Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat pembahasan keluhan Kadin China pada Selasa (19/5/2026) [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mengadakan rapat koordinasi dengan investor China di Jakarta pada 19 Mei 2026 untuk membahas hambatan investasi.
  • Pertemuan tersebut bertujuan mencari solusi atas kendala operasional serta memastikan keberlangsungan perusahaan penanam modal asing di Indonesia.
  • Investor menekankan pentingnya kepastian akses bahan baku nikel dan bauksit untuk mendukung keberhasilan program hilirisasi industri di Indonesia.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani menggelar rapat koordinasi bersama puluhan investor asal China.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026) ini menjadi forum bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pertemuan ini merupakan langkah pemerintah dalam menyikapi aspirasi investor. Ia menyebut pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi atas kendala yang ada.

"Kami menangkap masalah-masalah yang mereka hadapi. Ada keluhan-keluhan yang disampaikan, dan kami sudah mendengarkan. Jika bisa dipecahkan, ya kami pecahkan," ujar Purbaya usai rapat.

Purbaya merujuk pada poin-poin yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Kamar Dagang (Kadin) China melalui surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dinamika investasi di Indonesia.

Penjelasan Pemerintah Terkait Fokus Rapat

Di tempat yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan keberlangsungan perusahaan penanam modal asing sekaligus menjaga pendapatan negara.

"Kami mengundang investor China yang sudah beroperasi di sini. Kita melakukan rapat koordinasi tentang apa saja kendala mereka. Kami ingin perusahaan harus survive, negara juga harus mendapatkan pendapatan," jelas Bahlil.

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa pertemuan ini bukanlah bentuk respons khusus atas surat protes Kadin China kepada Presiden, melainkan bagian dari agenda rutin evaluasi yang biasa ia lakukan sejak menjabat sebagai Menteri Investasi.

baca juga

Dalam diskusi tersebut, Bahlil menyoroti bahwa investor China sangat menekankan pada pentingnya kepastian akses bahan baku untuk mendukung proses hilirisasi.

"Mereka ingin mendapatkan kepastian bahan baku, bauksit, kemudian nikel. Dan saya katakan semuanya oke. Karena itu industri hilirisasi, bagaimana mungkin kita membentuk Satgas Hilirisasi baru tanpa memastikan bahan baku bagi industri tersebut?" tambahnya.

Menteri Keuangan, Purbaya usai rapat pembahasan keluhan Kadin China pada Selasa (19/5/2026) [Suara.com/Yaumal]
Menteri Keuangan, Purbaya usai rapat pembahasan keluhan Kadin China pada Selasa (19/5/2026) [Suara.com/Yaumal]

Tindak Lanjut atas Keluhan Kadin China

Sebelumnya, Kadin China di Indonesia melayangkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi enam poin keluhan mengenai iklim investasi. Dalam surat tersebut, pelaku usaha China menyoroti sejumlah perubahan regulasi yang dinilai memberatkan, antara lain:

  1. Peraturan pemerintah terkait royalti hasil tambang.
  2. Aturan kuota produksi nikel.
  3. Pencabutan insentif kendaraan listrik.

Selain aspek operasional, surat tersebut juga mencantumkan kekhawatiran mengenai regulasi yang dinilai semakin ketat, intensitas penegakan hukum, hingga adanya dugaan tindakan pemerasan dan praktik korupsi oleh oknum pihak berwenang di lapangan.

Pihak Kadin China mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan asal China selama ini telah berkontribusi besar dalam mendukung program pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Purbaya Buka Suara Rupiah Anjlok ke Rp 17.600: Belum Resesi, Nggak Usah Khawatir!

Purbaya Buka Suara Rupiah Anjlok ke Rp 17.600: Belum Resesi, Nggak Usah Khawatir!

Video | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:40 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:55 WIB

Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang

Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:46 WIB

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:45 WIB

5 Cara Memilih Lipstik yang Cocok untuk Acara Formal dan Casual

5 Cara Memilih Lipstik yang Cocok untuk Acara Formal dan Casual

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:45 WIB

Jangan Cuma Blokir Situs, Aktivis Pemuda Dukung Komdigi Sikat Habis Ekosistem Judol

Jangan Cuma Blokir Situs, Aktivis Pemuda Dukung Komdigi Sikat Habis Ekosistem Judol

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:39 WIB

Deteksi Dini Pembalakan, Kemenhut Gunakan Drone Canggih Awasi Hutan RI

Deteksi Dini Pembalakan, Kemenhut Gunakan Drone Canggih Awasi Hutan RI

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:35 WIB

5 Merek Sepatu Lokal Pria Terbaik untuk Gaya Kasual Pekerja Muda

5 Merek Sepatu Lokal Pria Terbaik untuk Gaya Kasual Pekerja Muda

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:35 WIB

Kasus Dugaan Polisi Aniaya 9 Warga, Koalisi Tanyakan Keseriusan Polda Riau

Kasus Dugaan Polisi Aniaya 9 Warga, Koalisi Tanyakan Keseriusan Polda Riau

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:31 WIB

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Disemprot Istana hingga Dianggap Tak Paham Hukum

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Disemprot Istana hingga Dianggap Tak Paham Hukum

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:30 WIB

5 Tips Memilih Eyeliner yang Tepat untuk Pemula: Gampang Dipakai, Hasil Rapi

5 Tips Memilih Eyeliner yang Tepat untuk Pemula: Gampang Dipakai, Hasil Rapi

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:30 WIB

×