Posisi OJK Rentan Penyalahgunaan Wewenang

Ardi Mandiri

Kamis, 17 November 2016 | 00:08 WIB
Posisi OJK Rentan Penyalahgunaan Wewenang
OJK

Suara.com - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ilya Avianti menyatakan posisi OJK rentan terhadap penyalahgunaan wewenang.

"Hal itu terkait dengan beberapa kewenangan OJK diantaranya pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen, dan tindakan lain di industri jasa keuangan," kata Ilya dalam acara International Business Integrity Conference (IBIC) 2016 di Jakarta, Rabu.

Sebagai contoh, kata dia, OJK melakukan "fit and proper test" kepada calon direksi komisaris perbankan. Kemudian memberikan dan mencabut izin kepada perorangan di sektor jasa keuangan.

"Selain itu, memberikan sanksi kepada perorangan atau lembaga di sektor keuangan dan kewenangan-kewenangan lainnya yang sarat terjadinya penyalahgunaan kewenangan," tuturnya. Ia menyatakan OJK sudah mempunyai beberapa program dalam rangka implementasi dan penguatan "governance process" di dalam tubuh OJK untuk menghindari penyalahgunaan wewenang itu.

"Kami sudah punya departemen anti fraud, wishtle blowing system yg sudah efektif sejak berdiri, dan kemudian budaya antikorupsi di OJK. Setiap insan OJK sudah ditanamkan budaya antikorupsi," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya mengawasi dana sekitar Rp16.600 triliun di mana swasta banyak berkiprah di sana dan semua bisnis tidak ada yang tidak terkait dengan jasa keuangan.

"Perbankan saja ada 118 bank, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ada 1.635, belum kantornya ya, pasar modal, industri keuangan non-bank, dan lain sebagainya sehingga OJK bersama KPK, PPATK, dan penegak hukum lainnya sudah menjalin kerja sama untuk melakukan pengawasan tersebut," katanya.

IBIC 2016 diselenggarakan oleh KPK dengan tema "Tren, Tantangan dan Kerja Kolektif dalam Pencegahan Korupsi" yang diikuti lembaga pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan komisi anti-korupsi dari negara-negara sahabat, antara lain Malaysia, Singapura dan Timor Leste.

Sementara itu, isu-isu strategis dalam IBIC 2016 ini adalah mendorong peningkatan "Ease of Doing Business", Transportasi, Akuntabilitas iklim bisnis di Indonesia seperti komitmen APH, K/L, dan sektor swasta untuk melakukan aksi kolaboratif membangun integritas.

Kemudian membangun implementasi MEA yang berintegrasi melalui pencegahan "cross border bribery".

Selanjutnya, peran pemerintah, asosiasi bisnis, dan CSO membangun budaya antikorupsi serta optimalisasi Indonesia Single Window System (INSW).

Pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan isu-isu sektoral seperti migas, kesehatan, kehutanan, infrastruktur, pendapatan negara (pajak), dan perikanan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Ilegal, OJK Stop Praktik Pandawa Group di Depok

Diduga Ilegal, OJK Stop Praktik Pandawa Group di Depok

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 18:51 WIB

OJK Luncurkan Buku Terkait Tindak Pidana Perbankan

OJK Luncurkan Buku Terkait Tindak Pidana Perbankan

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 18:35 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×