Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Kecewa Tak Garap KA Cepat, Ada Pejabat Jepang Sebut RI Berkhianat

Siswanto

Minggu, 21 Februari 2016 | 13:33 WIB
Kecewa Tak Garap KA Cepat, Ada Pejabat Jepang Sebut RI Berkhianat
Lokasi pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung [Antara/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia lawatan hampir sepekan ke Jepang baru-baru ini. Selain melakukan kunjungan dagang dan memberikan ceramah di Persatuan Pelajar Indonesia Ehime, Bahlil juga menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat setempat, diplomat, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, para pengusaha muda Jepang serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Yusron Ihsa Mahendra.

Bahlil mengatakan HIPMI menangkap Jepang sangat kecewa karena gagal menggarap proyek prestisius kereta api cepat Jakarta-Bandung. Sebab itu, Bahlil mengusulkan agar Presiden Joko Widodo kembali merangkul negeri Sakura dalam berbagai pengerjaan proyek infrastruktur dan transportasi di Tanah Air.

“Ada kekecewaan yang berat dari pihak Jepang, termasuk pemerintahnya. Itu yang kita tangkap. Makanya kita usul agar Bapak Presiden memulihkan kepercayaan Jepang kepada kita dengan merangkul dalam berbagai proyek pembangunan lainnya,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada Suara.com, Minggu (21/2/2016).

Bahlil mengatakan kekecewaan tersebut lantaran Jepang yakin sekali bahwa Indonesia akan memilih mereka menjadi mitra strategis dalam pembangunan transportasi kereta cepat Jakarta Bandung. Pasalnya, Jepang telah menjadi mitra strategis dalam membantu pembangunan sejak tahun 1970-an.

“Ini bukan soal hanya persaingan kedua negara, atau persaingan bisnis. Tapi Jepang kan sudah terbukti menjadi mitra strategis kita dalam membangun infrastruktur sejak lama. Bukan ujug-ujug datang bawah proposal. Dia yakin kita teman sejatinya,” kata Bahlil.

Saking kecewa, ujar Bahlil, seorang pejabat Jepang sempat menilai Indonesia telah berkhianat terhadap Jepang yang telah menjadi mitra sejatinya selama lebih dari empat dekade.

Sebagaimana diketahui pemerintah kemudian memilih perusahaan asal Cina untuk menggarap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. Padahal, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memasukkan proyek tersebut dalam agenda untuk mengejar proyek-proyek infrastruktur di luar negeri guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi domestik.

Pemerintah Indonesia beralasan, pemilihan perusahaan Cina tersebut sebab proyek tersebut merupakan kesepakatan B to B dan tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Hipmi sendiri berpandangan proyek tersebut dinilai feasible secara ekonomi-politik, selagi tidak menggunakan APBN dan tidak merugikan atau menghilangkan aset negara di perusahaan negara yang menjadi mitra perusahaan Cina tersebut. Proyek kereta super cepat tersebut diperkirakan menelan biaya Rp78 triliun atau sekitar 635,8 miliar yen (4,3 miliar dolar AS).

Bahlil mengatakan peranan Jepang dalam membangun perekonomian Indonesia selama ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Salah satu ciri khas investasi Jepang di kita itu dia sifatnya jangka panjang, masuk ke sektor riil, dia berani bangun manufaktur otomotif, dan dia masuk dalam labor intensive. Dia serap banyak tenaga kerja. Komitmennya jangka panjang dan memberi nilai tambah pada perekonomian,” ujar Bahlil.

Data Hipmi Research Center menunjukkan Jepang menduduki peringkat ketiga dengan nilai rencana investasi di Indonesia mencapai Rp100,6 triliun, meski masih di bawah Cina dan Singapura. Investasi Jepang pada 2015 tersebut naik 130 persen jika dibandingkan dengan capaian pada 2014 di posisi Rp43,7 triliun.

Tak hanya itu, Jepang merupakan pangsa pasar ekspor nonmigas utama Indonesia setelah Amerika Serikat. Pada Januari 2016, ekspor nonmigas terbesar Indonesia yakni ke Amerika Serikat dengan total 1,23 miliar dolar AS atau 13,10 persen, disusul Jepang 1,04 miliar dolar AS atau 11,11persen dan Tiongkok 886,7 juta dolar AS atau 9,44 persen. Sedangkan untuk ekspor ke ASEAN sebesar 1,92 miliar dolar AS atau 20,48 persen dan ke Uni Eropa 1,16 miliar dolar AS atau 12,40 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

60 Persen Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Dilakukan oleh Indonesia

60 Persen Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Dilakukan oleh Indonesia

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 10:49 WIB

Bappenas Desak KCIC Percepat Pengerjaan Proyek Kereta Cepat

Bappenas Desak KCIC Percepat Pengerjaan Proyek Kereta Cepat

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2016 | 20:04 WIB

Gubernur Jabar Bersikeras Proyek Kereta Cepat Harus Jalan Terus

Gubernur Jabar Bersikeras Proyek Kereta Cepat Harus Jalan Terus

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2016 | 18:02 WIB

Ada Potensi Penghematan Rp12 Triliun Buat Bangun Kereta Cepat

Ada Potensi Penghematan Rp12 Triliun Buat Bangun Kereta Cepat

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2016 | 16:23 WIB

Ini Pesan Menteri KLHK Soal Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung

Ini Pesan Menteri KLHK Soal Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Selasa, 09 Februari 2016 | 18:04 WIB

Terkini

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

×