Rachmat Gobel Tegaskan PHK PT Panasonic Cuma 500 Karyawan

Tomi Tresnady, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 06 Februari 2016 | 12:43 WIB
Rachmat Gobel Tegaskan PHK PT Panasonic Cuma 500 Karyawan
Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong saat serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8). [Antara]

Suara.com - Executive Advisor PT Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel membantah isu pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT Panasonic Indonesia.

"Jadi ada pemberitaan PHK itu tidak demikian," ujar Rachmat dalam diskusi Persepktif Indonesia tentang PHK dan Perekonomian Kita, Rumah Makan Gado-Gado Boplo, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

Mantan Menteri Perdagangan ini menuturkan, dalam industri terjadi persaingan pasar, oleh karena Panasonic melakukan penelitian dan pengembangan dalam produknya, untuk bersaing terhadap penjualan produk. Tak hanya itu, adanya persaingan membuat Panasonic, merubah produk dengan teknologi yang relevan.

"Itu kan industri memang ada persaingan, kita harus memenangkan persaingan. Makanya kita melakukan produk development dan produk efektivitas. Kebetulan produk yang kita buat lampu CFL ( bohlam) menjadi LED ( light emitting diode), ini produk masa depan yang ramah lingkungan," ucapnya

Oleh karena itu, Panasonic merubah strategi terhadap jelang Masyarakat Ekomomi Asean (MEA). Kata Gobel, sebelumnya PT Panasonic memiliki tiga pabrik dan dimerger menjadi dua pabrik.

"Apalagi cost produksi semakin murah, jadi kita merubah strategi, otomatis kita melakukan pengurangan tenaga kerja. Yang tadinya ada tiga pabrik menjadi dua pabrik, jadi efektifitas ini jelang MEA. Ada 15.000 karyawan kita, yang pengurangan hanya 500 orang," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hindari PHK, Menaker Koordinasi dengan Chevron, Toshiba, Ford

Hindari PHK, Menaker Koordinasi dengan Chevron, Toshiba, Ford

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2016 | 22:09 WIB

Kemenperin Beberkan Kondisi Panasonic dan Toshiba Saat Ini

Kemenperin Beberkan Kondisi Panasonic dan Toshiba Saat Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2016 | 17:58 WIB

Istana Klaim Panasonic dan Toshiba Tak Pecat Buruh

Istana Klaim Panasonic dan Toshiba Tak Pecat Buruh

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 12:52 WIB

Pemerintah Belum Dapat Info Resmi Toshiba dan Panasonic Tutup

Pemerintah Belum Dapat Info Resmi Toshiba dan Panasonic Tutup

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 12:44 WIB

BKPM Klarifikasi Alasan Panasonic dan Toshiba Tutup Pabrik

BKPM Klarifikasi Alasan Panasonic dan Toshiba Tutup Pabrik

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 12:33 WIB

Buruh Panasonic dan Toshiba Dipindah ke Bogor

Buruh Panasonic dan Toshiba Dipindah ke Bogor

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 12:25 WIB

Dipecat Kompas TV, 3 Wartawan Siap Tempuh Jalur Hukum

Dipecat Kompas TV, 3 Wartawan Siap Tempuh Jalur Hukum

Press Release | Minggu, 13 Desember 2015 | 15:32 WIB

Kena PHK, Wartawan Gugat Cakra TV

Kena PHK, Wartawan Gugat Cakra TV

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 14:53 WIB

Begini Cara Pemerintah Cegah PHK Saat Ekonomi Melemah

Begini Cara Pemerintah Cegah PHK Saat Ekonomi Melemah

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 17:23 WIB

Tahun Lalu, 59 Ribu Karyawan Bank di-PHK

Tahun Lalu, 59 Ribu Karyawan Bank di-PHK

Bisnis | Senin, 30 Maret 2015 | 08:52 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×