Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura

Yazir Farouk

Rabu, 02 Maret 2016 | 00:04 WIB
Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura
Ilustrasi boikot [shutterstock]

Suara.com - Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto mengatakan sampai sekarang produk tisu Indonesia produksi Asia Pulp & Paper masih diboikot jaringan supermaket di Singapura. Menurut dia, pemboikotan ini mengindikasikan adanya suatu persaingan yang tidak sehat dalam industri bubur kertas (pulp) dan kertas saat ini.

"Perusahaan sudah beberapa kali mendatangi pemerintah Singapura terkait pemboikotan ini, tapi pemerintah berkilah bahwa pemboikotan ini dilakukan lembaga sosial masyarakat SEC atau bukan pemerintah," kata Sulistiyanto di Ogan Ilir, Palembang, Selasa (1/3/2016).

Lebih lanjut Sulistiyanto mengatakan pemboikotan yang kemudian dilanjutkan dengan kampanye hitam berupa ajakan untuk meninggalkan produk dari sejumlah perusahaan asal Indonesia ini memberikan citra buruk bagi produk industri Tanah Air.

"Perusahaan menemukan muncul berbagai gambar di media sosial yang mencantumkan empat perusahaan yang produknya diboikot. Dua perusahaan merupakan bagian dari APP, tapi dua lagi bukan. Lucunya ditambahkan satu lagi yakni APP, padahal APP ini bukan perusahaan," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Lingkungan Singapura (Singapore Environment Council/SEC) mencabut sementara label hijau atau produk ramah lingkungan untuk perusahaan Universal Sovereign Trading (distributor tissu APP). Hal itu dilakukan untuk investigasi terkait pembakaran hutan pada pertengahan Oktober 2015.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin pernah mengatakan negara akan membantu untuk menyelesaikan persoalan ini karena berkaitan dengan perkembangan industri pulp dan kertas Tanah Air. Salah satu caranya, pada tahun ini pemerintah menargetkan industri bubur kertas menembus peringkat enam dari sembilan di dunia setelah dioperasikan pabrik OKI Pulp & Paper di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Adanya kampanye hitam pemboikotan produk ini merupakan bagian dari persaingan usaha di luar negeri, yang bisa saja merasa terancam dengan munculnya OKI Pulp. Oleh karena itu, bangsa ini harus cerdas menyikapinya, mau memiliki industri sendiri yang menghasilkan barang jadi atau mempersilakan negara lain memasukkan barangnya ke Indonesia," kata Saleh menjelaskan. (Antara)

BACA JUGA: 

Ini Bahayanya Gunakan Koran untuk Bungkus Makanan

Jangan Pernah Mengonsumsi Sayur Bersantan Bersama Gorengan

Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo

6 Fakta Menarik Soal Ereksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 18:43 WIB

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 13:55 WIB

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 20:09 WIB

Perguruan Tinggi Kanada Diminta Stop Investasi dari "Hasil Kejahatan Israel"

Perguruan Tinggi Kanada Diminta Stop Investasi dari "Hasil Kejahatan Israel"

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 14:50 WIB

Terkini

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×