Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI: Peredaran Uang Palsu di Jatim Makin Meningkat

Ardi Mandiri

Kamis, 25 Februari 2016 | 02:49 WIB
BI: Peredaran Uang Palsu di Jatim Makin Meningkat
Uang palsu [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mencatat temuan uang palsu di wilayah itu meningkat sekitar 3.000 lembar dari tahun 2014 yang mencapai 11.279 lembar, kemudian tahun 2015 mencapai sebanyak 14.610 lembar.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Komunikasi dan Layanan Publik Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Hestu Wibowo di Surabaya, Rabu meyakini peningkatan itu bukan karena jumlah kasusnya atau yang membuat uang palsu meningkat, melainkan sisa uang palsu lama yang baru ditemukan oleh aparat penegak hukum.

"Dugaan uang palsu yang beredar dan ditemukan di Jatim belum lama ini merupakan sisa dari penggunaan dana pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 september 2015 lalu, mengingat biasanya beredarannya hanya menjelang lebaran," katanya.

Ia mencatat untuk tahun 2016, hingga Februari total uang palsu yang sudah ditemukan sebanyak 3.154 lembar, dan terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.

Temuan itu, kata Hestu dilakukan di beberapa tempat di Jawa Timur, seperti di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, kemudian di Kabupaten Jember.

"Oleh karena itu BI terus berupaya menekan beredarnya uang palsu, dengan kita galakkan Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) untuk meminimalisir potensi pemalsuan uang yang sekarang ini semakin canggih," katanya.

Hestu mengatakan, GNNT hanyalah salah satu satu instrumen yang bisa dipakai untuk memperkecil peluang peredaran yang palsu, karena yang paling utama adalah kesadaran masyarakat terhadap sistem pembayaran yang sah.

"Kesadaran masyarakat ini juga berangkat dari sosialisasi program 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang saat menerima uang di beberapa lokasi," katanya.

Hestu mengatakan kasus pemalsuan sudah terjadi sejak era orde baru, namun aksi semacam itu tidak banyak dipublikasikan media, seperti halnya isu korupsi.

"Sejalan dengan era keterbukaan informasi, beragam kasus termasuk korupsi dan pemalsuan uang jadi sering diangkat ke permukaan saat ini," katanya.

Ia berharap, GNNT yang sudah digalakkan sejak 14 Agustus 2015 mampu mengedukasi masyarakat tentang jasa sistem pembayaran yang sah di Tanah Air, dan BI akan terus melakukan pengawasan kegiatan sistem pembayaran. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peredaran Uang Palsu di Bali Meningkat

Peredaran Uang Palsu di Bali Meningkat

Bisnis | Senin, 07 Desember 2015 | 10:20 WIB

Usai Pesta Seks, Dua PSK Lapor Polisi Karena Dibayar Duit Palsu

Usai Pesta Seks, Dua PSK Lapor Polisi Karena Dibayar Duit Palsu

News | Jum'at, 20 November 2015 | 19:26 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×