Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BCA Raih Laba Bersih Rp18 Triliun di Akhir Tahun Lalu

Adhitya Himawan

Kamis, 03 Maret 2016 | 20:32 WIB
BCA Raih Laba Bersih Rp18 Triliun di Akhir Tahun Lalu
Direksi BCA memaparkan kinerja keuangan tahun 2015 di Jakarta, Kamis (3/3/2016). [AntaraAgung Rajasa]

PT Bank Central Asia (BCA) Tbk berhasil mencatat laba bersih Rp18 triliun pada tahun 2015 atau bertumbuh 9,3 persen dari tahun 2014 yang sebesar Rp16,5 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/3/2016). Jahja mengatakan bahwa 2015 merupakan tahun yang positif untuk kinerja bisnis dan keuangan BCA.

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan portofolio kredit dan biaya bunga ('cost of funds') yang lebih rendah, di mana pendapatan bunga bersih tumbuh 12 persen menjadi Rp35,9 triliun dari tahun sebelumnya," ujar Jahja.

Selain itu, dia menambahkan, faktor lain yang mendukung adalah adanya pertumbuhan pendapatan operasional lain sebesar 28,5 persen atau mencapai Rp12 triliun dibanding tahun 2014.

Portofolio kredit BCA sendiri tercatat sebesar Rp387,6 triliun selama tahun 2015, atau tumbuh 11,9 persen dari tahun 2014. Pertumbuhan ini tercatat di seluruh segmen terutama pada segmen kredit korporasi yang meningkat 17,2 persen menjadi Rp141,3 triliun pada tahun 2015.

Kredit komersial dan UKM BCA juga naik sembilan persen menjadi 146,2 triliun. Kenaikan juga terjadi pada kredit konsumer yang bertumbuh 8,9 persen menjadi Rp100,5 triliun pada tahun 2015.

Pada tahun 2015, program KPR BCA tumbuh 8,7 persen menjadi Rp59,4 triliun, sementara kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 9,6 persen menjadi Rp31,6 triliun. "Outstanding" kartu kredit juga meningkat 8,1 persen menjadi 9,5 triliun.

Posisi permodalan dan likuiditas BCA juga dinyatakan segat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 18,7 persen dan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) yaitu 81,1 persen per31 Desember 2015.

Peningkatan DPK BCA juga mencatat pertumbuhan jumlah dana pihak ketiga (DPK) pada tahun 2015, naik 5,8 persen atau Rp25,8 triliun menjadi Rp473,7 triliun.

Peningkatan ini berasal dari rekening dana transaksional giro dan tabungan ("Current accounts and savings accounts"/CASA) yang merupakan porsi terbesar dari total DPK yaitu 76,1 persen.

"Di tengah gejolak ekonomi pada tahun 2015 CASA BCA bertumbuh 7,1 persen menjadi Rp360,3 triliun pada akhir tahun 2015," kata Jahja.

Giro BCA tumbuh 7,7 persen menjadi Rp115,7 triliun dibandingkan tahun 2014, sementara tabungan meningkat 6,8 persen menjadi Rp244,6 triliun di tahun 2015.

Namun, dana deposito BCA hanya bertumbuh 1,7 persen atau Rp113,4 triliun, yang merupakan catatan terendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurut BCA, hal ini terjadi karena sejalan dengan kebijakan penurunan suku bunga deposito BCA secara bertahap pada tahun 2015.

Selanjutnya, pada tahun 2015, level kredit bermasalah (NPL) gross BCA berada di 0,7 persen sedikit meningkat dari 2014 yang 0,6 persen, dengan rasio cadangan kredit bermasalah sebesar 322,2 persen.

"Memasuki tahun 2016, BCA tetap mengedepankan kebijakan dan langkah yang berhati-hati, tetap waspada dan siap untuk situasi yang tidak terduga. Kami tetap menyadari bahwa potensi peningkatan kredit bermasalah pada sektor perbankan Indonesia secara keseluruhan dapat memberikan efek berantai terhadap kualitas kredit BCA, tetapi kami memperkirakan semuanya masih pada tingkat yang dapat ditoleransi," ujar Jahja. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang

Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 06:00 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB