Pengguna Kartu Debit di Indonesia Capai 140 Juta

Adhitya Himawan

Minggu, 25 September 2016 | 21:27 WIB
Pengguna Kartu Debit di Indonesia Capai 140 Juta
Replika kartu debit Bank Muamalat berlogo Arsenal. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas memastikan penggunaan teknologi chip pada kartu debet akan memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada masyarakat karena sistem yang digunakan akan lebih aman.

"Kalau menggunakan chip pasti lebih aman karena waktu diterapkan untuk kartu kredit, 'fraud'nya langsung turun,'" kata Ronald saat mengisi sesi pelatihan wartawan ekonomi di Semarang, Minggu (25/9/2016).

Ronald menjelaskan penggunaan teknologi chip merupakan bagian dari kebijakan untuk pemenuhan standar keamanan transaksi nontunai, meski kemungkinan kejahatan perbankan masih bisa mengintai para konsumen.

"Makanya kami segera transformasi ke chip. Pembobolan biasanya terjadi di negara yang tidak pakai chip. Tapi ini bukan berarti saya bilang menggunakan chip, kemudian tidak ada kejahatan," katanya.

Ronald juga memastikan program penggunaan chip pada kartu debet akan berlangsung secara bertahap hingga 31 Desember 2021, untuk mencegah para produsen kartu mengenakan biaya pencetakan yang tinggi kepada perbankan.

"Pengguna kartu debet sekarang 140 juta, kalau itu dialihkan, semua kartu harus ganti dalam dua tahun, berarti dalam setahun dicetak 70 juta dan per bulan enam juta kartu. Yang pesta pora, produsen kartu. Mereka bisa 'charge' bank di harga tinggi," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Eni V Panggabean mengatakan 80 persen dari keseluruhan bank di Indonesia sudah siap menerapkan teknologi chip pada kartu debet.

Ia menjelaskan penerapan teknologi chip secara bertahap ini sebagai bagian dari langkah penerapan Standar Nasional Kartu ATM/Debet yang harus menggunakan chip dan PIN enam digit, pada 31 Desember 2021.

"Teknologi chip untuk mengutamakan keamanan transaksi dari tindakan 'skimming'. Sedangkan enam digit, juga untuk memitigasi upaya pembobolan, atau mencegah pencurian dana jika kartu hilang, ini adalah standar terbaik internasional," ujar Eni.

Untuk menerapkan sistem pembayaran dengan chip dan pin enam digit, Bank Indonesia telah melakukan evaluasi secara berkala kepada bank dan juga industri pendukung lainnya menuju implementasi Standar Nasional Kartu ATM/Debit.

Eni menambahkan hingga saat ini sebanyak 80 persen dari total mesin anjungan tunai mandiri (ATM) telah menggunakan teknologi chip.

Selain itu, sebanyak 27 persen dari total ATM telah dipasang (roll-out) sistem pembaca kartu ATM/Debet chip sesuai National Standard of Indonesia Chip Card Specification (NSICCS).

Sedangkan untuk mesin Perekam Data Elektronik (Electronic Data Capture/EDC), hampir semuanya sudah memiliki teknologi chip.

Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia telah membagi empat fase untuk migrasi teknologi chip pada kartu debet.

Empat fase itu adalah 30 persen kartu debet harus berstandar chip di tahun 2019, 50 persen kartu harus berstandar chip pada tahun 2020, kemudian 80 persen kartu harus berstandar chip di Januari 2021, dan 100 persen kartu harus berstandar chip pada Desember 2021. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB

BI Waspada Rasio Utang Swasta Lebih Tinggi Dibanding Pemerintah

BI Waspada Rasio Utang Swasta Lebih Tinggi Dibanding Pemerintah

Bisnis | Senin, 19 September 2016 | 14:28 WIB

Anggota DPR: Cetak Uang Baru Tidak Urgen

Anggota DPR: Cetak Uang Baru Tidak Urgen

DPR | Minggu, 18 September 2016 | 12:07 WIB

BI Dorong Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia

BI Dorong Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:26 WIB

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016 Lebih Rendah

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016 Lebih Rendah

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:20 WIB

Hari Ini BRI Luncurkan Kartu KKS BRI di Batam

Hari Ini BRI Luncurkan Kartu KKS BRI di Batam

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 11:08 WIB

Ekonomi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:14 WIB

Bank Indonesia Prediksi Uang Tebusan Tax Amnesty Rp21 Triliun

Bank Indonesia Prediksi Uang Tebusan Tax Amnesty Rp21 Triliun

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:09 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Per Agustus Rp113,5 Miliar Dolar AS

Cadangan Devisa Indonesia Per Agustus Rp113,5 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 11:53 WIB

Lippo Cikarang: Dampak Pelonggaran LTV Baru Terasa 4 Bulan Lagi

Lippo Cikarang: Dampak Pelonggaran LTV Baru Terasa 4 Bulan Lagi

Bisnis | Rabu, 07 September 2016 | 19:15 WIB

Terkini

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Hutan Terbakar, Korporasi Harus Diusut, Pemerintah Jangan Berkelit

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Apakah Serum Harus Disimpan di Kulkas? Kenali Jenis yang Boleh dan Tidak

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Manga The Summer Hikaru Died Tamat, Begini Akhir Kisah Yoshiki dan Hikaru

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:45 WIB

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

Sidang Perdana Kasus Silmy Karim Digelar 29 Oktober 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan, Ungkap Masalah Kebugaran di MU

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:35 WIB

×