Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Kawasan Industri Berau Siap Jadi Zona Hijau Pengembangan Sawit

Adhitya Himawan

Selasa, 06 Desember 2016 | 04:00 WIB
Kawasan Industri Berau Siap Jadi Zona Hijau Pengembangan Sawit
Tanaman kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kaliamantan Barat [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kawasan Industri Berau di Kalimantan Timur siap menjadi zona ekonomi hijau untuk pengembangan minyak kelapa sawit atau palm oil green economic zone (POGEZ). Pembangunan POGEZ ini merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia dan Malaysia melalui pembentukan lembaga persatuan negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

“Selain di Kawasan Industri Dumai, Riau, kami juga menginginkan POGEZ ada di Kalimantan Timur. Nah, Kawasan Industri Berau sudah siap karena didukung dengan ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai,” ungkap Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu dengan Direktur Utama PT Berau Nusantara Kawasan Industri, Rauf Purnama di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menurut Panggah, Kawasan Industri Berau yang berdiri di atas lahan seluas 3.400 hektar ini telah memiliki pelabuhan, ketersediaan air, listrik, serta industri pulp dan kertas yang sudah beroperasi. “Diharapkan,produk industri hilir yang dihasilkan dari kawasan tersebut dapat memenuhi standard sustainability yang bersertifikat internasional sehingga menciptakan keuntungan berupa preferensi area pemasaran, premium selling price, hingga fasilitas atau kemudahan tertentu lainnya,” paparnya.

Sebelumnya, Menperin Airlangga menjelaskan, pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen mendorong pengembangan industri olahan kelapa sawit yang mampu meningkatkan nilai tambah produk dan ramah lingkungan. Apalagi, Indonesia dan Malaysia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. “Kementerian Perindustrian telah berkomitmen meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit Indonesia melalui hilirisasi,” tegasnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, untuk industri olahan minyak sawit nasional pada tahun 2015, total kapasitas produksi bahan baku crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) sebanyak 35,50 juta ton yang terdistribusi untuk konsumsi domestik sebesar 8,09 juta ton, ekspor produk hilir 15,15 juta ton, dan ekspor CPO 12,26 juta ton. Sedangkan, nilai ekspor yang diciptakan mencapai USD 24,77 juta dan ragam produk hilir yang dihasilkan sebanyak 146 jenis.

Mengenai pembangunan POGEZ, kata Panggah, Indonesia dan Malaysia telah mengusulkan masing-masing tiga lokasi. Pihak Indonesia menginginkan pengembangan di Kawasan Industri Dumai, Riau, Kawasan Industri Berau, Kalimantan Timur, dan Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara. Sedangkan pihak Malaysia, di Lahad Datu, Bintulu, dan Tanjung Manis.

Ditambahkan Panggah, kedua negara juga akan mengajak negara lain selaku penghasil minyak kelapa sawit untuk masuk dalam CPOPC. Dengan masuknya negara-negara tersebut, diharapkan berdampak positif bagi komoditi CPO di dunia. “Beberapa negara pengembang minyak sawit yang akan ikut bergabung, antara lain Brazil, Nigeria, Pantai Gading dan Thailand,” ujarnya.

Bangun Aerospace Park

Pada kesempatan yang berbeda, Kementerian Perindustrian juga mendorong percepatan pembangunan Aerospace Park atau sebuah kawasan industri kedirgantaraan yang terintegrasi dengan industri pendukunglainnya. “Dalam Aerospace Park tersebut,diharapkan adaindustri pesawat udara, industri komponen, industri MRO, dan industri jasa penerbangan. Selain itujuga terdapat perguruan tinggi sebagai tempat pengembangan SDM kedirgantaraan,” jelasnya.

baca juga

Keberadaan Aerospace Park yang terpadu akan memberikan dukungan optimal bagi maskapai domestik dalam meraih keselamatan penerbangan, ketepatan waktu, dan biaya perawatan yang efisien. Selanjutnya, kemudahan akses mendapatkan pasokan suku cadang, membuka lapangan kerja, serta potensi besar dalam mendatangkan devisa.

Sementara itu, Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto mengatakan, pihaknya telah mengusulkan dua lokasi pembangunan Aerospace Park di Indonesia, yakni Bintan, Kepulauan Riau untuk memenuhi kebutuhan di kawasan barat, sedangkan Manado, Sulawesi Utara untuk kawasan timur.

Menurut Richard, Aerospace Park Bintan ditargetkan beroperasi pada akhir 2018. “Di Bintan runway-nya sudah dibangun. Tahun depan mudah-mudahan sudah diaspal dan diharapkan pengelola bisamenyelesaikan pada tahun 2018,” ujarnya

Richard menyampaikan, di Aerospace Park Bintan telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung industri penerbangan, seperti bengkel perawatan dan perbaikan pesawat, gudang penyimpanan suku cadang pesawat, pusat pelatihan, hingga sekolah kejuruan teknik penerbangan. "Semua akan terintegrasi untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pesawat yang beroperasi di dalam negeri," tuturnya.

Indonesia akan memiliki beberapa keuntungan dengan memiliki pusat perawatan dan perbaikan pesawat di dalam negeri. Pertama, perusahaan penerbangan yang beroperasi di Indonesia akan didukung oleh perusahaan perawatan dan perbaikan pesawat atau Maintainance Repair and Overhaul (MRO) di dalam negeri.

Kedua, perusahaan penerbangan tidak perlu melakukan perawatan maupun perbaikan pesawat ke luar negeri, yang harganya sudah pasti lebih mahal jika dibandingkan melakukan perawatan di dalam negeri.

Selain itu, akan terjadi efisiensi, karena Aerospace Park memiliki seluruh layanan yang dibutuhkan pesawat yang beroperasi di Indonesia, seperti kemudahan suku cadang, logistik, hingga pusat penelitian dan pengembangan. Selanjutnya, jika Aerospace Park yang ada tersebut memiliki kapasitas akses untuk menawarkan layanan ke luar negeri, maka akan mendatangkan devisa bagi negara.

Mengenai Aerospace Park Manado, saat ini masih dalam tahap pengajuan dan diharapkan dapat diputuskan untuk menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat oleh pemerintah. Pengembangan kawasan terpadu industri penerbangan di Manado juga dilakukan untuk mendukung industri penerbangan di kawasan timur Indonesia dan menangkap peluang pasar dari utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Capai 9,82 Persen

Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Capai 9,82 Persen

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 05:20 WIB

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 04:18 WIB

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:18 WIB

IKM Diminta Lestarikan Produk Berbasis Kearifan Lokal

IKM Diminta Lestarikan Produk Berbasis Kearifan Lokal

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 13:11 WIB

Lima Menteri Teken MoU Tingkatkan Pendidikan Vokasi Industri

Lima Menteri Teken MoU Tingkatkan Pendidikan Vokasi Industri

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 13:05 WIB

Per Oktober 2016, Ekspor Industri Agro 29,94 Miliar Dolar AS

Per Oktober 2016, Ekspor Industri Agro 29,94 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 12:58 WIB

Industri Manufaktur Kunci Daya Saing Indonesa di Ranah Global

Industri Manufaktur Kunci Daya Saing Indonesa di Ranah Global

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 14:00 WIB

Jokowi Mau Produksi Buah Indonesia Sebanyak Produksi Kelapa Sawit

Jokowi Mau Produksi Buah Indonesia Sebanyak Produksi Kelapa Sawit

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 11:34 WIB

Menhub Minta Maskapai di Papua Disiplin Pada SOP Penerbangan

Menhub Minta Maskapai di Papua Disiplin Pada SOP Penerbangan

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 13:44 WIB

Citilink Luncurkan Citilink Super untuk Nyamankan Pelanggan

Citilink Luncurkan Citilink Super untuk Nyamankan Pelanggan

Lifestyle | Sabtu, 12 November 2016 | 13:08 WIB

Terkini

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:54 WIB

×