Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 03 Oktober 2016 | 19:41 WIB
Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menghadiri Pameran Batik Pusaka Budaya Bangsa di Jakarta, Minggu (2/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Kementerian Perindustrian bersama pemangku kepentingan terkait terus berupaya mengedukasi para generasi muda Indonesia untuk belajar membatik. Langkah ini dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendorongpenumbuhan wirausaha baru.

“Misalnya, kami tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan kegiatan ekstrakurikuler membatik pada Sekolah Menengah Kejuruan,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih pada Pembukaan Pameran Batik Pusaka Budaya Bangsa dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional di Jakarta, Minggu (2/10/2016).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Heppy Djarot Saiful Hidayat, sertaKetua Hari Batik Nasional 2016 Nita Kenzo.

Gati meyakinkan, gerakan melestarikan, menggunakan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya tak bendadi masyarakat selama ini telah mendongkrak permintaan batik nasional dan pertumbuhan industri batik di dalam negeri. “Peluang pasar batik saat ini juga sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Nita menyampaikan, Yayasan Batik Indonesia telah menluncurkan program menarik tahun ini, yaitu Batik Karya Saya guna memberikan rasa bangga pada generasi muda terhadap batik nasional. Program ini juga memberikan pelatihan membatik secara cuma-cuma kepada 50 siswa SMK 27 Jakarta. Sekolah tersebut dipilih lantaran memiliki jurusan tata busana.

"Kreativitas mereka sangat berkembang, termasuk saat membuat ornamen batik. Mereka sudah bisa membayangkan, jika membuat motif seperti ini nantinya pola bajunya akan seperti apa," kata Nita. Pelatihan tersebut telah diberikan sebanyak 13 kali selama September 2016. Para siswa memulai latihannya setiap pulang sekolah.

Upaya tersebut disambut baik oleh Puan, karena merupakan wujud nyata dari gerakan revolusi mental sebagai penumbuhan rasa nasionalisme yang dapat ‘mengakar’ pada generasi muda Indonesia. “Anak-anak kita harus mau belajar membatik. Saat ini sudah ada pendidikan vokasionalnya. Pemerintah juga terus berupaya membangun infrastruktur untuk menunjang hal tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut Puan mengatakan, program pelatihan membatik ini perlu sinergi dengan pelaku industri untuk menyalurkan para lulusan. “Di samping itu, perlu juga sinergi untuk menyesuaikan kebutuhan industri saat ini. Biar sejalan antara lulusan dengan dunia kerja,” tegasnya.

Puan menambahkan, perlu program dan kegiatan strategis bersama antara Kementerian/Lembaga dengan pihak terkait dalam mempertahankan kearifan lokal terutama untuk mengajak generasi muda Indonesia memahami dan memakai batik buatan dalam negeri. “Diperlukan juga sosialisasi secara masif kepada anak-anak agar mengetahui batik jenis apa yang dipakai dan jangan pakai yang impor,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gati mengatakan, pihaknya aktif melakukan kegiatan promosi dan fashion show melalui berbagai event baik di domestik maupun internasional yang berhasil menarik perhatian masyarakat dunia terhadap batik Indonesia.“Bahkan, kegiatan tersebut mampu meningkatkan permintaan ekspor batik nasional. Batik juga dapat mengeksplor karya kreatif mulai dari tingkatan perajin batik hingga fashion designer,” paparnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, ekspor batik dan produk batik pada tahun 2015 mencapai USD 178 jutaa taumeningkat 25,7 persendibandingkan tahun sebelumnya. “Pasar ekspor utama batik adalah Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa,” sebut Gati.

Menurutnya, industri batik berperan penting sebagai penggerak perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, serta memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri. “Industri batik didominasi oleh industri kecil dan menengah yang menjadi penyumbang devisa negara dari sektor non migas,” ungkap Gati.

Kurangi impor

Pada kesempatan tersebut,Gati juga menghimbau kepada para perajin batik nasional untuk mulai lebih banyak menggunakan kain yang terbuat dari serat buatan seperti rayon, poliester, atau campurannya yang merupakan produk dalam negeri. “Hal ini dapat mengurangi ketergantungan impor dan memperpanjang rantai nilai industri dalam negeri,” jelasnya.

Kemenperin selama ini terus berupaya meningkatkan daya saing industri batik nasional dengan berbagai upaya antara lain melalui bimbingan teknis, pendampingan tenaga ahli, fasilitasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi promosi dan pameran. “Saat ini pembinaan industri batik juga diarahkan untuk menggunakan zat warna alam untuk mewujudkan industri batik yang ramah lingkungan sesuai dengan isu green industry,” papar Gati.

Tantangan yang juga dihadapi oleh industri Industri batik nasional adalah adanya produk tekstil motif batik dengan harga yang jauh lebih murah dan diproduksi dalam jumlah besar. Untuk itu, diperlukan regenerasi pembatik danstandardisasi produk.  “kami telah menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) produk batik dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk perajin batik,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batik Bagian Ekonomi Kreatif dan Pilar Penerimaan Negara

Batik Bagian Ekonomi Kreatif dan Pilar Penerimaan Negara

Lifestyle | Senin, 03 Oktober 2016 | 14:49 WIB

Pameran Hari Batik Nasional 2016

Pameran Hari Batik Nasional 2016

Foto | Senin, 03 Oktober 2016 | 01:49 WIB

Batik Tubo Tampilkan Motif Terbaru

Batik Tubo Tampilkan Motif Terbaru

Lifestyle | Senin, 03 Oktober 2016 | 00:10 WIB

Ini Dia batik yang Cocok Digunakan untuk Anak-anak

Ini Dia batik yang Cocok Digunakan untuk Anak-anak

Lifestyle | Minggu, 02 Oktober 2016 | 07:21 WIB

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:39 WIB

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Kenalkan Batik Ke Anak Lewat Botol Susu

Kenalkan Batik Ke Anak Lewat Botol Susu

Lifestyle | Kamis, 29 September 2016 | 19:25 WIB

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:46 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Ekspor Tekstil Indonesia ke Prancis 46,52 Juta Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:32 WIB

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 03:52 WIB

Terkini

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:34 WIB

Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 16:33 WIB

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 16:31 WIB

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat

Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

×