Keputusan Indonesia Ikut MEA Dinilai Gegabah

Adhitya Himawan

Jum'at, 12 Februari 2016 | 13:20 WIB
Keputusan Indonesia Ikut MEA Dinilai Gegabah
Sejumlah wanita melakukan aksi teatrikal saat unjuk rasa menolak pemberlakuan MEA [suara.com/Oke Atmaja]

Peneliti Senior  Mazhab Djaeng for Multicultural Studies and Social Science Malang, Hasbullah Halil mengatakan keputusan  pemerintah melibatkan Indonesia dalam persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah keputusan yang salah dan gegabah. Pasalnya, sejauh ini masyarakat Indonesia belum sepenuhnya siap menghadapi persaingan global tersebut.

"Dengan berlakunya MEA, maka masyarakat kecil akan semakin tertindas, tenaga kerja Indonesia akan tergantikan oleh tenaga kerja asing yang notabanenya sudah dipersiapkan secara kemampuan sejak lama. Apabila hal ini dibiarkan, maka kemiskinan di Indonesia akan semakin meningkat," kata Halil di Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Menurut Halil, MEA hanya akan membawa dampak buruk bagi Indonesia, hegemoni kapitalis global akan semakin merajalela, eksploitasi sumber daya alam kita hanya akan menguntungkan pihak asing, sementara rakyat Indonesia hanya akan menerima efek buruknya.

Selain itu, kata alumnus Hubungan Internasional Universitas Muhamadiyah Malang itu, dengan berlakunya MEA, maka, mau tidak mau pemerintah akan membangun infrastruktur yang mendukung, yang mana infrastruktur tersebut hanya akan dinikmati oleh para pengusaha, terutama pengusaha dari negara lain, sementara kaum pribumi menengah ke bawah hanya menjadi penonton yang tidak berdaya karena minim kemampuan.

"Semakin banyak pembangunan infrastruktur, maka akan semakin banyak lahan-lahan produktif yang akan digantikan dengan bangunan berupa jalan tol, pelabuhan, hotel, apartemen, dan bangunan beton lainnya," ucap dia.

Halil pun menegaskan, mentok-mentok masyarakat kita hanya akan menjadi 'babu' di negeri sendiri, itupun kalau tenaganya masih dibutuhkan, kalau tidak? mau makan apa mereka? lihat saja, kebutuhan dasar saja kita sudah impor, beras, singkong, garam, dll. Belum lagi kebutuhan yang lain, pakaian produk Indonesia kalah saing dengan pakaian produk negara lain. Dalam bidang industri otomotif, sambung dia, Indonesia tidak punya apa-apa, semuanya dikuasai Amerika. 

"Banyak perusahaan tambang di negeri ini, mulai dari minyak, gas, nikel, sampai emas, tapi semuanya bukan punya Indonesia. Lantas kita mau bersaing di bidang apa?," tanya dia.

Direktur Riset dan Advokasi Mazhab Djaeng, Anhar Putra Iswanto memberikan pandangan berbeda mengenai MEA. Menurutnya, MEA tidak boleh dilihat secara pesimis, harus dilihat dengan optimis.‎ Indonesia sudah terlanjur masuk ke dalam sistem, tidak mungkin keluar dengan tangan kosong atau tanpa resiko.

"Jalan satu-satunya ya harus kita hadapi, segala kelemahan yang kita miliki harus dirubah agar menjadi kekuatan. Karenanya, hal yang harus dilakukan sekarang adalah meningkatkan kualitas, skill, kemampuan dan daya saing. Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi, bukan malah konflik," tegas dia di Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Anhar menilai sejauh ini pemerintah kurang mempersiapkan kemampuan masyarakatnya, sehingga rasa pesimis itu selalu menjadi masalah tersendiri bagi Indonesia. Maka, yang harus dilakukan sekarang adalah mendorong pemerintah agar memberikan pelatihan-pelatihan khusus dalam berbagai bidang. 

"Selain itu, yang harus diperkuat adalah kualitas pendidikan, karena dengan begitu maka Indonesia akan memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas dan siap bersaing dengan manusia dari negara lain," kata dia. 

Anhar optimis Indonesia akan siap menghadapi MEA, meski belum sepenuhnya siap bersaing dengan bangsa lain, mengingat SDM yang lemah, sehingga tenaga kerja asing mendominasi pangsa kerja di Indonesia. 

"Sementara, MEA adalah peluang bagi Indonesia menciptakan lapangan kerja (padat karya) semakin luas, meningkatnya daya saing internasional, memaksimalkan potensi manusia Indonesia, dan membangun hubungan yang baik dengan negara lain," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mulai September 2026, Purbaya Ubah Strategi Ekonomi RI Hadapi Era Perdagangan Bebas

Mulai September 2026, Purbaya Ubah Strategi Ekonomi RI Hadapi Era Perdagangan Bebas

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Mendag Dorong Pembentukan Indonesia  Belarus Business Council

Mendag Dorong Pembentukan Indonesia Belarus Business Council

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 17:20 WIB

Punya Pasar 179,8 Juta Jiwa, RI Bidik Peluang Dagang Lewat FTA Indonesia - EAEU

Punya Pasar 179,8 Juta Jiwa, RI Bidik Peluang Dagang Lewat FTA Indonesia - EAEU

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 16:53 WIB

Tingkatkan Ekonomi, Saatnya Indonesia Bangun Industri Terintegrasi Pelabuhan di ALKI

Tingkatkan Ekonomi, Saatnya Indonesia Bangun Industri Terintegrasi Pelabuhan di ALKI

Bisnis | Senin, 18 Maret 2024 | 11:40 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×