Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Dana Potensi Zakat di Indonesia Mencapai Rp400 Triliun

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Juli 2016 | 07:48 WIB
Dana Potensi Zakat di Indonesia Mencapai Rp400 Triliun
Sejumlah umat muslim membayar zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (1/7). [Antara]

Potensi zakat yang ada di Indonesia saat ini bisa mencapai Rp400 triliun, hanya saja masih ada masalah dalam "marketing" dan peruntukannya yang terkait dengan kepercayaan masyarakat kepada lembaga pengelola zakat selama ini.

Hal itu terungkap dalam diskusi yang diadakan Keluarga Islam Britania (Kibar) Colchester, United Kingdom, pada penghujung Ramadhan usai acara buka puasa bersama dengan pembicara Hilman Latief, Ph.D yang diundang KBRI London mengisi acara selama Ramadhan di Inggris.

Murniati Mukhlisin, Ph.D, dosen Essex Business School, Selasa (5/7/2016) menyebutkan pelaporan terhadap penyaluran dana zakat yang telah dikumpulkan selama ini belum berjalan dengan maksimal.

Sementara itu muzakki atau pembayar zakat semakin cerdas dan akan mempertanyakan dikemanakan uang mereka. Untuk membangun gedung lembaga pengelola dan gaji pengurus atau untuk apa.

Hal senada juga diungkapkan Hilman Latief, dari Lembaga ZIZ Muhammadiyah (Lazizmu) mencontohkan bahwa tidak semua pengurus pada level pimpinan Muhamadiyah, misalnya tak memanfaatkan Lazismu sebagai wadah menyalurkan zakat.

Diperlukan edukasi bahwa muzakki dapat meminta kepada amil tempatnya menyalurkan dana untuk menyalurkan kepada orang-orang yang diinginkannya, ujarnya.

Berat membangun kesadaran ini, karena faktor kepercayaan dan keterbukaan. Ada lembaga besar yang tidak mau berbagi data, ada yang disembunyikan.

Guna mengurai persoalan tersebut pemerintah mengeluarkan undang-undang mengatur aspek legalisasi lembaga amil zakat. Semua lembaga amil harus mendapatkan legalitas dari pemerintah, termasuk takmir masjid. Ini akan mulai diberlakukan November mendatang.

Bila tidak tersertifikasi namun tetap melakukan pemungutan akan ada sanksi, ujarnya menambahkan upaya tersebut dilakukan untuk menertibkan data dan pertanggung jawabannya.

Dikatakan ada sistem yang dibuat sistematis. Dengan demikian kontribusi zakat ini akan mampu memberdayakan masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ke depan, katanya, sumber daya manusia akan diperhatikan sebagai bagian dari human security. Pemerintah, kata dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, akan melakukan penguatan administrasi kelembagaan.

Dalam kesempatan yang sama Dr (Cand) Luqyan Tammani yang telah lama tunak berkhidmat dalam kegiatan micro finance syariah saat ini ketidakpercayaan masyarakat kepada lembaga negara masih terasa. Oleh karena itu lembaga-lembaga yang cenderung berkembang adalah yang diinisasi oleh masyarakat.

BAZ daerah misalnya kurang transparan sehingga berdampak pada tidak sampainya zakat tersebut pada masyarakat sangat miskin. "Pemerintah juga terkesan enggan menggunakan institusi Islam secara penuh," kata Luqyan yang pernah bekerja di Islamic Relief, Inggris dan World Bank ini.

Menurutnya Islamic Relief di UK dikelola dengan manajemen profesional. Kantornya darurat, tidak bermewah-mewah serta petugasnya selalu siap dan sigap. Luqyan menambahkan tren peningkatan pendapatan masyarakat dengan melebarnya kelas menengah harus diiringi institusi terpercaya oleh kelas menengah itu sendiri.

Termasuk misalnya bila mampu membantu masyarakat Muslim di luar negeri. Harus ada umat Islam menjangkau umat Muslim di luar Indonesia. Lembaga Pendamping Ahmad Jamaan, dosen FISIP Universitas Riau mengatakan ada lembaga yang dapat menjadi mitra penyaluran dana masyarakat tersebut.

Dia memberi contoh Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat (FLipmas) Batobo, di Riau dan Kepulauan Riau yang lima tahun belakangan melakukan mendampingan penguatan ekonomi masyarakat. Hanya, kata dia, pengalamannya di lapangan lebih pada menyalurkan dana dari community development perusahaan.

Oleh karena itu sistem pertanggungjawabannya lebih kepada perusahaan yang mempercayakan penyalurannya. "Ada dua pertanggungjawaban kami lakukan. Pertama administrasi dan keuangan, kedua progress di tingkat masyarakat yang mendapatkan bantuan itu sendiri. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara periodik," katanya.

Dalam diskusi yang dipandu Hadi Soesanto, Ph.D, dosen Matematika Essex University ini, Hilman Latief menyatakan lembaga seperti itu dapat dijadikan mitra pendamping.

Dikatakannya bila punya banyak uang maka belum tentu siap menyalurkannya. Apa betul bisa dibawa ke penguatan ekonomi. Seberapa besar berdampak dan bagaimana polanya? Dia mengatakan ada larangan di Lazmu untuk mengelola langsung dana kegiatan ekonomi kecuali bermitra.

Tujuannya untuk mengurangi kegagalan, karena kata dia, jarang terdengar ada cerita sukses tentang pendampingan ekonomi akibat keterbatasan dan kapasitas.

Di lembaga zakat harus ada pengawas syariah yang mengerti akuntan.

Luqyan dan Murniati menyatakan hal senada. Ada bagusnya lembaga BAZ tidak langsung menangani ekonomi. Memang harus bermitra dengan orang lapangan. Pendampingan ekonomi harus sesuai kebutuhan masyarakat, apakah perlu bantuan tunai atau micro finance.

Hilman menambahkan, ada lembaga mitra yang menyalurkan dana untuk membentuk klinik gratis namun ditempatkan di lingkungan mewah atau tempat tersembunyi.

Padahal akses kesehatan sebenarnya ada di rural. Dia juga menyebutkan di tingkat masyarakat infaq lebih suka disalurkan untuk pembangunan masjid dari pada perbedayaan ekonomi, dan kesehatan karena lebih cepat terlihat. Bantuan untuk kegiatan pencegahan penyakit berupa penyuluhan dan latihan jarang menjadi fokus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembayaran Zakat di Masjid Istiqlal

Pembayaran Zakat di Masjid Istiqlal

| Jum'at, 01 Juli 2016 | 17:28 WIB

Penyerahan Serentak Zakat Menteri Kabinet Kerja

Penyerahan Serentak Zakat Menteri Kabinet Kerja

| Kamis, 30 Juni 2016 | 13:49 WIB

Jokowi Bawa Tradisi Baru di Istana, Bayar Zakat Bareng Via Baznas

Jokowi Bawa Tradisi Baru di Istana, Bayar Zakat Bareng Via Baznas

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 13:28 WIB

Sudah Belanja Lebaran, Jangan Lupa Bayar Zakat

Sudah Belanja Lebaran, Jangan Lupa Bayar Zakat

| Rabu, 29 Juni 2016 | 12:45 WIB

Presiden Jokowi Bagikan Sembako Kepada Warga Bogor

Presiden Jokowi Bagikan Sembako Kepada Warga Bogor

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 15:32 WIB

Jokowi Sudah Bayar Zakat, Ingin Tahu Berapa Besarnya?

Jokowi Sudah Bayar Zakat, Ingin Tahu Berapa Besarnya?

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 11:42 WIB

Manfaat Keluarkan Zakat Fitrah Saat Ramadan

Manfaat Keluarkan Zakat Fitrah Saat Ramadan

| Rabu, 15 Juni 2016 | 14:49 WIB

Kini Membayar Zakat Tak Pakai Susah

Kini Membayar Zakat Tak Pakai Susah

| Rabu, 08 Juni 2016 | 13:06 WIB

Wapres Minta Umat Islam Galakkan Zakat untuk Pembangunan

Wapres Minta Umat Islam Galakkan Zakat untuk Pembangunan

News | Sabtu, 28 Mei 2016 | 13:03 WIB

OJK Sepakat Zakat Bisa Jadi Sumber Dana Pinjaman

OJK Sepakat Zakat Bisa Jadi Sumber Dana Pinjaman

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 19:00 WIB

Terkini

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:39 WIB

Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah

Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:19 WIB

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:59 WIB

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:21 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:14 WIB

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:54 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:50 WIB

Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO

Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:46 WIB

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:35 WIB