Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Turunnya Jumlah Penduduk Miskin Pedesaan Sangat Kecil

Adhitya Himawan

Selasa, 16 Agustus 2016 | 06:41 WIB
Turunnya Jumlah Penduduk Miskin Pedesaan Sangat Kecil
Aktivitas warga yang tinggal di kolong flyover Kampung Lodan, Jakarta, Selasa (5/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com -  Kajian dari Pusat Kajian Keuangan Negara (PKKN) mencatat penurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan selama periode September 2015 sampai dengan Maret 2016 sangat kecil.

"Penduduk miskin desa hanya turun 1,20 persen saja atau sekitar 336 ribu jiwa per Maret 2016. Ini tak sebanding dengan semangat membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Adi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Prasetyo pesimistis pemerintah mampu menurunkan tingkat kemiskinan sampai 7-8 persen sesuai dengan RPJMN 2015-2019, jika pemerintah tidak mengubah strategi dan pola penanggulangan kemiskinan desa selama ini yang cenderung tidak tepat sasaran, tidak efektif, dan belum menjadi agenda prioritas semua pemangku kepentingan.

Dari segi anggarannya juga sangat besar, kata dia, dengan estimasi Kemenkeu total dana yang akan masuk ke desa sampai tahun 2019 sebesar Rp175,494 triliun atau rata-rata perdesa senilai Rp2,368 miliar.

"Dana ini akan mubazir apabila tidak didukung oleh stakeholder yang lain, yaitu pemerintah daerah dan perbankan," ujarnya.

Atas fenomena tersebut, Pusat Kajian Keuangan Negara merekomendasikan agar pemerintah dapat mereformulasi strategi penanggulangan kemiskinan, khususnya di desa agar sejalan dengan visi Nawacita.

Lebih lanjut Prasetyo mengatakan, penduduk miskin yang paling besar jumlahnya adalah yang bekerja pada subsektor tanaman pangan, yakni 62,97 persen dari total penduduk miskin sektor pertanian sehingga pembangunan pertanian perlu menjadi perhatian semua kalangan.

"Dana desa itu dampaknya jangka panjang. Karena itu pemerintah perlu memberikan stimulus lain salah satunya seperti menugaskan BUMN dan BUMD agar fokus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor pertanian dan perkebunan. Kelompok-kelompok tani dikondolidasikan kembali agar dapat meningkatkan gairah penduduk desa," tuturnya.

Berdasarkan analisis Pusat Kajian Keuangan Negara, pada September 2015-Maret 2016, tercatat 22 provinsi mampu mengurangi jumlah penduduk miskin di perdesaan.

Provinsi yang paling tinggi persentase penurunan kemiskinan desa adalah Sulawesi Tenggara, yaitu dari 288.250 jiwa menjadi 109.144 jiwa atau sebesar 54,79 persen dari total penduduk miskin di wilayahnya.

Disusul kemudian Provinsi Bali berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin desa sampai 12,23 persen, Provinsi Sulawesi Utara (8,35 persen), dan Provinsi Riau (6,83 persen).

Adapun 18 provinsi lainnya persentase pengurangan penduduk miskin desa di bawah 4 persen.

Sementara itu, terdapat 11 provinsi yang bertambah jumlah penduduk miskin di pedesaan pada September 2015-Maret 2016.

Penambahan terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah (9,29 persen), Kepulauan Bangka Belitung (7,34 persen), Bengkulu (4,39 persen), serta Sulawesi Tengah (4,28 persen).

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2016, pada Maret 2016, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,01 juta orang (10,86 persen), berkurang sebesar 0,50 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2015 yang sebesar 28,51 juta orang (11,13 persen).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2015 sebesar 8,22 persen, turun menjadi 7,79 persen pada Maret 2016. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan naik dari 14,09 persen pada September 2015 menjadi 14,11 persen pada Maret 2016.

Selama periode September 2015–Maret 2016, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,28 juta orang (dari 10,62 juta orang pada September 2015 menjadi 10,34 juta orang pada Maret 2016), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,22 juta orang (dari 17,89 juta orang pada September 2015 menjadi 17,67 juta orang pada Maret 2016).

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2016 tercatat sebesar 73,50 persen, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2015 yaitu sebesar 73,07 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarot: Harus Samakan Persepsi untuk Stop Kemiskinan di Jakarta

Djarot: Harus Samakan Persepsi untuk Stop Kemiskinan di Jakarta

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:54 WIB

Pemerintah Ganti Raskin dengan Sistem Voucher

Pemerintah Ganti Raskin dengan Sistem Voucher

News | Rabu, 20 Juli 2016 | 01:57 WIB

Harga Pangan Melonjak, Kemiskinan di Jakarta Naik

Harga Pangan Melonjak, Kemiskinan di Jakarta Naik

News | Senin, 18 Juli 2016 | 21:59 WIB

BPS: Jumlah Penduduk Miskin per Maret 2016 Capai 28,01 Juta Orang

BPS: Jumlah Penduduk Miskin per Maret 2016 Capai 28,01 Juta Orang

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 15:01 WIB

Pengembangan Wisata Danau Toba akan Kurangi Kemiskinan

Pengembangan Wisata Danau Toba akan Kurangi Kemiskinan

Bisnis | Minggu, 15 Mei 2016 | 14:10 WIB

Versi IMF, Suap Menghilangkan Dana 2 Triliun Dolar AS Tiap Tahun

Versi IMF, Suap Menghilangkan Dana 2 Triliun Dolar AS Tiap Tahun

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 09:00 WIB

Kesenjangan Tertinggi dan Terendah Ada di Provinsi Ini

Kesenjangan Tertinggi dan Terendah Ada di Provinsi Ini

News | Senin, 18 April 2016 | 15:50 WIB

INDEF Keberatan Pada Ekstensifikasi Cukai Produk Elastis

INDEF Keberatan Pada Ekstensifikasi Cukai Produk Elastis

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 16:32 WIB

Ini Alasan Jokowi Jadikan Brebes Contoh Pengentasan Kemiskinan

Ini Alasan Jokowi Jadikan Brebes Contoh Pengentasan Kemiskinan

Bisnis | Senin, 11 April 2016 | 16:40 WIB

Pemerintah: Hanya 3 juta Pelanggan Layak Terima Subsidi Listrik

Pemerintah: Hanya 3 juta Pelanggan Layak Terima Subsidi Listrik

Bisnis | Senin, 11 April 2016 | 12:31 WIB

Terkini

9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online

9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis

Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok

Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan

Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa

Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:24 WIB

26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:22 WIB

×