Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Adhitya Himawan

Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:39 WIB
Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS
Perayaan Ke-2 Hari Kopi Internasional di Indonesia yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Kementerian Perindustrian optimistis Indonesia mampu menjadi eksportir utama kopi sangrai (roasted bean) di Asia dan dunia. Apalagi, sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pengolahan kopi.

“Untuk itu, pengembangan industrinya, antara lain melalui peningkatan nilai tambah biji kopi dan peningkatan mutu kopi olahan terutama roasted bean melalui penguasaan teknologiroasting,” kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mewakili Menteri Perindustrian pada Perayaan Ke-2 Hari Kopi Internasional di Indonesia yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2016).

Panggah menambahkan, upaya lainnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper). “Kami berkomitmen memacu pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri melalui berbagai program dan kebijakan strategis,” tegasnya.

Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2035, industri pengolahan kopi masuk dalam sektor prioritas. Untuk itu, Pemerintah terus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri pengolahan kopi melalui kebijakan fiskal dan non-fiskal serta penerapan standar.

“Diharapkan, industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk kopi. Tidak hanya sebagai minuman, tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, farmasi, dan essen makanan,” papar Panggah. Sehingga, lanjutnya, kesinambungan rantai nilai mulai dari petani, industri sampai dengan jasa retail dan cafe berkembang lebih baik dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Kemenperin mencatat, sumbangan pemasukan devisa dari ekspor produk kopi olahan mencapai 356,79 juta Dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015 atau meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya. “Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan eksporutama di ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab,” tutur Panggah.

Sedangkan, nilai impor produk kopi olahan mencapai 106,39 juta Dolar AS pada tahun 2015 atau naik sekitar 4persendibanding tahun sebelumnya. Negara asal impor terbesar,yakni Malaysia, Brazil, India, Vietnam, Italia dan Amerika Serikat. “Namun demikian, neraca perdagangan produk kopi olahan masih mengalami surplus sebesar 250,40 juta Dolar AS,” ujar Panggah.

Sementara itu, menurut Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Willem Petrus Riwu, untuk mengantisipasi lonjakan peningkatan impor kopi utamanya produk kopi instan dalam bentuk bubuk, Kemenperin telah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) kopi instan secara wajib. “Hal ini diatur melalui Permeperin, yang juga bertujuan melindungi masyarakat dari produk olahan kopi bermutu rendah,” tegasnya.

Willem mengatakan, pengembangan industri kopi nasional masih perlu ditingkatkan mengingat saat ini baru mampu menyerap sekitar 40 persen produksi kopi dalam negeri dan sisanya 60 persen masih diekspor.“Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 739 ribu ton pertahun atau sekitar 9 persen dari produksi kopi dunia,” paparnya.

Willem pun optimistis, kinerja industri pengolahan kopi dalam negeri akan mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat di Indonesia. “Untuk itu, kami juga terus melakukan kegiatan budayaminum kopi yang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Apalagi, konsumsi kopi masyarakat Indonesia baru mencapai 1,1 kg perkapita per tahun atau masih di bawah negara-negara pengimpor kopi seperti Amerika sebesar 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita per tahun.

Perayaan hari kopi

Oleh karena itu, Kemenperin bersama stakeholder, komunitas dan penikmat kopi di seluruh Indonesia menyelenggarakan acara It’s Coffee Day: No More Buffering bersamaan dengan Perayaan Ke-2 Hari Kopi Internasional di Indonesia. Selain dirayakan di Semarang, perayaan ini juga dilaksanakan di beberapa daerah mulai dari Aceh sampai dengan Papua oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pecinta kopi.

“Perayaan ini rencananya akan dilakukan setiap tahun di dalam negeri dengan semangat gerakan peningkatan produktivitas dan kualitas kopi nusantara, mempromosikan peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri, serta menggairahkan ekspor produk kopi Indonesia ke pasar internasional,” papar Panggah.

Perayaan Hari Kopi Internasional ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku pada rantai nilai perkopian Indonesia dari petani, industri sampai dengan penyedia jasa retail kopi. Para pemangku kepentingan yang terlibat pada kegiatan ini, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Kopi Indonesia (AKI), Asosiasi Kopi Luwak Indonesia (AKLI) sertaindustri pengolahan kopi dalam negeri.

Mengenai acara It’s Coffee Day, kegiatannya meliputi sajian kopi gratis sehari (one-day free drink), pameran kopi, pemutaran film tentang kopi, kontes foto terkait kopi Indonesia, serta pelatihan kewirausahaan di beberapa kampus dan kegiatan lain.

Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir pada acara tersebut, masih bisa ikut meramaikan denganmengunggah foto atau komentar melalui website: https://internationalcoffeeday.org/ dan media sosial seperti facebook, instagram dan twitter @ICOCoffeeOrg dengan hashtag #InternationalCoffeeDay dan#KopiIndonesiaKeren.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:46 WIB

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 03:52 WIB

Industri Elektronika Diminta Bersiap Hadapi Era Industri 4.0

Industri Elektronika Diminta Bersiap Hadapi Era Industri 4.0

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 03:01 WIB

PLB akan Turunkan Biaya Infrastruktur Industri Dalam Negeri

PLB akan Turunkan Biaya Infrastruktur Industri Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:36 WIB

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:10 WIB

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Harga Gas Industri di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding ASEAN

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:06 WIB

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bangun Smelter di Kuala Tanjung, Inalum Siapkan 800 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:20 WIB

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Inilah Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2017

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 01:12 WIB

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Industri Plastik dan Karet Hilir Prospektif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 13:48 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×