- Bank Jakarta resmi mengubah alamat situs web menjadi bankjakarta.co.id dalam acara transformasi digital di Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).
- Direktur Utama Agus H. Widodo menyatakan perubahan domain bertujuan menghadirkan pengalaman layanan perbankan digital yang lebih modern serta intuitif.
- Langkah pembaharuan sistem ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing institusi serta membangun kepercayaan penuh dari seluruh masyarakat.
Suara.com - Bank Jakarta resmi mengganti alamat situs resminya dari bankdki.co.id menjadi bankjakarta.co.id sebagai bagian dari transformasi digital perseroan.
Perubahan tersebut diperkenalkan bersamaan dengan acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026). Transformasi digital ini diarahkan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern, mudah digunakan, intuitif, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan perubahan alamat situs bukan sekadar pergantian domain. Perseroan juga ingin membangun pengalaman digital yang mencerminkan transformasi Bank Jakarta sebagai institusi perbankan.
“Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric,” ujar Agus.
Menurut Agus, perkembangan Jakarta sebagai kota global perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan perbankan. Bank Jakarta harus mampu menjadi institusi yang modern, profesional, sehat, dan kompetitif, sekaligus tetap dekat dengan masyarakat.
Karena itu, perseroan menempatkan transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan membangun kepercayaan nasabah. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut tampilan situs, tetapi juga pengalaman masyarakat ketika berinteraksi dengan Bank Jakarta melalui kanal digital.
“Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik,” tegasnya.
Agus mengatakan Bank Jakarta juga ingin membangun daya saing berdasarkan kualitas layanan, bukan hanya karena statusnya sebagai bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun,” katanya.