KA Kedungsepur menjadi Rp10 ribu per 1 Januari 2016, kemudian KA Tegal Ekspres menjadi Rp50 ribu dan KA Maharani menjadi Rp50 ribu yang diberlakukan per 1 April 2016," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT Semen Indonesia Hendak Kembali Gunakan Jalur Kereta

PT Semen Indonesia Hendak Kembali Gunakan Jalur Kereta

Bisnis | Jum'at, 25 Desember 2015 | 09:22 WIB

Rizal Ramli: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Serius

Rizal Ramli: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Belum Serius

Bisnis | Rabu, 23 Desember 2015 | 13:19 WIB

Terkini

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

×