Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB
Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen
Gedung Bank Indonesia di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bank Indonesia (BI) memangkas BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen di hari Kamis (22/9/2016) untuk memacu permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi. Inflasi bulan Agustus tercatat sebesar 2.97 persen, level terendah sejak Desember 2009 sehingga ada ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut.

"BI juga memangkas 7 Day Reverse Repo Rate karena pertumbuhan kredit lebih lambat dari ekspektasi," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime, dalam keterangan resmi, Jumat (23/9/2016).

Sentimen terhadap perekonomian Indonesia tetap positif. Pemerintah terus berupaya mempertahankan stabilitas ekonomi dalam situasi ketidakpastian global ini. Masih ada optimisme bahwa undang-undang amnesti pajak akan dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menarik investasi asing.

Bank sentral tetap berhati-hati   

Investor yang bullish terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpaksa gigit jari pada hari Rabu (21/9/2016). Karena sesuai perkiraan The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS. Ketidakpastian global saat ini memang membuat situasi finansial menjadi tidak stabil sehingga bank-bank sentral mengambil posisi waspada.

"Walaupun keputusan untuk tidak meningkatkan suku bunga disambut hangat oleh pasar saham global, terpecahnya suara pejabat Fed cukup mengkhawatirkan. Dengan menipisnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini, USD berpotensi semakin melemah," ujar Lukman.

Komentar yang bervariasi dan seringkali berlawanan arah dari para pejabat Fed sebelum rapat FOMC sudah menciptakan ketidakpastian tentang jadwal kenaikan suku bunga, namun karena tiga dari sepuluh anggota dengan hak suara menyuarakan ketidaksetujuannya kali ini, maka wacana kemungkinan rapat live di bulan Desember pun mencuat. Suku bunga AS berpeluang untuk ditingkatkan di bulan Desember apabila data domestik kuartal 4 menunjukkan stabilitas.

USD mungkin akan terus sensitif menjelang rapat FOMC di bulan Desember karena investor memperkirakan langkah Fed berikutnya. Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar menjadi bearish pada rentang waktu harian - harga diperdagangkan di bawah 20 SMA harian sedangkan MACD telah melintas ke bawah. Breakdown di bawah 95.00 dapat membuka jalan menuju 94.00. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 15:06 WIB

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Forextime: Jika The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Rentan

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 13:30 WIB

The Fed dan BOJ akan Bertemu, Pasar Amerika Melemah

The Fed dan BOJ akan Bertemu, Pasar Amerika Melemah

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 08:35 WIB

BI Waspada Rasio Utang Swasta Lebih Tinggi Dibanding Pemerintah

BI Waspada Rasio Utang Swasta Lebih Tinggi Dibanding Pemerintah

Bisnis | Senin, 19 September 2016 | 14:28 WIB

Anggota DPR: Cetak Uang Baru Tidak Urgen

Anggota DPR: Cetak Uang Baru Tidak Urgen

DPR | Minggu, 18 September 2016 | 12:07 WIB

BI Dorong Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia

BI Dorong Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:26 WIB

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016 Lebih Rendah

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2016 Lebih Rendah

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 13:20 WIB

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB

Ekonomi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:14 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB